Piton Empat Meter Teror Kandang Warga, Dua Indukan Ayam Dimangsa di G. Obos IX Palangkaraya

Feb 24, 2026 - 18:11
 0  3
Piton Empat Meter Teror Kandang Warga, Dua Indukan Ayam Dimangsa di G. Obos IX Palangkaraya

RAHMADNEWS. COM | PALANGKARAYA – Warga Jalan G. Obos IX, Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah, dikejutkan dengan kemunculan seekor ular piton berukuran besar yang masuk ke dalam kandang ternak milik warga, Senin (23/2/2026). Ular sepanjang kurang lebih empat meter dengan diameter sekitar empat inci itu sempat memangsa dua ekor indukan ayam sebelum akhirnya berhasil diamankan oleh Tim Rescue Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar).

Peristiwa tersebut pertama kali diketahui saat pemilik kandang hendak memberi pakan ayam pada pagi hari. Namun, sejak malam sebelumnya, ia mengaku mendengar suara gaduh dari arah kandang. Kecurigaan itu terbukti ketika ia mendapati seekor ular piton dalam posisi melingkar di dalam bilik kandang.

Ular tersebut terlihat dalam kondisi kekenyangan setelah memangsa dua indukan ayam milik warga. Menyadari potensi bahaya, pemilik kandang segera melaporkan kejadian itu kepada petugas Damkar setempat.

Komandan Regu (Danru) 3 Rescue Palangkaraya, Sucipto, mengatakan pihaknya menerima laporan dari warga pada pagi hari dan langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan penanganan.

“Kami menerima laporan terkait adanya ular piton berukuran besar di dalam kandang ternak warga. Tim segera menuju lokasi untuk memastikan kondisi aman dan melakukan evakuasi,” ujar Sucipto, Selasa (24/2/2026).

Setibanya di lokasi, petugas langsung melakukan proses evakuasi dengan peralatan standar penanganan satwa liar. Proses pengamanan berlangsung sekitar 30 menit. Dengan teknik khusus, ular berhasil dikuasai tanpa kendala berarti.

“Ular berhasil kami amankan dengan aman. Setelah dimasukkan ke dalam karung khusus, satwa tersebut kemudian kami lepasliarkan ke habitat yang jauh dari permukiman warga,” jelasnya.

Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Kerugian yang dialami pemilik kandang berupa dua ekor indukan ayam yang telah dimangsa.

Sucipto mengimbau masyarakat agar tetap waspada, terutama bagi warga yang tinggal berdekatan dengan lahan kosong, semak belukar, atau aliran sungai yang berpotensi menjadi jalur pergerakan satwa liar.

“Kami mengingatkan warga untuk segera melapor apabila menemukan satwa liar berbahaya di sekitar permukiman. Penanganan cepat akan mencegah risiko yang lebih besar,” tegasnya.

Kemunculan ular piton di kawasan permukiman bukan kali pertama terjadi di Palangkaraya. Faktor perubahan cuaca, ketersediaan pakan, hingga penyempitan habitat alami diduga menjadi pemicu satwa liar masuk ke area pemukiman warga.

Pihak Damkar pun memastikan akan terus meningkatkan respons cepat terhadap laporan masyarakat demi menjaga keamanan lingkungan serta meminimalisir potensi konflik antara manusia dan satwa liar.**

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow