Pertamina Patra Niaga Tegaskan Komitmen Dorong Dekarbonisasi Penerbangan Lewat SAF

Oct 20, 2025 - 09:49
 0  15
Pertamina Patra Niaga Tegaskan Komitmen Dorong Dekarbonisasi Penerbangan Lewat SAF

RAHMADNEWS. COM | JAKARTA – Pertamina Patra Niaga kembali menegaskan komitmennya dalam mendorong dekarbonisasi sektor penerbangan melalui pengembangan Sustainable Aviation Fuel (SAF). Isu strategis ini menjadi fokus dalam panel diskusi bertajuk “Sustainability: Indonesia’s Emission Reduction Ambition and the Benefits of SAF” pada Pertamina SAF Forum 2025, yang digelar Kamis (16/10) di Jakarta.

Forum ini menghadirkan empat pembicara lintas sektor, yakni Country Manager Indonesia Cathay Pacific Airways Tony Sham, CEO Qualitas Sertifikasi Indonesia Ryanza Prasetya, Direktur Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara Kementerian Perhubungan Sokhib Al Rokhman, serta Senior Managing Director Boeing Malcom An. Diskusi dipandu oleh VP Sustainability Program, Rating & Engagement PT Pertamina (Persero) A.A.A. Indira Pratyaksa.

Dalam paparannya, Tony Sham menyoroti pentingnya dukungan ekosistem dan kebijakan untuk mempercepat adopsi SAF di Asia.

“Cathay Pacific menargetkan 10% pemakaian SAF pada 2030. Pada 2024 saja, kami telah menggunakan 6.884 kiloliter SAF. Indonesia memiliki potensi besar menjadi pemasok strategis SAF berbasis minyak jelantah, asalkan tantangan ketersediaan bahan baku dan harga bisa diatasi melalui kolaborasi lintas sektor,” ungkapnya.

Sementara itu, Sokhib Al Rokhman menegaskan komitmen pemerintah dalam memperkuat kebijakan dan regulasi terkait SAF agar selaras dengan roadmap dan standar internasional.

“Pemerintah telah menyiapkan roadmap SAF, mekanisme Monitoring, Reporting, and Verification (MRV) oleh operator, serta regulasi penerapan skema Carbon Offsetting and Reduction Scheme for International Aviation (CORSIA). Dengan sertifikasi sesuai Ditjen Migas dan ICAO CORSIA serta insentif yang proporsional, kita optimistis adopsi SAF dalam negeri bisa dipercepat,” ujarnya.

Dari sisi industri, Malcom An dari Boeing menjelaskan bahwa dekarbonisasi sektor penerbangan memerlukan sinergi seluruh pelaku industri.

“Boeing berupaya menciptakan penerbangan yang lebih berkelanjutan lewat pesawat baru yang efisien, energi bersih, dan teknologi canggih. Di Asia Tenggara, minat untuk mengubah minyak jelantah serta limbah pertanian menjadi SAF semakin tinggi. Kawasan ini bahkan berpotensi menjadi eksportir bahan bakar penerbangan berkelanjutan,” katanya.

Sementara Ryanza Prasetya menyoroti pentingnya sertifikasi internasional guna menjaga transparansi dan keberlanjutan rantai pasok SAF.

“Sertifikasi International Sustainability and Carbon Certification (ISCC) CORSIA memastikan asal bahan baku, perhitungan emisi, dan ketelusuran di setiap tahap produksi dilakukan sesuai standar global,” jelasnya.

Menutup forum, Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo Putra, menegaskan komitmen Pertamina dalam memimpin pengembangan energi bersih bagi industri penerbangan nasional.

“Forum ini menjadi ruang penting untuk memperkuat kolaborasi dan menunjukkan kesiapan teknis Indonesia menghadirkan bahan bakar penerbangan berkelanjutan yang kompetitif dan berstandar global,” terangnya.

Pertamina Group sendiri telah memanfaatkan minyak jelantah sebagai bahan baku SAF melalui ekosistem terintegrasi — mulai dari pengumpulan, pengolahan, hingga distribusi. Langkah ini tidak hanya menekan emisi karbon, tetapi juga mendorong ekonomi sirkular di masyarakat dan mempercepat transisi menuju energi bersih berkelanjutan.**

Editor  :  Ricky Sambari

(Redaksi/RH) 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow