Pemdes Pulau Tongah, Sosialisasikan Ke Masyarakat Terkait Pencegahan dan Penanganan Stunting
RAHMADNEWS.COM | KUANSING - Pemerintah Desa Pulau Tongah, Kecamatan Benai, Kabupaten Kuantan Singingi menggelar Sosialisasi Masyarakat terkait Stunting dengan mengangkat tema “Perbaiki pola makan, pola asuh dan sanitasi untuk terhindar dari Stunting. Pada Sabtu (28/12/2024) pagi
Acara ini di buka langsung oleh Kasi PMD Kecamatan Benai Hendry Putra Utama,
Narasumber dari Kepala Puskesmas Benai, Ns. ADAM SMET, S.Kep, Pj Kepala Desa Pulau Tongah,YUNIUS serta perangkat, ketua BPD serta anggota dan masyarakat.
Adapun Pemateri Sosialisasi Masyarakat terkait Stunting dibawakan oleh 2 narasumber yakni Kepala Puskesmas Kecamatan Benai, Ns. ADAM SMET, S. Serta Kasi PMD Kecamatan Benai, Hendry Putra Utama dan peserta sosialisasinya adalah masyarakat Desa Pulau Tongah yang merupakan sasaran dengan jumlah 54 orang" yaitu ibu Hamil 7 orang, ibu menyusui eksklusif 4 orang, anak 6-12 bulan 4 orang, anak 1-3 tahun 22 orang dan kader posyandu 17 orang.
PJ Kepala Desa Pulau Tongah Yunius mengatakan bahwa acara sosialisasi ini digelar dan merupakan program nasional. Dimana Pemerintah Desa sebagai perpanjangan tangan pemerintah pusat berkewajiban menyukseskan program nasional ini dapat terlaksana sampai ke Pelosok Desa sehingga akan meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat di Desa terkait apa itu stunting.
“Masyarakat di Desa terkhusus masyarakat Desa Pulau Tongah masih banyak yang awam terkait dengan stunting sehingga perlu di tingkatkan pemahamannya terkait apa itu stunting, bagaiamana upaya pencegahan secara dini dan penanganannya apabila ada anak dibawah usia 2 tahun yang terindikasi stunting,” ungkap PJ kades Yunius.
Sementara, kepala puskesmas Kecamatan Benai, Ns. ADAM SMET, S.Kep dalam materinya mengatakan bahwa upaya pencegahan stunting dapat dilakukan pada masa kehamilan dengan tetap secara rutin dan sesuai usia kehamilannya memeriksakan diri baik itu di Puskesmas, Posyandu, Puskesdes ataupun diklinik, sehingga kesehatan ibu hamil dan kondisi kandungan dapat terkontrol kesehatannya.
“Saya menghimbau kepada ibu-ibu dalam masa kehamilannya secara rutin ke puskesman, posyandu, puskesdes atau klinik terdekat untuk memeriksa perkembangan kehamilannya dan mengikuti anjuran-anjuran yang disampaikan oleh petugas kesehatan atau bidan sebagai upaya pencegahan terjadinya stunting,” imbuhnya.
Selain itu, Adam Smet, S.Kep juga mengungkapkan bahwa selama masa kehamilan harus juga menjaga pola makan dan makanan tambahan yang dibutuhkan baik itu sang ibu hamil itu sendiri maupun kesehatan janin dalam kandungan.
Ditempat yang sama, Kasi PMD Kecamatan Benai Hendry Putra Utama, secara teknis menjelaskan bahwa ada tiga hal yang dapat menyebabkan terjadinya stunting yakni pola makan, pola asuh dan sanitasi lingkungan.
“Untuk mencegah terjadinya stunting pada masa kehamilan dan pasca melahirkan harus memperbaiki pola makan dengan gizi yang seimbang sehingga akan memperbaiki pertumbuhan anak hingga usia 1000 hari atau sampai usia 2 tahun yang dianjurkan memberikan ASI ekslusif karena pada usia 2 tahun merupakan usia emas pada anak dimana pada usia emas ini menentukan apakah anak tersebut akan mengalami stunting atau akan tumbuh dengan baik,” Terangnya.
Sebelum mengakhiri paparannya Ia mengajak seluruh stakeholder dan lapisan masyarakat untuk bersama-sama mendukung salah satu program nasional untuk mencegah dan menanggulangi terjadinya stunting pada anak yang merupakan generasi penerus bangsa dimasa yang akan datang, ujarnya.
Terpantau, Setelah acara Sosialisasi Masyarakat terkait Stunting, dilanjutkan dengan penyaluran susu SGM tambahan kepada warga sebanyak 54 peserta sasaran sebagaimana dijelaskan di atas yang bersumber dari APBDes Dana Desa Tahun anggaran 2024.
Jailani
What's Your Reaction?




