Sebelas Bayi Dievakuasi di Pakem, Polresta Sleman Siapkan Skema Pemulangan Paling Aman

May 18, 2026 - 21:33
 0  3
Sebelas Bayi Dievakuasi di Pakem, Polresta Sleman Siapkan Skema Pemulangan Paling Aman

RAHMADNEWS. COM | SLEMAN — Jajaran Polresta Sleman di bawah Polda Daerah Istimewa Yogyakarta bersama instansi terkait tengah mematangkan langkah terbaik untuk mengembalikan 11 bayi yang sebelumnya ditemukan di sebuah rumah di Kalurahan Hargobinangun, Kapanewon Pakem. Proses pemulangan dilakukan secara hati-hati dengan mengedepankan keselamatan, kesehatan, dan masa depan anak-anak tersebut.

Kasat Reskrim Polresta Sleman, AKP Mateus Wiwit Kustiyadi, mengatakan keputusan pengembalian bayi masih dibahas lintas pemangku kepentingan. “Itu masih dalam pembahasan kita bersama stakeholder terkait untuk pengembaliannya. Mudah-mudahan dalam waktu dekat kita menemukan solusi yang terbaik untuk bayi-bayi ini,” ujarnya kepada wartawan, Senin (18/5/2026).

Menurut Wiwit, aspek psikologis dan tumbuh kembang bayi menjadi prioritas utama. Aparat tak ingin dampak peristiwa ini memengaruhi masa depan mereka. “Kami sangat berhati-hati dalam menangani peristiwa ini. Jangan sampai masa depan anak-anak ini nantinya terganggu,” tegasnya.

Hingga kini, penyelidikan masih berjalan dan belum ada penetapan tersangka. Polisi memastikan proses hukum tetap ditempuh apabila ditemukan pelanggaran. “Kami masih melakukan penyelidikan. Jika ada pelanggaran hukum, tetap kita proses,” imbuhnya.

Sebelumnya, petugas dari Polresta Sleman bersama instansi terkait mengevakuasi 11 bayi dari lokasi yang diduga menjadi tempat penitipan anak di Kalurahan Hargobinangun, Kapanewon Pakem, Kabupaten Sleman. Setelah dievakuasi, seluruh bayi menjalani pemeriksaan kesehatan menyeluruh. Tiga bayi dilaporkan dalam kondisi kurang sehat sehingga harus mendapatkan perawatan medis lanjutan.

Dari hasil pendataan, bayi-bayi tersebut berusia sekitar satu hingga sepuluh bulan. Mereka diketahui dilahirkan di salah satu praktik bidan di wilayah Kapanewon Gamping, Sleman. Informasi ini kini menjadi bagian penting dari rangkaian pendalaman yang dilakukan penyidik.

Penanganan kasus ini melibatkan koordinasi lintas sektor untuk memastikan hak-hak anak terpenuhi, mulai dari aspek kesehatan, administrasi, hingga penempatan yang aman sebelum proses pemulangan diputuskan. Aparat berharap keputusan yang diambil nantinya benar-benar menjadi solusi terbaik bagi keberlangsungan hidup dan masa depan 11 bayi tersebut.**

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow