Warga Rohil Dibekali Ilmu Deteksi Pangan Berbahaya, BBPOM Pekanbaru dan dr. Maharani Gelar KIE Tokoh Masyarakat

May 5, 2026 - 19:19
 0  6
Warga Rohil Dibekali Ilmu Deteksi Pangan Berbahaya, BBPOM Pekanbaru dan dr. Maharani Gelar KIE Tokoh Masyarakat

RAHMADNEWS. COM | ROHIL – Upaya melindungi masyarakat dari ancaman peredaran obat dan makanan berbahaya terus digencarkan. Balai Besar POM di Pekanbaru bersama Anggota Komisi IX DPR RI, dr. Maharani, menggelar kegiatan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) Tokoh Masyarakat pada Selasa (5/5/2026) di Tanah Putih Tanjung Melawan, Kabupaten Rokan Hilir.

Ratusan warga desa tampak antusias mengikuti kegiatan yang berfokus pada peningkatan literasi keamanan pangan tersebut. Edukasi ini diarahkan untuk mendorong kemandirian masyarakat dalam memilih produk yang aman dikonsumsi keluarga sehari-hari, sekaligus membangun kesadaran kolektif untuk menolak peredaran produk ilegal di lingkungan sekitar.

Kepala Balai Besar POM di Pekanbaru, Alex Sander, dalam pemaparannya memperkenalkan peran strategis lembaganya sebagai garda terdepan pengawasan obat dan makanan. Ia menegaskan bahwa tugas pengawasan tidak semata berada di tangan pemerintah, melainkan membutuhkan peran aktif masyarakat sebagai konsumen cerdas.

“Pengawasan akan jauh lebih efektif ketika masyarakat mampu mengenali dan menolak produk yang berpotensi membahayakan kesehatan,” ujarnya.

Materi mengenai keamanan pangan menjadi sorotan utama dalam kegiatan tersebut. Warga dibekali pengetahuan praktis untuk mengenali ciri-ciri pangan yang mengandung bahan berbahaya seperti formalin, boraks, hingga pewarna tekstil yang kerap disalahgunakan oleh oknum pedagang tidak bertanggung jawab.

Sementara itu, dr. Maharani mengajak warga untuk menjadi konsumen yang kritis dan selektif. Ia mengingatkan bahwa upaya pencegahan melalui pemilihan pangan yang aman jauh lebih efektif dan murah dibandingkan biaya pengobatan ketika penyakit sudah menyerang.

“Kesehatan adalah hal yang paling utama. Menjaganya dimulai dari apa yang kita konsumsi setiap hari,” pesannya di hadapan peserta.

Interaksi dua arah mewarnai sesi tanya jawab. Banyak warga menanyakan cara memeriksa legalitas produk secara mandiri melalui aplikasi ponsel, yang kemudian dijelaskan secara rinci oleh tim BBPOM. Langkah ini dinilai penting agar masyarakat tidak lagi menjadi pembeli pasif, melainkan agen perubahan yang mampu memutus rantai distribusi produk ilegal.

Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat Tanah Putih Tanjung Melawan semakin sadar akan pentingnya keamanan pangan dan berkomitmen bersama mewujudkan desa yang tangguh terhadap peredaran obat dan makanan berbahaya.

Kegiatan berlangsung tertib dan penuh semangat, ditutup dengan komitmen bersama warga untuk menjadikan keamanan pangan sebagai bagian dari budaya hidup sehat demi generasi masa depan yang lebih kuat dan berkualitas.**

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow