Malam 1 Muharram, Ribuan Warga Padati Jantung Kota Pekanbaru dalam Doa Akbar Menyongsong Kebangkitan Nusantara

Jun 18, 2026 - 14:45
 0  12
Malam 1 Muharram, Ribuan Warga Padati Jantung Kota Pekanbaru dalam Doa Akbar Menyongsong Kebangkitan Nusantara

RAHMADNEWS.COM | PEKANBARU – Ribuan masyarakat dari berbagai elemen berkumpul dalam suasana khidmat dan penuh nuansa budaya Melayu pada kegiatan bertajuk “Doa Selamat Menyongsong Bangkitnya Nusantara” yang digelar bertepatan dengan malam 1 Muharram 1448 Hijriah, Selasa (16/6/2026), di Jalan Sultan Syarif Qasim, tepat di depan Masjid Agung An-Nur Pekanbaru.

Kegiatan yang diprakarsai oleh Penggawa Melayu Riau tersebut menjadi momentum spiritual sekaligus budaya yang menyatukan berbagai kalangan masyarakat untuk memanjatkan doa bagi keselamatan bangsa Indonesia serta harapan akan bangkitnya peradaban Nusantara yang berlandaskan nilai-nilai keagamaan, persatuan, dan kearifan lokal.

Diperkirakan sekitar 7.000 peserta hadir memadati lokasi kegiatan. Mereka terdiri dari tokoh adat, tokoh agama, akademisi, pemuda, komunitas budaya, hingga masyarakat umum yang datang dari berbagai daerah di Provinsi Riau. Kehadiran ribuan peserta menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat terhadap kegiatan yang memadukan unsur religius dan pelestarian budaya Melayu tersebut.

Acara diawali dengan pembukaan oleh protokol yang kemudian dilanjutkan dengan doa bersama yang dipimpin oleh H. Ahmadi, SHI, MH dari Kementerian Agama melalui Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Lima Puluh. Dalam suasana yang penuh kekhusyukan, para peserta bersama-sama memanjatkan doa demi keselamatan bangsa, kesejahteraan masyarakat, serta mengenang jasa para pendahulu dan tokoh bangsa yang telah berkontribusi bagi pembangunan Indonesia.

Ketua panitia pelaksana menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya menjadi agenda keagamaan dalam menyambut Tahun Baru Islam, tetapi juga menjadi sarana memperkuat nilai persatuan dan kebersamaan masyarakat di tengah berbagai tantangan yang dihadapi bangsa saat ini.

Memasuki pukul 20.00 WIB, rangkaian acara dilanjutkan dengan penyerahan penghargaan dari Pusat Kajian dan Penelitian Tokoh-Tokoh Nusantara (Centre for Studies and Research Indonesian Figures) kepada sejumlah tokoh yang dinilai memiliki dedikasi, integritas, dan kontribusi nyata bagi kemajuan masyarakat serta pembangunan bangsa.

Salah satu tokoh yang hadir dalam kegiatan tersebut adalah motivator nasional Dr. H. Ketut Abid Halimi, S.Pd.I., M.Pd.C., HT, pengasuh Pondok Pesantren Alam Barzah Al Mahribi Mojokerto, Jawa Timur. Sosok yang dikenal luas dalam dunia pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia itu sebelumnya meraih predikat The Best ASEAN Choice Motivator 2024 dan pada tahun 2026 kembali memperoleh penghargaan bergengsi Global Awards 2026.

Puncak kegiatan berlangsung pada pukul 20.15 WIB melalui ceramah kebangsaan dan motivasi bertema “Renungan Kebangkitan Diri dan Kebangkitan Nusantara” yang disampaikan oleh Dr. Ketut Abid Halimi. Dalam tausiyahnya, ia menekankan bahwa kebangkitan bangsa harus dimulai dari kebangkitan individu melalui penguatan karakter, spiritualitas, dan akhlak yang mulia.

Menurutnya, Indonesia memiliki modal besar berupa keberagaman budaya, kekayaan sumber daya alam, serta semangat gotong royong yang diwariskan para leluhur. Namun, seluruh potensi tersebut hanya dapat diwujudkan menjadi kekuatan nasional apabila masyarakat mampu menjaga persatuan dan menjunjung tinggi nilai-nilai moral dalam kehidupan sehari-hari.

“Kebangkitan Nusantara harus dimulai dari kebangkitan hati, kebangkitan akhlak, dan kesadaran untuk terus bersatu. Jika setiap individu memperbaiki dirinya, maka keluarga akan kuat, masyarakat akan kuat, dan pada akhirnya bangsa Indonesia akan menjadi bangsa yang maju, beradab, dan bermartabat,” ujarnya di hadapan ribuan peserta.

Di sela kegiatan, Ketut Abid Halimi juga mengungkapkan rasa syukur atas penghargaan Global Awards 2026 yang diterimanya. Ia menilai penghargaan tersebut merupakan amanah sekaligus motivasi untuk terus mengabdikan diri kepada masyarakat melalui pendidikan, dakwah, dan penguatan nilai-nilai kebangsaan.

“Saya memandang penghargaan Global Awards 2026 ini sebagai amanah yang semakin menguatkan tekad untuk terus mengabdi kepada masyarakat. Karena itu, saya merasa bersyukur dapat hadir dalam kegiatan bertema ‘Doa Selamat Menyongsong Bangkitnya Nusantara’ bersama ribuan tokoh dan masyarakat Melayu di Riau,” katanya.

Setelah sesi ceramah dan renungan selesai, para peserta mengikuti tradisi makan berhidang yang menjadi salah satu warisan budaya Melayu. Tradisi tersebut menggambarkan nilai kebersamaan, kesetaraan, dan kekeluargaan yang telah lama menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Melayu.

Suasana semakin meriah ketika Sanggar Tari Laksmana menampilkan tari Zapin yang memukau para hadirin. Gerakan tari yang anggun berpadu dengan alunan musik Melayu menghadirkan nuansa budaya yang kental dan menjadi simbol pelestarian warisan seni tradisional di tengah perkembangan zaman.

Kegiatan berlangsung hingga malam hari dalam suasana aman, tertib, dan penuh kehangatan. Ribuan peserta tampak larut dalam kebersamaan yang tercipta sepanjang acara, mencerminkan semangat persatuan yang menjadi pesan utama kegiatan tersebut.

Melalui penyelenggaraan “Doa Selamat Menyongsong Bangkitnya Nusantara”, Penggawa Melayu Riau kembali menegaskan komitmennya untuk menjaga marwah adat dan budaya Melayu, sekaligus memperkuat nilai-nilai persatuan, kebangsaan, dan spiritualitas sebagai fondasi menuju Indonesia yang lebih maju, berdaulat, bermartabat, dan senantiasa mendapat keberkahan dari Allah SWT.

Malam pergantian tahun Hijriah di jantung Kota Pekanbaru itu pun menjadi lebih dari sekadar peringatan keagamaan. Ia menjelma menjadi panggung kebersamaan yang menyatukan doa, budaya, dan harapan besar bagi masa depan Nusantara.**

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow