Jalan Dilebarkan, Kemacetan Kian Parah di Depan SMAN 1 Kota Pekanbaru, Kemana Pemko Pekanbaru?
RAHMADNEWS.COM | PEKANBARU - Kebijakan pemerintah provinsi untuk memperlebar jalan di sekitar SMA Negeri 1 Pekanbaru dan Mesjid Raya An-Nur tepatnya jalan Jl. Sultan Syarif Qasim Kec. Lima Puluh, Kota Pekanbaru, yang awalnya diharapkan dapat mengurangi kemacetan, justru menimbulkan masalah baru.
Mesjid terpaksa mempersempit area pagarnya untuk mendukung proyek pelebaran jalan, namun hal ini malah berdampak pada semakin sempitnya ruang untuk lalu lintas, terutama saat jam-jam padat.
Alih-alih mengatasi kepadatan, pelebaran jalan ini justru menarik lebih banyak kendaraan yang parkir di sepanjang jalur, memperburuk kemacetan di sekitar SMA Negeri 1. Kendaraan yang parkir berlapis di sepanjang jalan membuat arus lalu lintas terhambat, bahkan merambah ke ruas jalan yang seharusnya bebas dari hambatan.
Gio, salah seorang pengendara bermotor, mengungkapkan kekesalannya terhadap situasi ini. "Saya setiap hari melewati jalan ini, ya begini lah kondisinya, macet. Yang lebih parah lagi, seolah-olah pihak SMA Negeri 1 Pekanbaru tutup mata terhadap kondisi ini. Padahal, kendaraan yang parkir itu milik wali murid yang sedang menunggu anaknya pulang sekolah dan yang perlu diingat ini Jalan umum bukan pekarangan sekolah," ujarnya dengan nada kesal.
Ia menambahkan, "Jika begini terus setiap hari, berarti pemerintah telah gagal dalam merencanakan tata kelola kota Pekanbaru, Saya yang menggunakan sepeda motor saja susah untuk bergerak, apalagi yang menggunakan kendaraan roda empat, pasti lebih kesal," tambahnya.
Warga Pekanbaru mempertanyakan peran pemerintah kota dalam menangani kemacetan yang semakin parah, terutama di sekitar SMA Negeri 1 dan kawasan Masjid Raya An-Nur. Banyak warga yang merasa bahwa instansi terkait, seperti Dinas Perhubungan (Dishub), seolah membiarkan kemacetan ini terjadi tanpa penanganan yang serius.
Mereka berharap Pj Walikota Pekanbaru segera turun tangan dan memberikan teguran tegas kepada Dishub yang dinilai belum optimal dalam mengelola lalu lintas di kawasan tersebut.
“Seharusnya ada tindakan nyata dari pemerintah kota, jangan hanya diam saja. Kita perlu solusi yang efektif, bukan hanya memperlebar jalan tanpa perencanaan yang matang,” ujar salah satu warga dengan nada kecewa.
Warga meminta adanya langkah-langkah strategis, seperti penataan ulang parkir dan pengaturan arus lalu lintas di area yang padat kendaraan, agar kemacetan ini tidak semakin memburuk.
Keterlibatan langsung Pj Walikota diharapkan dapat memberikan efek positif, serta memastikan Dishub menjalankan fungsinya dengan lebih baik. Warga juga menyarankan pemerintah untuk meningkatkan pengawasan dan menerapkan aturan tegas untuk memastikan kenyamanan bagi seluruh pengguna jalan.**
What's Your Reaction?




