Sampah Menumpuk di Pekanbaru, Warga Desak Evaluasi Kontrak PT EPP, Daniel Simanjuntak: Putuskan Saja Kontraknya
RAHMADNEWS. COM | PEKANBARU - Tumpukan sampah di berbagai sudut Kota Pekanbaru masih menjadi pemandangan yang tak kunjung hilang. Meskipun kontrak pengangkutan sampah oleh PT EPP telah dimulai sejak 1 Januari 2025, kinerja perusahaan dinilai belum maksimal, sehingga masyarakat resah dengan penanganan sampah yang tidak sesuai harapan.
Daniel Simanjuntak, seorang pemuda Kecamatan Rumbai, mengkritik keras kondisi tersebut. Ia meminta Aparat Penegak Hukum (APH) untuk menyelidiki proses pemenangan kontrak angkutan sampah yang dikelola oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Pekanbaru.
"APH harus menyelidiki pemenangan kontrak ini. Nilai kontraknya mencapai puluhan miliar, tapi kenyataannya sampah masih menumpuk di pinggir jalan. Kalau PT EPP tidak sanggup, lebih baik kontraknya diputus dan dialihkan ke perusahaan lain yang lebih kompeten," tegas Daniel kepada media, Selasa (14/01/25).
PT EPP bertanggung jawab atas pengangkutan sampah di tiga kawasan utama di Pekanbaru, Kawasan 1 (Tuah Madani, Binawidya, Marpoyan Damai, Payung Sekaki, Senapelan, Sukajadi) dengan kontrak senilai Rp16,8 miliar,
Kawasan 2 (Sail, Limapuluh, Pekanbaru Kota, Bukit Raya, Tenayan Raya, Kulim) dengan kontrak Rp11,8 miliar, Kawasan 3 (Rumbai, Rumbai Barat, Rumbai Timur) dengan kontrak Rp4,7 miliar.
Menurut perjanjian, PT EPP seharusnya mengangkut sampah dari sumber hingga ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) mulai 1 Januari hingga 2 Juli 2025. Namun, hingga kini, banyak kawasan di Pekanbaru yang masih dipenuhi tumpukan sampah.
Daniel juga menegaskan agar Pj Wali Kota Pekanbaru, Roni Rakhmat, segera turun tangan untuk menangani keluhan masyarakat. Ia memperingatkan bahwa jika persoalan ini terus berlarut-larut, warga tidak akan segan menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran.
"Jika ini tidak selesai, kami siap melakukan aksi yang menghebohkan untuk menunjukkan ketidakpuasan masyarakat terhadap pelayanan kebersihan di Pekanbaru," ujar Daniel.
Masyarakat berharap pihak terkait segera mengevaluasi kinerja PT EPP dan mencari solusi yang konkret agar masalah sampah di Pekanbaru tidak terus berulang.**
What's Your Reaction?




