Refleksi Akhir Tahun, Pemuda Kulim Satukan Seni dan Solidaritas untuk Korban Bencana Sumatra
RAHMADNEWS. COM | PEKANBARU – Semangat kepedulian dan kreativitas pemuda kembali mengemuka di penghujung tahun 2025. Melalui pagelaran bertajuk “Panggung Seni dan Kreasi Anak Negeri”, Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kecamatan Kulim menginisiasi kegiatan seni sekaligus penggalangan dana bagi korban bencana alam di wilayah Sumatra. Kegiatan ini akan digelar pada Rabu, 31 Desember 2025, bertempat di Rumah Kemasan, Jalan Lintas Sumatra KM 14, Kota Pekanbaru.
Pagelaran seni tersebut digagas oleh Rahmat Handayani, Ketua KNPI Kecamatan Kulim, sebagai bentuk refleksi akhir tahun yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga menghadirkan aksi nyata bagi masyarakat yang tengah tertimpa musibah.
“Menutup tahun tidak harus dengan hura-hura. Kami ingin menghadirkan kegiatan yang bermakna, yang mampu menghibur sekaligus menggerakkan kepedulian sosial,” ujar Rahmat Handayani saat ditemui wartawan, Sabtu (27/12/2025).
Rahmat menjelaskan, bencana alam yang melanda sejumlah daerah di Sumatra menjadi perhatian serius kalangan pemuda Kulim. Dari keprihatinan tersebut, lahirlah gagasan untuk menjadikan seni sebagai sarana menyampaikan pesan kemanusiaan sekaligus menghimpun bantuan.
“Pemuda memiliki peran strategis sebagai penggerak solidaritas. Melalui seni, pesan empati dapat disampaikan dengan cara yang lebih menyentuh dan inklusif,” katanya.
Kegiatan ini melibatkan berbagai unsur, mulai dari sanggar seni, komunitas musik, hingga anak-anak dan remaja dari sejumlah lingkungan di Kecamatan Kulim. Mereka akan menampilkan beragam pertunjukan, seperti tari tradisional dan modern, musik akustik, pembacaan puisi, serta kreasi seni tematik yang mengangkat nilai persatuan dan kepedulian sosial.
Menurut Rahmat, keterlibatan anak-anak dan remaja dalam kegiatan ini menjadi bagian penting dari proses pembelajaran karakter. Selain mengasah bakat seni, mereka juga diperkenalkan pada nilai empati, kebersamaan, dan gotong royong sejak dini.
“Ini bukan hanya tentang tampil di panggung, tetapi tentang menanamkan kesadaran sosial. Anak-anak belajar bahwa karya yang mereka tampilkan bisa memberi manfaat bagi orang lain,” ujarnya.
Panitia juga membuka kesempatan bagi masyarakat luas untuk berpartisipasi dengan memberikan donasi secara langsung selama acara berlangsung. Dana yang terkumpul nantinya akan disalurkan kepada korban bencana alam di Sumatra melalui mekanisme yang terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan.
Lebih lanjut, Rahmat berharap kegiatan ini dapat menjadi contoh bahwa pemuda mampu berkontribusi positif di tengah berbagai tantangan sosial. Ia menilai, sinergi antara kreativitas dan kepedulian merupakan modal penting dalam membangun masyarakat yang tangguh dan berdaya.
“Semoga kegiatan ini menjadi inspirasi, bahwa seni bukan hanya soal hiburan, tetapi juga dapat menjadi kekuatan untuk membantu sesama dan mempererat solidaritas,” pungkasnya.
Pagelaran seni dan aksi kemanusiaan ini terbuka untuk umum dan diharapkan mendapat dukungan luas dari masyarakat Pekanbaru dan sekitarnya. Panitia optimistis, melalui kebersamaan dan semangat gotong royong, bantuan yang dihimpun dapat meringankan beban para korban bencana di berbagai daerah di Sumatra.**
Liputan : Ricky Sambari
(Redaksi/RH)
What's Your Reaction?




