Pencurian di SD MI Bina Umat Sleman, Uang Puluhan Juta Raib

Aug 4, 2025 - 04:49
 0  33
Pencurian di SD MI Bina Umat Sleman, Uang Puluhan Juta Raib

RAHMADNEWS. COM | YOGYAKARTA - Aksi pencurian dengan pemberatan terjadi di lingkungan sebuah sekolah dasar di wilayah Kapanewon Moyudan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Peristiwa ini menimpa SD MI Bina Umat dan menyebabkan kerugian materi hingga puluhan juta rupiah.

Peristiwa tersebut diketahui pada Minggu, 3 Agustus 2025, saat dua orang guru menemukan kondisi ruang guru dalam keadaan mencurigakan.

“Pada Minggu 3 Agustus 2025, Polsek Moyudan menerima laporan dugaan tindak pidana pencurian dengan pemberatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 363 KUHP, yang terjadi di lingkungan SD MI Bina Umat, Kapanewon Moyudan, Sleman,” ujar Kasi Humas Polresta Sleman, AKP Salamun, pada Senin, 4 Agustus 2025.

Menurut keterangan Salamun, kejadian bermula saat dua orang saksi, yakni AY dan MF, yang merupakan guru di sekolah tersebut, mendatangi lokasi sekitar pukul 10.45 WIB. Sesampainya di sekolah, mereka mendapati jendela ruang guru dalam keadaan terbuka. Kondisi dalam ruangan pun tampak berantakan.

“Tirai serta laci meja tidak rapi, dan sejumlah barang dalam ruangan tampak teracak-acak,” ungkap Salamun.

Sadar ada sesuatu yang tidak beres, saksi AY segera menghubungi Kepala Sekolah. Atas izin Kepala Sekolah, mereka kemudian memeriksa lebih lanjut isi ruang guru melalui jendela yang terbuka. Pemeriksaan mendapati uang tunai yang sebelumnya disimpan dalam salah satu laci telah hilang.

Pihak Yayasan Bina Umat selaku pengelola sekolah menyatakan telah mengalami kerugian materi sebesar Rp50.678.000 akibat kejadian tersebut. Uang tersebut diduga merupakan dana operasional sekolah.

“Kasus ini telah dilaporkan oleh LS, selaku bendahara sekolah, ke Polsek Moyudan,” kata Salamun.

Saat ini, pihak kepolisian dari Polsek Moyudan bersama Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Sleman tengah melakukan penyelidikan lebih lanjut. Pihak kepolisian juga telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengumpulkan sejumlah barang bukti.

“Penyelidikan masih berjalan. Kami berharap masyarakat yang mengetahui informasi terkait kejadian ini dapat membantu proses pengungkapan,” pungkas Salamun.

Peristiwa ini kembali menyorot sistem keamanan di lingkungan sekolah, terutama saat hari libur. Banyak pihak berharap sekolah-sekolah dapat meningkatkan pengamanan dan sistem pengawasan, seperti pemasangan CCTV dan sistem alarm, untuk mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang.**

Editor  :  Ricky Sambari

(Redaksi/RH) 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow