Pelaku Jambret Babak Belur Dihajar Warga di Mlati, Sleman
RAHMADNEWS.COM | YOGYAKARTA – Aksi nekat seorang pria berinisial JRM (19), warga Sidomoyo, Tegalrejo, Kota Yogyakarta, berakhir tragis setelah dirinya babak belur dihajar warga usai merampas sebuah telepon genggam di kawasan Kapanewon Mlati, Sleman, Rabu (15/10/2025) sekitar pukul 11.00 WIB.
Kapolsek Mlati Kompol Edi Mulyono menjelaskan, peristiwa itu bermula saat korban SN (48), warga Sinduadi, Mlati, baru saja keluar dari Rumah Sakit Sakina Idaman dan berjalan kaki melewati jalan kecil di dekat SMK Dirgantara. Korban memilih jalur tersebut karena suasananya sejuk dan teduh di bawah rimbun pepohonan.
“Saat korban berjalan sambil menggunakan handphone, tiba-tiba pelaku datang dari arah belakang dengan mengendarai motor Honda Beat tanpa pelat nomor,” ujar Kompol Edi saat jumpa pers di Mapolsek Mlati, Jumat (17/10/2025).
Pelaku kemudian mendekat dari sisi kanan dan dengan cepat merampas handphone korban menggunakan tangan kirinya.
Korban yang terkejut spontan berusaha mempertahankan barang miliknya dengan kedua tangan. Namun, karena kondisinya masih dalam masa pemulihan pasca operasi pembuluh darah, SN tidak mampu melawan tarikan kuat pelaku dan akhirnya tersungkur ke jalan.
“Setelah berhasil merebut handphone, pelaku langsung kabur tancap gas. Korban yang jatuh ke jalan spontan berteriak ‘Maling! Maling!’ hingga menarik perhatian warga sekitar,” ungkap Edi.
Teriakan korban membuat sejumlah warga segera berlari mengejar pelaku. Tak butuh waktu lama, pelaku berhasil ditangkap beberapa meter dari lokasi kejadian. Amarah warga pun tak terbendung, pelaku dihujani bogem mentah sebelum akhirnya diamankan oleh petugas kepolisian yang datang ke lokasi.
“Pelaku berikut barang bukti berupa satu unit handphone korban dan sepeda motor Honda Beat kami amankan ke Polsek Mlati untuk proses hukum lebih lanjut,” tegas Kapolsek.
Edi menambahkan, pihaknya tengah melakukan pendalaman untuk memastikan apakah pelaku merupakan bagian dari jaringan penjambret yang kerap beraksi di wilayah Sleman dan Yogyakarta.
“Kasus ini masih kami kembangkan. Kami juga mengimbau masyarakat agar lebih waspada saat menggunakan handphone di jalan, terutama di jalur sepi,” pungkasnya.**
Editor : Ricky Sambari
(Redaksi/RH)
What's Your Reaction?




