Merawat Harmoni di Tapung Hilir: Silaturahmi Lintas Agama Jadi Teladan Toleransi di Kampar
RAHMADNEWS. COM | KAMPAR — Semangat toleransi dan kerukunan antarumat beragama kembali ditunjukkan di Kabupaten Kampar. Kepala Kantor Kementerian Agama Republik Indonesia Kabupaten Kampar, Erizon Efendi, memberikan apresiasi tinggi terhadap kegiatan silaturahmi lintas agama yang dilakukan oleh Penyuluh Agama Islam KUA Tapung Hilir, Abu Nazar, dengan mengunjungi gereja di Desa Kota Garo, Kecamatan Tapung Hilir.
Kegiatan tersebut dinilai sebagai langkah nyata dalam memperkuat moderasi beragama, menjaga kerukunan, serta mempererat persaudaraan antarumat beragama di tengah masyarakat yang majemuk.
Dalam suasana hangat penuh kekeluargaan, Abu Nazar disambut langsung oleh Diak Cia Tambunan bersama jemaat gereja. Pertemuan berlangsung santai namun sarat makna melalui dialog terbuka mengenai pentingnya menjaga persatuan, membangun komunikasi yang baik, serta menciptakan kehidupan masyarakat yang damai dan harmonis di tengah keberagaman.
Erizon Efendi menilai inisiatif yang dilakukan penyuluh agama tersebut sebagai contoh konkret implementasi nilai moderasi beragama yang selama ini terus digaungkan. Menurutnya, kegiatan seperti ini harus terus didorong karena menjadi cerminan nyata bahwa perbedaan keyakinan bukanlah penghalang untuk menjalin hubungan yang baik dan harmonis.
“Kegiatan seperti ini sangat positif dan patut dicontoh. Ini adalah wajah kerukunan umat beragama yang sesungguhnya di Kabupaten Kampar,” ujarnya.
Senada dengan hal tersebut, Kasi Bimas Islam Kampar, Zulpaimar, menyampaikan bahwa silaturahmi lintas agama memiliki peran penting dalam memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa. Ia menegaskan bahwa keberagaman yang ada di tengah masyarakat hendaknya menjadi kekuatan untuk saling menghormati dan menjaga kebersamaan.
Sementara itu, Abu Nazar menyampaikan bahwa silaturahmi lintas agama merupakan bagian dari nilai kemanusiaan dan kebangsaan yang harus terus dirawat. Ia menekankan bahwa kerukunan lahir dari saling mengenal, saling menghormati, serta menjaga komunikasi yang baik antar sesama warga.
“Kerukunan lahir dari saling mengenal, saling menghormati, dan menjaga komunikasi yang baik. Kita semua hidup berdampingan sebagai saudara sebangsa dan setanah air,” ungkap Abu Nazar.
Di sisi lain, Diak Cia Tambunan, S.Ag mengapresiasi kunjungan tersebut sebagai bentuk nyata kebersamaan dan kepedulian antarumat beragama di Kecamatan Tapung Hilir. Ia berharap hubungan baik seperti ini terus terjalin demi terciptanya suasana damai dan harmonis di tengah masyarakat yang majemuk.
Kegiatan ini pun mendapat respons positif dari masyarakat sekitar. Kehadiran tokoh agama yang saling berkunjung dan berdialog dinilai mampu menjadi teladan dalam menjaga keharmonisan sosial serta memperkuat persatuan bangsa.
Silaturahmi lintas agama di Desa Kota Garo ini menjadi gambaran bahwa toleransi bukan hanya wacana, melainkan praktik nyata yang hidup di tengah masyarakat Kampar mewujudkan keberagaman sebagai kekuatan untuk menjaga persatuan.**
What's Your Reaction?




