Daya Beli Anjlok, UMKM Nyaris Mati: Ade Hartati Minta Pemda Jangan Diam

Jun 15, 2025 - 09:01
 0  15
Daya Beli Anjlok, UMKM Nyaris Mati: Ade Hartati Minta Pemda Jangan Diam
politisi dan tokoh perempuan Riau, Ade Hartati Rahmat,

RAHMADNEWS.COM | PEKANBARU — Di tengah makin banyaknya keluhan masyarakat terkait kondisi ekonomi yang kian memburuk, politisi dan tokoh perempuan Riau, Ade Hartati Rahmat, menunjukkan kepeduliannya dengan turun langsung mendengar jeritan hati rakyat. Selama beberapa hari terakhir, rumahnya menjadi tempat masyarakat dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menyampaikan berbagai keluh kesah mereka.

Dari pertemuan tersebut, diketahui bahwa beban ekonomi warga semakin berat. Banyak pelaku usaha kecil terancam gulung tikar akibat kesulitan akses permodalan, sementara daya beli masyarakat terus menurun. Fenomena ini mencerminkan krisis yang tidak lagi bisa diabaikan oleh pemangku kepentingan.

“Saya tidak bisa tinggal diam ketika rakyat kecil semakin terjepit. Kita harus segera cari solusi bersama,” tegas Ade saat ditemui Minggu (15/6/2025).

Ade mengingatkan kembali pengalaman nasional saat masa pandemi COVID-19 (2020–2021), ketika pemerintah pusat mengambil langkah cepat dengan memberikan stimulus dan bantuan langsung kepada masyarakat serta pelaku UMKM. Menurutnya, model pendekatan seperti itu perlu kembali diterapkan secara lokal oleh pemerintah provinsi, kabupaten, dan kota.

“Pemerintah daerah tidak boleh hanya menjadi penonton. Kita perlu langkah konkret dan terobosan kebijakan yang langsung menyentuh kebutuhan rakyat, terutama pedagang kecil dan masyarakat rentan,” ujar anggota DPRD Provinsi Riau ini.

Lebih lanjut, Ade menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta. Perusahaan besar dan kelompok ekonomi mapan diharapkan turut serta dalam semangat gotong royong untuk membantu para pelaku UMKM yang saat ini berada di titik nadir.

“Kalau UMKM mati, maka perekonomian daerah juga ikut mati. Dan untuk menghidupkannya kembali akan jauh lebih sulit dan mahal. Ini bukan hanya soal bantuan, tapi soal keberpihakan,” tambahnya.

Dalam konteks pertumbuhan ekonomi yang stagnan pada pertengahan triwulan II tahun 2025, Ade menilai perlu adanya pergeseran anggaran dan intervensi nyata yang terstruktur. Ia juga mengingatkan agar persoalan ini tidak dibiarkan terlalu lama, karena akan menimbulkan gelombang kemiskinan baru yang lebih luas dan sulit ditangani.

“Saya berharap pemerintah jangan hanya menunggu. Dengarkan jeritan rakyat dan segera turun tangan. Ini bukan hanya soal angka statistik, tapi tentang kehidupan nyata masyarakat yang mulai kehilangan harapan,” tegas Ade mengakhiri pernyataannya.

Dengan sorotan dan seruan tegas ini, publik kini menanti apakah pemerintah daerah akan segera merespons kondisi darurat ekonomi rakyat, atau justru membiarkan krisis ini berlarut-larut tanpa arah penyelesaian yang jelas.**

Editor  :  Ricky Sambari

(Redaksi/RH) 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow