Darurat Longsor Kampar! Syahrul Aidi Turun Gunung Kawal Penanganan Tebing Sungai
RAHMADNEWS. COM | KAMPAR – Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Dr. H. Syahrul Aidi, Lc, MA, melaksanakan kunjungan kerja penting ke Kabupaten Kampar, Riau, pada Sabtu (18/5/2025). Dalam lawatan tersebut, ia meninjau langsung sebelas titik rawan longsor yang tersebar di sepanjang aliran Sungai Kampar Kanan, kawasan yang dikenal memiliki potensi tinggi terhadap bencana abrasi dan longsor tebing.
Kunjungan ini dilakukan bersama Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Jaringan Sumber Daya Air Balai Wilayah Sungai (Satker PJSA BWS) Wilayah III Sumatera, Muhammad Efendi, yang mewakili Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PUPR.
Peninjauan dimulai dari Desa Alam Panjang di Kecamatan Rumbio Jaya. Di desa ini, Syahrul Aidi melihat langsung kondisi tebing sungai yang mulai terkikis arus, mengancam pemukiman dan lahan pertanian warga. Setelah itu, rombongan bergerak ke wilayah Kecamatan Kampa, mengunjungi beberapa desa yang terdampak kerusakan serupa seperti Desa Sungai Tarap, Tanjung Bungo, dan Koto Perambahan.
Perjalanan kemudian dilanjutkan ke Kecamatan Tambang, di mana Syahrul Aidi menyempatkan waktu berdialog langsung dengan warga di Pulau Permai, Desa Aur Sati, serta Desa Pulau Luas. Di beberapa titik, warga menunjukkan bekas-bekas longsor yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir, menyebabkan sejumlah tanah pertanian rusak dan memaksa warga membatasi aktivitas di sekitar bantaran sungai.
Dalam keterangannya kepada media, Syahrul Aidi menegaskan pentingnya percepatan penanganan kawasan rawan longsor di sepanjang Sungai Kampar Kanan. Menurutnya, masalah ini tidak bisa lagi ditunda karena menyangkut keselamatan jiwa dan keberlangsungan hidup masyarakat di daerah tersebut.
“Ini bukan hanya soal infrastruktur, tapi juga tentang keselamatan warga. Jika dibiarkan, longsor dapat mengancam permukiman, lahan produktif, dan akses jalan warga. Kita akan perjuangkan ini agar segera masuk dalam skala prioritas nasional,” tegasnya.
Syahrul Aidi berharap kunjungan ini dapat menjadi dasar penyusunan rekomendasi kebijakan pembangunan infrastruktur pengaman tebing sungai, seperti pembangunan turap beton, penguatan struktur tanah, dan sistem drainase terpadu. Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten agar permasalahan ini bisa ditangani secara komprehensif.
Muhammad Efendi dari BWS Wilayah III Sumatera menambahkan bahwa pihaknya akan melakukan verifikasi teknis terhadap titik-titik rawan longsor yang telah dikunjungi. "Setelah kunjungan ini, kami akan menyusun laporan teknis dan mengusulkannya dalam perencanaan kegiatan tahun anggaran mendatang," jelasnya.
Kunjungan ini disambut hangat oleh warga yang selama ini merasa khawatir terhadap kondisi tebing sungai yang terus terkikis. Banyak dari mereka yang menyampaikan keluhan dan harapan secara langsung kepada Syahrul Aidi. “Kami senang Pak Dewan datang langsung ke sini. Sudah lama kami menunggu perhatian dari pusat,” ujar Wati, warga Desa Aur Sati.
Peninjauan 11 titik rawan longsor oleh Syahrul Aidi ini menjadi bukti nyata bahwa anggota legislatif dapat menjadi jembatan antara suara rakyat dan kebijakan pusat. Dalam suasana penuh empati, ia mengakhiri kunjungannya dengan harapan agar tahun 2025 menjadi momentum awal perbaikan serius terhadap daerah-daerah rawan bencana di sepanjang Sungai Kampar Kanan.
“InsyaAllah, kami akan terus kawal agar masyarakat Kampar mendapatkan perlindungan maksimal dari ancaman bencana. Ini adalah tanggung jawab moral kita semua,” pungkas Syahrul Aidi. **
Editor : Ricky Sambari
(Redaksi/RH)
What's Your Reaction?




