Batik Rifaiyah Batang Ditetapkan Sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia 2025

Oct 13, 2025 - 11:30
 0  18
Batik Rifaiyah Batang Ditetapkan Sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia 2025

RAHMADNEWS.COM | BATANG – Kabar membanggakan datang dari Kabupaten Batang, Jawa Tengah. Batik Rifaiyah yang dikenal sebagai batik khas dengan nilai religius dan filosofi luhur, akhirnya resmi ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Indonesia tahun 2025 oleh Kementerian Kebudayaan RI.

Penetapan ini diumumkan secara daring melalui zoom meeting pada Jumat (10/10/2025), usai pelaksanaan Sidang Penetapan WBTB Indonesia yang digelar pada 7 Oktober 2025 di Jakarta.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Batang, Bambang Suryantoro Sudibyo, mengungkapkan rasa syukur dan bangganya atas pencapaian bersejarah tersebut.

“Batik Rifaiyah masuk kategori kemahiran kerajinan tradisional. Pengumuman dilakukan Jumat kemarin, dan ini menjadi kebanggaan besar bagi masyarakat Batang,” ujarnya saat ditemui di kantornya, Senin (13/10/2025).

Menurut Bambang, perjalanan menuju pengakuan ini tidak mudah. Tim dari Kabupaten Batang yang terdiri dari unsur pemerintah daerah, ahli budaya, dan para perajin batik Rifaiyah, telah melalui proses panjang dan seleksi ketat sejak tahun lalu, bersaing dengan berbagai daerah di Indonesia.

“Tim kami memaparkan bagaimana tradisi membatik Rifaiyah diwariskan secara turun-temurun, terutama oleh para perempuan. Mereka belajar langsung dari ibu, kemudian diturunkan kepada anak perempuannya. Ini bukan sekadar keterampilan, tetapi warisan nilai dan filosofi hidup,” jelas Bambang.

Ia menegaskan, tantangan sebenarnya justru dimulai setelah penetapan sebagai WBTB. Pemerintah daerah kini memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan agar tradisi membatik Rifaiyah tetap hidup dan berkembang di tengah arus modernisasi.

“Yang berat itu melestarikan budaya. Karena ini milik masyarakat, pemerintah harus hadir untuk mendukung keberlanjutan kegiatan para pembatik Rifaiyah agar mereka terus produktif dan eksis,” tegasnya.

Bambang juga berharap, pengakuan nasional ini menjadi momentum kebangkitan Batang sebagai salah satu pusat batik di Jawa Tengah, mengingat sejarah mencatat banyak perajin di wilayah Pekalongan berasal dari Batang.

“Batik Rifaiyah ini menjadi WBTB kedua asal Batang yang diakui secara nasional, setelah Serabi Kalibeluk yang ditetapkan pada 2024. Artinya, Batang memiliki kekayaan budaya luar biasa, baik benda maupun tak benda. Ini warisan penting bagi generasi mendatang bahwa Batang sejak dulu sudah memiliki peradaban dan kreativitas tinggi,” tandasnya.

Kabar bahagia ini juga disambut penuh rasa syukur oleh para pembatik Rifaiyah. Ketua Kelompok Pembatik Rifaiyah, Miftakhutin, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung perjuangan mereka hingga akhirnya mendapat pengakuan nasional.

“Kami sangat bersyukur. Ini hasil kerja keras bersama antara perajin, pemerintah daerah, dan seluruh masyarakat Batang yang peduli terhadap warisan budaya kita,” ujarnya.

Miftakhutin menjelaskan, Batik Rifaiyah dikenal memiliki ciri khas tersendiri dibandingkan batik dari daerah lain. Motifnya sarat dengan nilai-nilai keagamaan, kesederhanaan, serta ajaran moral yang diwariskan oleh komunitas Rifaiyah di pesisir utara Jawa.

“Dengan penetapan ini, Batik Rifaiyah resmi menjadi simbol kebanggaan masyarakat Batang. Tidak hanya karena keindahan motifnya, tetapi juga makna spiritual dan filosofi hidup yang terkandung dalam setiap goresan malamnya,” pungkasnya.**

Editor  :  Ricky Sambari

(Redaksi/RH) 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow