Jasa Raharja Siapkan Pegawai Hadapi Masa Pensiun Lewat Program Training Purnabakti 2025

Oct 19, 2025 - 11:13
 0  16
Jasa Raharja Siapkan Pegawai Hadapi Masa Pensiun Lewat Program Training Purnabakti 2025

RAHMADNEWS.COM | JAKARTA – Sebagai wujud komitmen dalam menciptakan lingkungan kerja yang sehat, adaptif, dan berkelanjutan, PT Jasa Raharja terus mengedepankan program pengembangan pegawai yang berorientasi pada kesejahteraan serta keseimbangan hidup. Salah satu inisiatif terbarunya adalah Program Training Purnabakti 2025, yang diselenggarakan oleh Divisi Human Capital – Direktorat SDM & Umum, sebagai bentuk nyata perhatian perusahaan terhadap kesiapan seluruh insan Jasa Raharja menjelang masa pensiun.

Program ini merupakan bagian dari strategi perusahaan dalam membangun Employee Value Proposition (EVP) pada aspek wellness. Melalui kegiatan ini, Jasa Raharja ingin memastikan setiap pegawai memiliki pengetahuan, kesiapan, dan rencana yang matang untuk menghadapi masa pensiun dengan tetap produktif, mandiri, dan sejahtera.

Adapun Training Purnabakti 2025 terbagi ke dalam dua batch. Batch pertama diikuti oleh 73 pegawai berusia 45 tahun, sedangkan batch kedua diikuti oleh 58 pegawai berusia 50 tahun yang diproyeksikan akan memasuki masa pensiun pada tahun 2030.

Direktur SDM dan Umum Jasa Raharja, Rubi Handojo, menyampaikan apresiasinya terhadap langkah Divisi Human Capital yang memberikan pembekalan lebih dini kepada para pegawai.

“Saya sambut baik inisiatif dari Divisi Human Capital untuk memberi pembekalan lebih dini kepada kita semua. Siapa pun kita, karena pernah bekerja dan aktif, tentu harus menyiapkan diri. Persiapan ini bukan hanya soal kesehatan finansial, tapi juga sosial dan spiritual. Saya yakin, semakin baik persiapan yang dilakukan, maka dampaknya juga akan semakin besar, baik bagi diri sendiri maupun perusahaan,” ujar Rubi.

Kegiatan ini dirancang sebagai proses pembelajaran yang menyeluruh dengan fokus pada empat aspek utama, yaitu ekonomi, kewirausahaan, psikologis, dan jejaring bisnis (business networking).

● Aspek ekonomi, peserta mendapatkan pembekalan financial management dan asset management agar mampu mengelola keuangan secara bijak dan berkelanjutan.

● Aspek kewirausahaan dan digital marketing, membekali peserta dengan wawasan pengembangan usaha dan peluang bisnis di era digital.

● Aspek psikologis, menekankan pada kesiapan mental dan spiritual melalui sesi mental switching, pola hidup sehat, serta retirement advising.

● Aspek jejaring bisnis, mendorong peserta untuk membangun relasi dan kolaborasi agar tetap produktif setelah masa purnabakti.

Dalam pelaksanaannya, program ini mengombinasikan metode experiential learning yang interaktif dan relevan dengan kebutuhan peserta. Terdapat dua jenis pelatihan utama, yakni:

1. Experiential Workshop – Wealth Academy (Wake Up Call), yang diselenggarakan secara daring bagi peserta berusia 45 tahun.

2. Ready to Retire – Brilliant Retirement, digelar secara hybrid di Ballroom Kantor Pusat Jasa Raharja untuk peserta berusia 50 tahun.

Kedua pelatihan ini meliputi tahapan pre-assessment, in-class learning, business visit, dan post-workshop group coaching sebagai bentuk tindak lanjut dari proses pembelajaran.

Lebih lanjut, Rubi Handojo menjelaskan bahwa perhatian perusahaan terhadap kesejahteraan pegawai juga diwujudkan melalui inovasi digital, khususnya di bidang keuangan.

“Dari sisi perusahaan, banyak inovasi yang sudah dilakukan, salah satunya adalah rencana pembuatan Kalkulator Investasi yang dapat membantu karyawan melakukan self-assessment terhadap kesehatan keuangannya. Setelah melihat hasilnya, perusahaan akan membantu menyusun financial planning dan mengarahkan investasinya secara lebih optimal,” terangnya.

Melalui pelaksanaan Training Purnabakti 2025, Jasa Raharja menegaskan komitmennya untuk menciptakan budaya kerja yang tidak hanya berfokus pada kinerja, tetapi juga memperhatikan keberlanjutan kesejahteraan pegawai. Dengan pembekalan menyeluruh ini, diharapkan seluruh insan Jasa Raharja dapat menghadapi masa purnabakti dengan kesiapan mental, sosial, dan finansial yang kuat—serta menjadi teladan dalam mengelola kehidupan pasca-karier.**

Editor  :  Ricky Sambari

(Redaksi/RH) 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow