Ambisi Manusia Ubah Bumi: NASA Ungkap Dampak Bendungan Tiga Ngarai Tiongkok terhadap Rotasi Planet

Jun 21, 2025 - 02:18
 0  48
Ambisi Manusia Ubah Bumi: NASA Ungkap Dampak Bendungan Tiga Ngarai Tiongkok terhadap Rotasi Planet
Bendungan Tiga Ngarai, yang menampung 10 triliun galon air pada kapasitas penuh, dapat memengaruhi lamanya hari-hari di Bumi. Istimewa

RAHMADNEWS.COM | JAKARTA - Dari gedung pencakar langit hingga bendungan raksasa, ambisi manusia untuk membangun infrastruktur berskala besar telah mengubah wajah Bumi secara dramatis. Namun, dampaknya ternyata tidak hanya pada permukaan planet ini bahkan bisa menyentuh aspek fisik paling mendasar: rotasi Bumi itu sendiri.

Salah satu temuan mengejutkan datang dari studi NASA terkait Bendungan Tiga Ngarai di Tiongkok, bendungan hidroelektrik terbesar di dunia. Dalam laporan tersebut, NASA mengungkap bahwa proyek raksasa ini ternyata dapat memengaruhi rotasi Bumi sesuatu yang selama ini terdengar mustahil.

Bendungan Tiga Ngarai bukan sekadar keajaiban teknik. Dengan kapasitas tampung mencapai 10 triliun galon air, struktur ini menjadi simbol nyata bagaimana proyek buatan manusia dapat mengubah keseimbangan sistem alami. Skala besar dari reservoir air yang ditahan bendungan tersebut menyebabkan redistribusi massa Bumi, yang menurut ilmuwan NASA, berdampak pada perubahan panjang hari di Bumi sebesar 0,06 mikrodetik.

Meski angka tersebut tampak tidak signifikan, pergeseran ini mencerminkan betapa sensitifnya sistem planet terhadap perubahan fisik, bahkan dari aktivitas buatan manusia.

Konsep bahwa struktur buatan manusia dapat memengaruhi rotasi planet pernah menjadi bahan spekulasi ilmiah. Namun, dengan kemajuan teknologi pemantauan geofisika, hipotesis tersebut kini menemukan dukungan empiris. Sebelumnya, gempa bumi besar seperti gempa Samudera Hindia 2004 pun tercatat memperpendek panjang hari hingga 2,68 mikrodetik, akibat perubahan mendalam pada struktur seismik Bumi.

Hal serupa terjadi pada Bendungan Tiga Ngarai. Air dalam jumlah luar biasa besar yang tertahan dalam satu wilayah telah menggeser massa Bumi secara halus namun terukur. Pergeseran ini berdampak langsung terhadap siklus waktu harian dan bahkan sistem teknologi yang bergantung pada presisi waktu ekstrem, seperti GPS.

Meski bendungan ini dibangun untuk menyediakan sekitar 10% dari kebutuhan energi Tiongkok, faktanya, menurut data yang dikutip dari Glassalmanas, saat ini bendungan tersebut hanya menghasilkan sekitar 3% energi nasional. Kesenjangan antara ekspektasi dan realisasi itu menyoroti betapa kompleksnya hubungan antara proyek infrastruktur besar dan lingkungan.

Selain produksi energi, proyek ini juga mengubah keseimbangan massa global, yang berpotensi menimbulkan implikasi luas terhadap pola iklim, pengukuran waktu, dan sistem navigasi satelit.

Ketika manusia terus membangun megaproyek yang semakin ambisius, penting untuk bertanya: apa saja konsekuensi tersembunyi yang mungkin muncul? Hingga kini, banyak proyek infrastruktur raksasa lebih menitikberatkan pada keuntungan langsung seperti pengendalian banjir atau suplai energi.

Namun, temuan NASA mengingatkan bahwa dampak jangka panjang terhadap rotasi Bumi, kemiringan poros, dan iklim global tidak boleh diabaikan. Dunia yang saling terhubung ini menuntut kita untuk melihat lebih jauh dari sekadar manfaat ekonomi dan teknologi kita juga harus mempertimbangkan kerentanan sistem planet yang menopang kehidupan kita.**

Editor  :  Ricky Sambari

(Redaksi/RH) 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow