Silat Masuk Sekolah: Disdik Pekanbaru–IPSI Perkuat Karakter Siswa Lewat Jurus Seni Tunggal

May 20, 2026 - 16:53
 0  14
Silat Masuk Sekolah: Disdik Pekanbaru–IPSI Perkuat Karakter Siswa Lewat Jurus Seni Tunggal

RAHMADNEWS. COM | PEKANBARU – Semangat pelestarian budaya bangsa berpadu dengan penguatan pendidikan karakter dalam kegiatan Pelatihan dan Sosialisasi Jurus Seni Tunggal yang digelar untuk guru olahraga SD dan SMP se-Kota Pekanbaru, Senin (18/5/2026), di Aula Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru. Kegiatan ini ditaja oleh Dinas Pendidikan bersama IPSI Pekanbaru dengan menghadirkan tokoh adat pesilat Melayu, Rajo Alam Tubagus Datuk Pesisir Ahmad.

Pembukaan kegiatan dilakukan oleh Kepala Bidang SD Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru, Sardius, M.Pd., didampingi Kasi Kesiswaan SMP, Erma Susilawati, S.Pd., M.M. Turut hadir tokoh adat pesilat Syawal Hamonangan, S.E., Drs. Martias dari IPSI Pekanbaru, serta para instruktur silat yang akan membimbing puluhan guru olahraga peserta pelatihan.

Dalam sambutannya, Sardius menegaskan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari program pembinaan kesiswaan sekaligus penguatan pendidikan karakter melalui olahraga bela diri pencak silat.

“Pencak silat bukan hanya olahraga, tetapi juga sarana pembentukan karakter, disiplin, serta kecintaan terhadap budaya bangsa,” ujarnya.

Kasi Kesiswaan SMP, Erma Susilawati, menambahkan bahwa sasaran kegiatan ini adalah guru olahraga sebagai ujung tombak pembinaan siswa di sekolah.

“Kami berharap, melalui pelatihan ini, para guru mampu membina siswa hingga melahirkan atlet-atlet yang dapat mengharumkan nama Pekanbaru di tingkat provinsi maupun nasional,” jelasnya.

Sementara itu, Rajo Alam Tubagus Datuk Pesisir Ahmad menekankan bahwa pencak silat merupakan warisan budaya luhur bangsa Indonesia yang sarat nilai adat istiadat, sejarah, tradisi lisan, hingga kearifan lokal.

Menurutnya, jejak pencak silat tidak bisa dipisahkan dari perjalanan sejarah bangsa yang diwarnai perjuangan para pahlawan seperti Pangeran Diponegoro, Sultan Agung, Ki Hajar Dewantara, Cut Nyak Dien, Pattimura, Tuanku Imam Bonjol, dan Tuanku Tambusai.

“Silat adalah identitas. Di dalamnya ada adab, etika, kekeluargaan, serta semangat nasionalisme. Ini harus ditanamkan sejak dini melalui sekolah,” tegasnya.

Kegiatan ini juga disebut sejalan dengan visi Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, dalam menjaga dan membudayakan nilai-nilai tradisi, kesenian, serta kearifan adat di tengah masyarakat kota.

Ketua IPSI Pekanbaru, Zulfahmi Adrian, melalui program terencana dan terarah, menghadirkan instruktur profesional untuk memastikan materi jurus seni tunggal dapat dipahami secara teknis maupun filosofis oleh para guru.

Pelatihan ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas jasmani siswa melalui olahraga, tetapi juga membentuk mental dan spiritual generasi muda agar memahami pencak silat sebagai jalan pembentukan karakter, bukan semata-mata ilmu bela diri.

Dengan langkah ini, Dinas Pendidikan dan IPSI Pekanbaru optimistis pencak silat dapat kembali hidup di lingkungan sekolah sebagai warisan budaya yang relevan dengan pendidikan modern, melahirkan “pesilat bangsa” yang beradab, beretika, dan berjiwa nasionalis.**

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow