Wakapolres Kuansing Ditabrak Pebalap Liar Saat Razia, Alami Patah Kaki

May 18, 2025 - 03:41
May 18, 2025 - 03:45
 0  51
Wakapolres Kuansing Ditabrak Pebalap Liar Saat Razia, Alami Patah Kaki
Wakapolres Kuansing, Kompol Novaldi mengalami patah tulang pada pergelangan kaki bagian bawah. Ia langsung dilarikan dan dirujuk ke Rumah Sakit Prima di Pekanbaru untuk mendapatkan penanganan medis secara intensif

BERITA RAHMAD. com | KUANSING – Insiden mengejutkan terjadi di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau, saat Wakil Kepala Kepolisian Resor (Wakapolres) Kuansing, Kompol Novaldi, menjadi korban kecelakaan lalu lintas yang diduga kuat melibatkan pebalap pembohong. Kejadian tersebut berlangsung pada Minggu (18/5/2025) dini hari, ketika jajaran kepolisian tengah melaksanakan razia balap liar di depan Markas Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Kuansing.

Informasi dihimpun dari Kepolisian Daerah (Polda) Riau, Kompol Novaldi mengalami patah tulang di bagian pergelangan tangan akibat ditabrak oleh salah satu pelaku balap liar yang berusaha melarikan diri dari lokasi operasi penertiban.

“(Wakapolres Kuansing) tertabrak pelaku balap liar yang berusaha melarikan diri,” kata Kepala Bidang Humas Polda Riau, Kombes Pol Anom Karibianto, kepada awak media, Minggu pagi.

Kejadian tersebut bermula saat Polres Kuansing menggelar Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD) dengan fokus pada penertiban aksi balap liar yang semakin meresahkan masyarakat. Operasi dimulai sekitar pukul 00.00 WIB dengan apel gabungan yang dipimpin langsung oleh Kapolres Kuansing, AKBP Angga Febrian Herlambang. Operasi tersebut melibatkan personel gabungan dari Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim), Satuan Intelijen dan Keamanan (Satintelkam), serta Satuan Reserse Narkoba (Satnarkoba).

Saat apel, tim segera bergerak menyisir sejumlah titik rawan balap liar. Beberapa sepeda motor berhasil diamankan, namun sejumlah pelaku lainnya berusaha kabur dengan kecepatan tinggi ke berbagai arah.

“Tidak lama berselang, terdengar suara tabrakan keras antara sepeda motor dan mobil Toyota Agya berwarna hitam tepat di depan Mako Satlantas,” jelas Anom.

Ketika petugas sedang melakukan pengamanan di lokasi tabrakan tersebut, kejadian kedua terjadi. Sebuah sepeda motor datang dari arah depan dan menyerempet Kompol Novaldi yang saat itu sedang berada di lapangan.

Akibat benturan keras tersebut, Kompol Novaldi mengalami patah tulang pada pergelangan kaki bagian bawah. Ia langsung dilarikan dan dirujuk ke Rumah Sakit Prima di Pekanbaru untuk mendapatkan penanganan medis secara intensif.

“Beliau mengalami cedera cukup serius di bagian pergelangan kaki dan saat ini sedang dirawat di rumah sakit,” terang Anom.

Sementara itu, pelaku penabrakan diketahui bernama Haikal Ramadhan (19), seorang pemuda asal Desa Petai, Kecamatan Singingi Hilir. Haikal mengalami luka-luka di bagian siku dan robekan di kepala, namun masih dalam kondisi sadar saat dievakuasi.

Lebih lanjut, pihak kepolisian mengungkap bahwa sepeda motor yang dikendarai Haikal merupakan jenis Yamaha Jupiter MX tanpa plat nomor polisi. Sepeda motor tersebut juga diketahui dalam kondisi trondol atau tidak lengkap secara teknis.

“Sepeda motor yang digunakan pelaku dalam kondisi tidak layak jalan, tidak memiliki kelengkapan standar, termasuk tanpa nomor polisi,” ungkap Anom.

Saat ini, Haikal masih menjalani perawatan medis akibat luka yang dideritanya. Polisi juga terus melakukan pendalaman terhadap kejadian ini dan akan mengkonfirmasi kasus sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku.

"Kami sedang menelusuri lebih lanjut untuk mengetahui apakah pelaku termasuk bagian dari kelompok balap liar yang sebelumnya melarikan diri. Proses hukum akan tetap berjalan," tambahnya.

Peristiwa ini menambah panjang bahaya dari aksi balap liar yang tidak hanya membahayakan pelakunya, tetapi juga masyarakat umum hingga aparat keamanan yang sedang menjalankan tugas.

Polda Riau dan Polres Kuansing menegaskan bahwa mereka tidak akan menoleransi aksi-aksi serupa dan akan terus meningkatkan patroli serta razia rutin untuk menekan angka pelanggaran lalu lintas, terutama balap liar yang kian merajalela.

“Kegiatan razia ini akan terus dilakukan untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat. Kami berharap kerja sama masyarakat untuk melaporkan bila mengetahui adanya aktivitas balap liar,” tutup Kombes Anom Karibianto.**

Editor : Ricky Sambari

(Redaksi/RH) 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow