Sisa Bonus Belum Cair, NPCI Riau Khawatir Ganggu Fokus Atlet Menuju Asian Games Jepang
RAHMADNEWS.COM | PEKANBARU – Pelaksana Tugas (Plt) Ketua National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Provinsi Riau, Indrawarman, menegaskan komitmennya untuk menata kembali roda organisasi sekaligus memperjuangkan hak-hak atlet yang hingga kini belum sepenuhnya terpenuhi.
Indrawarman menjabat sebagai Plt Ketua NPCI Riau berdasarkan mandat dari pusat terhitung sejak 9 Maret 2026 hingga 9 Juli 2026. Dalam masa tugas empat bulan tersebut, ia mendapat perintah langsung untuk melaksanakan Musyawarah Provinsi (Muserprov) Luar Biasa sebagai bagian dari penataan organisasi.
“Selama empat bulan ini saya diperintahkan oleh pusat untuk melaksanakan Muserprov Luar Biasa. Namun memang untuk kegiatan ini tidak tersedia anggaran. Jadi, mau tidak mau, kita harus berupaya mencari sumber pendanaan sendiri. Mudah-mudahan kita diberikan rezeki. Kalau memang tidak memungkinkan, tentu akan kita laporkan kembali ke pusat,” ujar Indrawarman di Pekanbaru.
Di tengah keterbatasan anggaran organisasi, Indrawarman menyatakan bahwa tanggung jawab utama saat ini adalah melanjutkan perjuangan almarhum Jaya Kusuma, yang sebelumnya memimpin NPCI Riau.
“Kami sebagai penerus harus siap menjalankan apa pun yang telah ditinggalkan almarhum, baik itu persoalan atlet, bonus, maupun hal-hal lain yang menjadi tanggung jawab organisasi. Semua akan tetap kita perjuangkan sesuai dengan kemampuan yang ada,” tegasnya.
Salah satu persoalan krusial yang saat ini menjadi perhatian serius adalah kekurangan pembayaran bonus atlet yang hingga kini belum terselesaikan. Padahal, berdasarkan laporan yang diterima pihak NPCI Riau, dana tersebut disebut-sebut sudah tersedia.
“Kami sangat berharap pemerintah segera menyelesaikan pembayaran sisa bonus atlet. Sesuai laporan yang kami terima, dananya sebenarnya sudah ada, tetapi sampai hari ini belum juga dibayarkan,” ungkap Indrawarman.
Ia mengacu pada informasi yang disampaikan oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia terkait ketersediaan dana pada termin pertama dan kedua, yang menurutnya sudah tersedia pada bulan April dan Mei.
“Dari dasar yang disampaikan pihak Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, termin satu dan dua itu dananya sudah ada. Artinya di bulan April dan Mei ini seharusnya bisa direalisasikan. Kami sangat berharap ini segera dibayarkan,” katanya.
Keterlambatan pembayaran bonus ini, lanjut Indrawarman, mulai berdampak pada kondisi psikologis atlet. Bahkan, sejumlah atlet disebut mengalami kesulitan ekonomi karena sangat mengandalkan bonus tersebut.
“Jangan sampai persoalan bonus ini mengganggu fokus atlet kami yang saat ini sedang menjalani pemusatan latihan nasional untuk menghadapi Asian Games 2026 di Jepang. Terus terang, saya juga pusing. Hampir setiap hari atlet menanyakan bonus tersebut. Saya sampai bingung harus menjawab apa. Bahkan ada atlet yang sampai berutang karena sangat berharap bonus itu segera cair,” tuturnya dengan nada prihatin.
Indrawarman berharap seluruh pihak dapat melihat persoalan ini bukan sekadar urusan administratif, melainkan menyangkut kesejahteraan atlet yang telah mengharumkan nama daerah dan bangsa melalui prestasi di arena olahraga disabilitas.
Menurutnya, kepastian pembayaran bonus akan sangat membantu menjaga semangat dan fokus atlet dalam menjalani program pelatnas, sekaligus menjadi bentuk penghargaan nyata atas dedikasi mereka.
“Ini bukan semata soal uang, tapi soal penghargaan terhadap perjuangan atlet. Mereka sudah berjuang membawa nama Riau dan Indonesia. Sudah seharusnya hak mereka diselesaikan tepat waktu,” pungkas Indrawarman.**
Liputan : Ricky Sambari
(Redaksi/RH)
What's Your Reaction?




