QRIS Digdaya: Bukti Kekuatan Ekonomi Digital Anak Bangsa
RAHMADNEWS. COM | PEKANBARU — Keberhasilan Indonesia dalam menghadirkan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) sebagai sistem pembayaran digital nasional menjadi sorotan positif di tengah gempuran ketidakpastian ekonomi global. Peri Akri Domo, Pengamat Ekonomi Nasional, menegaskan bahwa QRIS adalah karya monumental anak bangsa yang patut dibanggakan dan dijaga eksistensinya.
"QRIS ini benar-benar membantu negara menjaga likuiditas di tengah tantangan ekonomi dunia yang tidak stabil," tegas Domo saat diwawancarai di sela-sela seminar ekonomi nasional, Selasa (29/4).
QRIS dikembangkan oleh Bank Indonesia dengan tujuan menyederhanakan pembayaran digital. Dengan satu kode QR universal, masyarakat dapat melakukan pembayaran menggunakan berbagai aplikasi keuangan, baik dari bank besar maupun platform fintech lokal. Kemudahan ini mendorong inklusi keuangan hingga ke pelosok negeri, memperkuat ekonomi digital nasional secara lebih merata.
Biaya Rendah, Transaksi Aman
Selain kemudahan penggunaan, QRIS menawarkan efisiensi biaya yang luar biasa. Dibandingkan dengan jaringan pembayaran asing seperti VISA dan Mastercard asal Amerika Serikat, transaksi menggunakan QRIS dikenakan tarif jauh lebih rendah. Ini menjadi angin segar, khususnya bagi pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM) yang selama ini terbebani biaya transaksi tinggi.
“Bayangkan, UMKM kita yang biasa jualan di pasar tradisional sekarang bisa menerima pembayaran digital tanpa harus khawatir dipotong biaya besar. Ini revolusi kecil yang efeknya besar,” ujar Domo.
Ia menambahkan, dalam jangka panjang, penggunaan QRIS mampu memperkokoh ketahanan ekonomi nasional dengan mengurangi ketergantungan terhadap infrastruktur pembayaran luar negeri.
Dampak Global: Mengapa Dunia Barat Gelisah?
Namun di balik suksesnya QRIS, Domo mengungkapkan adanya dinamika geopolitik. Menurutnya, beberapa negara besar, terutama Amerika Serikat, mulai merasa "terganggu" dengan cepatnya adopsi QRIS di Indonesia. Bahkan, ada dugaan tekanan diplomatik untuk membatasi ekspansi QRIS.
"Selama ini kita santai menggunakan VISA dan Mastercard, tapi saat QRIS hadir dengan konsep simpel, mudah, dan murah, mereka justru blingsatan," sindir Domo. Ia menyebut ketergantungan terhadap sistem pembayaran luar negeri sebelumnya telah menjadi sumber pengurasan devisa nasional secara tidak langsung.
Kehadiran QRIS, katanya, menjadi simbol kemandirian baru Indonesia di era digital — sebuah perubahan arah yang strategis dan berpotensi memperbesar posisi tawar Indonesia dalam perdagangan global.
Ajakan untuk Bersatu Menguatkan Ekonomi Nasional
Melihat peran strategis QRIS, Domo mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk semakin gencar menggunakan dan memperluas ekosistem QRIS. Menurutnya, kesuksesan QRIS adalah kesuksesan seluruh bangsa dalam membangun kedaulatan ekonomi.
"Indonesia bisa, Indonesia mampu berdaya dan digdaya. Mari kita bersatu menjaga kedaulatan ekonomi lewat QRIS!" serunya dengan penuh semangat.
Domo optimistis, dengan dukungan seluruh rakyat, QRIS bukan hanya menjadi alat transaksi, tetapi juga tonggak sejarah kebangkitan ekonomi digital nasional yang berdaya saing global.
Majukan Ekonomi Indonesia, Gunakan QRIS Sekarang!
Editor : Ricky Sambari
(Red/RH)
What's Your Reaction?




