Viral di Kampus UMY, Mahasiswa Amankan Pria Diduga Intel Polisi

Jun 18, 2026 - 14:34
 0  8
Viral di Kampus UMY, Mahasiswa Amankan Pria Diduga Intel Polisi

RAHMADNEWS. COM | YOGYAKARTA – Sebuah peristiwa yang menyita perhatian publik terjadi di lingkungan Kampus Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Rabu (17/6/2026), ketika seorang pria yang diduga anggota intelijen kepolisian diamankan oleh sejumlah mahasiswa usai aksi unjuk rasa yang digelar di kawasan Titik Nol Kilometer Yogyakarta.

Peristiwa tersebut menjadi sorotan setelah video proses pengamanan pria tersebut beredar luas di media sosial. Dalam video yang diunggah melalui akun Instagram Aliansi UMY Bergerak (AUB), terlihat seorang pria dikelilingi mahasiswa dan dimintai keterangan terkait identitas serta keberadaannya di area kampus.

Menanggapi kejadian tersebut, Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta (Polda DIY) membenarkan bahwa pria yang sempat diamankan mahasiswa merupakan anggota kepolisian yang sedang menjalankan tugas intelijen dalam rangka pengamanan aksi penyampaian pendapat di muka umum.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda DIY, Kombes Pol Ihsan, menjelaskan bahwa personel tersebut merupakan bagian dari petugas yang diterjunkan berdasarkan surat perintah pelayanan pengamanan aksi mahasiswa yang berlangsung pada hari yang sama.

"Terkait informasi adanya anggota intelijen kepolisian yang sempat diamankan oleh mahasiswa di lingkungan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) adalah benar anggota Polda DIY. Ia merupakan petugas yang terlibat dalam surat perintah pelayanan penyampaian pendapat di muka umum pada hari ini," kata Ihsan dalam keterangannya kepada wartawan, Rabu malam.

Menurut Ihsan, keberadaan personel berpakaian sipil maupun berseragam merupakan bagian dari prosedur pengamanan untuk memastikan kegiatan demonstrasi berjalan aman serta mengawal kepulangan peserta aksi ke kampus masing-masing.

"Anggota yang berada di lokasi baik yang berpakaian dinas maupun tertutup merupakan bagian dari pelaksanaan pelayanan untuk mengawal dan memastikan peserta aksi kembali ke kampus dalam keadaan aman dan selamat," ujarnya.

Kesalahpahaman Berakhir Damai

Polda DIY menegaskan bahwa insiden yang terjadi di lingkungan kampus tersebut merupakan bentuk kesalahpahaman yang kemudian berhasil diselesaikan secara baik melalui komunikasi antara pihak kepolisian, mahasiswa, dan rektorat kampus.

Ihsan menyampaikan bahwa setelah dilakukan koordinasi, situasi dapat dikendalikan tanpa adanya tindakan represif maupun konflik lanjutan.

"Situasi saat ini kondusif. Kami mengucapkan terima kasih kepada pihak rektorat dan mahasiswa atas komunikasi dan koordinasi yang terjalin sangat baik sehingga kesalahpahaman ini dapat terselesaikan dengan baik dan anggota kami telah kembali ke Polda," ungkapnya.

Pernyataan tersebut sekaligus menepis berbagai spekulasi yang berkembang di media sosial terkait status dan tujuan keberadaan anggota intelijen tersebut di lingkungan kampus.

Aksi Mahasiswa di Titik Nol Kilometer

Sebelum insiden di kampus terjadi, Polda DIY bersama Polresta Yogyakarta melakukan pengamanan terhadap aksi penyampaian pendapat yang digelar oleh Aliansi UMY Bergerak (AUB) bersama elemen mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Aksi berlangsung di kawasan Titik Nol Kilometer, Jalan Pangurakan Nomor 1, Kelurahan Ngupasan, Kecamatan Gondomanan, Kota Yogyakarta.

Berdasarkan data kepolisian, kegiatan dimulai sekitar pukul 13.57 WIB dan berakhir pada pukul 17.27 WIB dengan jumlah peserta mencapai sekitar 470 orang.

Sejak siang hari, massa aksi mulai memadati kawasan pusat kota tersebut dengan membawa berbagai atribut demonstrasi seperti bendera organisasi, spanduk, serta poster berisi tuntutan dan kritik terhadap sejumlah kebijakan pemerintah.

Sebuah kendaraan pikap digunakan sebagai mimbar orasi yang menjadi pusat penyampaian aspirasi para peserta. Secara bergantian, mahasiswa menyampaikan pandangan dan tuntutan terkait isu ekonomi, sosial, pendidikan, kesehatan, hingga reformasi agraria.

Soroti Berbagai Isu Nasional

Dalam aksinya, Aliansi UMY Bergerak mengusung tema “Menuju Pembebasan Nasional”.

Melalui aksi tersebut, mahasiswa menyampaikan sejumlah tuntutan, antara lain penghentian kebijakan yang dinilai tidak berpihak kepada rakyat, penurunan harga bahan bakar minyak (BBM) dan kebutuhan pokok, penghentian kriminalisasi terhadap masyarakat sipil, peningkatan kualitas pendidikan dan layanan kesehatan, serta percepatan pelaksanaan reforma agraria.

Sementara itu, mahasiswa dari UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta menyampaikan sejumlah tuntutan lain yang mencakup penghentian program MBG dan KDMP, pencabutan Undang-Undang Polri dan Undang-Undang TNI yang dinilai kontroversial, revisi aturan pendanaan partai politik, hingga percepatan reformasi agraria.

Aksi berlangsung dengan berbagai bentuk ekspresi, mulai dari orasi politik, pembacaan pernyataan sikap, hingga penyampaian kritik terhadap kebijakan pemerintah yang dianggap belum sepenuhnya berpihak kepada kepentingan masyarakat luas.

Polisi Klaim Kedepankan Pendekatan Humanis

Polda DIY menyatakan seluruh proses pengamanan dilakukan dengan pendekatan persuasif dan humanis. Selain menjaga keamanan jalannya demonstrasi, petugas juga melakukan pengaturan lalu lintas untuk mengurangi dampak kemacetan di sekitar lokasi aksi.

"Kepolisian hadir untuk memberikan pelayanan agar kegiatan penyampaian aspirasi dapat berjalan dengan aman dan tertib serta memastikan aktivitas masyarakat tetap berjalan. Kami menghormati kebebasan masyarakat dalam menyampaikan pendapat di muka umum," tegas Ihsan.

Menurut kepolisian, pengamanan dilakukan sejak massa berangkat menuju lokasi aksi hingga kembali ke kampus masing-masing guna memastikan seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman dan terkendali.

Viral di Media Sosial

Insiden diamankannya anggota intelijen kepolisian di lingkungan UMY menjadi perhatian publik setelah video rekamannya beredar luas di media sosial.

Dalam video tersebut terlihat sejumlah mahasiswa mengelilingi seorang pria yang diduga anggota intelijen. Mahasiswa kemudian meminta klarifikasi terkait identitas serta keberadaannya di area kampus setelah aksi demonstrasi selesai dilaksanakan.

Meski sempat memicu ketegangan dan berbagai spekulasi di ruang publik, situasi akhirnya dapat diselesaikan melalui dialog dan koordinasi antara seluruh pihak terkait.

Peristiwa ini kembali menyoroti dinamika hubungan antara aparat keamanan dan kelompok mahasiswa dalam setiap kegiatan penyampaian pendapat di muka umum. Di satu sisi, aparat memiliki kewajiban menjaga keamanan dan ketertiban, sementara di sisi lain mahasiswa menuntut adanya transparansi serta penghormatan terhadap ruang akademik yang bebas dari intimidasi.

Hingga Rabu malam, kondisi di lingkungan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta maupun kawasan Kota Yogyakarta dilaporkan tetap aman, tertib, dan kondusif.**

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow