Potong Rumput Pakai Gerinda, Cara Nyeleneh Warga Kubang Jaya Ini Jadi Perhatian
RAHMADNEWS. COM | KAMPAR — Kreativitas warga dalam menyiasati pekerjaan rumah tangga terkadang melahirkan cara-cara tak lazim. Seperti yang dilakukan Heri, warga Perumahan Bunga Raya 4, RT 05 RW 04, Kelurahan Kubang Jaya, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar, yang memilih menggunakan mesin gerinda sebagai alat pemotong rumput di halaman rumahnya.
Pantauan di lokasi pada Jumat, 13 Desember 2025, Heri tampak cekatan mengoperasikan mesin gerinda yang telah dimodifikasi dengan besi plat. Dengan gerakan terarah dan penuh kehati-hatian, alat yang lazim digunakan di bengkel tersebut difungsikan layaknya mesin potong rumput. Rumput-rumput liar di halaman depan rumahnya pun satu per satu tumbang.
Menurut Heri, ide menggunakan mesin gerinda berawal dari rasa pegal yang kerap dirasakannya saat memotong rumput menggunakan gunting atau alat manual lainnya. Ia pun mencoba alternatif yang dianggap lebih praktis dan efisien.
“Kalau pakai gunting, tangan sakit. Jadi pakai ini lah lagi,” ujar Heri singkat di sela aktivitasnya.
Tak hanya soal kepraktisan, Heri juga menepis kekhawatiran terkait konsumsi listrik. Ia menegaskan bahwa penggunaan mesin gerinda tersebut masih dalam batas wajar dan aman untuk kebutuhan rumah tangga.
“Gak kok, gak besar kali, jangkauannya,” katanya meyakinkan.
Menariknya, metode nyeleneh ini bukanlah percobaan sesaat. Heri mengaku telah menggunakan mesin gerinda untuk memotong rumput selama kurang lebih dua tahun terakhir. Aktivitas tersebut dilakukannya secara rutin setiap bulan, terutama saat rumput di halaman mulai tumbuh lebat. Menurutnya, cara ini jauh lebih cepat dan tidak membuat tangan pegal dibandingkan metode konvensional.
Aksi unik Heri sempat menyedot perhatian warga sekitar. Beberapa tetangga terlihat berhenti sejenak untuk menyaksikan, sementara sebagian lainnya hanya tersenyum melihat kreativitas yang tak biasa tersebut. Meski terkesan berbahaya, Heri menegaskan bahwa faktor keselamatan tetap menjadi prioritas utama.
“Sebelum dipakai, saya pastikan dulu area sekitar aman,” ujarnya.
Bagi Heri, tujuan utamanya sederhana: halaman rumah bersih dan pekerjaan selesai tepat waktu tanpa harus mengorbankan tenaga berlebih.
Kisah Heri menjadi potret kecil kreativitas warga dalam kehidupan sehari-hari. Dari pengalaman sederhana dan rasa pegal, lahirlah solusi unik yang mungkin tak terpikirkan sebelumnya, sekaligus menjadi pengingat bahwa ide kreatif bisa muncul dari aktivitas paling rutin sekalipun.** (Maulana)
What's Your Reaction?




