Mahasiswa Cipayung Plus Bersama Elemen Masyarakat Desak DPRD Riau Bentuk Pansus Usut Defisit APBD Rp1,8 Triliun

Aug 27, 2025 - 09:16
Aug 27, 2025 - 09:22
 0  60
Mahasiswa Cipayung Plus Bersama Elemen Masyarakat Desak DPRD Riau Bentuk Pansus Usut Defisit APBD Rp1,8 Triliun
mahasiswa yang tergabung dalam aliansi Cipayung Plus bersama elemen masyarakat menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung DPRD Provinsi Riau, Rabu (27/8/2025) sore

RAHMADNEWS. com | PEKANBARU – Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam serikat Cipayung Plus bersama elemen masyarakat menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung DPRD Provinsi Riau, Rabu (27/8/2025) sore. Massa aksi menuntut agar DPRD segera membentuk Panitia Khusus (Pansus) guna mengusut tuntas defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Riau tahun 2024 yang mencapai Rp1,8 triliun. 

Aksi dimulai sekitar pukul 14.30 WIB dengan pengawalan aparat kepolisian dan Satpol PP. Barisan kawat berduri dipasang di depan gerbang DPRD untuk mengantisipasi upaya massa masuk ke dalam gedung wakil rakyat tersebut. Para pengunjuk rasa membawa berbagai atribut aksi, mulai dari spanduk, poster, hingga bendera organisasi, dengan tulisan yang menguraikan ceramah mengenai malpraktik dalam proses pengesahan APBD.

Ketua GMNI Riau, Teguh Azmi, dalam orasinya menegaskan bahwa defisit yang terjadi harus dibuka secara transparan kepada publik. Menurutnya, ada indikasi kuat bahwa proses pembahasan hingga pengesahan APBD tahun 2024 tidak berjalan sebagaimana mestinya sehingga menyebabkan kerugian besar bagi masyarakat.

“Kami menilai ada indikasi malpraktik dalam pengesahan APBD Riau 2024 yang menyebabkan defisit Rp1,8 triliun. DPRD tidak boleh diam. Kami mendesak segera membentuk pansus agar persoalan ini terang benderang dan tidak membebani masyarakat Riau,” seru Teguh dari atas komando mobil.

Aliansi Cipayung Plus juga memberikan ultimatum keras kepada seluruh partai politik yang memiliki kursi di DPRD Riau. Jika dalam waktu dekat Pansus belum terbentuk, mereka mengancam akan melayangkan somasi kepada setiap partai politik di tingkat DPD.

Situasi sempat memanas ketika sebagian massa melontarkan botol air mineral ke arah kawat berduri. Namun, ketegangan itu segera dapat diatasi setelah negosiasi dilakukan antara perwakilan mahasiswa dengan aparat keamanan. Aksi kemudian kembali berjalan kondusif dengan orasi bergantian dari berbagai perwakilan organisasi mahasiswa.

Meski sempat ricuh, aksi berakhir menjelang sore hari. Massa membubarkan diri dengan tertib setelah menyampaikan pernyataan sikap tertulis yang berisi desakan pembentukan Pansus Defisit APBD Riau. Mereka menegaskan akan terus melakukan aksi lanjutan jika tuntutan tidak segera ditanggapi oleh DPRD.

Hingga berita ini diturunkan, pihak DPRD Riau belum memberikan keterangan resmi terkait desakan pembentukan pansus tersebut. Namun, tekanan publik diperkirakan akan terus menguat mengingat defisit APBD sebesar Rp1,8 triliun ini berdampak langsung pada berbagai program pembangunan dan pelayanan masyarakat di Provinsi Riau.**

Editor : Ricky Sambari

(Redaksi/RH) 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow