Polda DIY Matangkan Operasi Lilin Progo 2025, Fokus Pengamanan Lalu Lintas, Wisata, dan Mitigasi Bencana Nataru

Dec 14, 2025 - 18:10
 0  9
Polda DIY Matangkan Operasi Lilin Progo 2025, Fokus Pengamanan Lalu Lintas, Wisata, dan Mitigasi Bencana Nataru

RAHMADNEWS.COM | YOGYAKARTA — Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta (Polda DIY) menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Internal dalam rangka pemantapan persiapan Operasi Lilin Progo 2025. Rakor berlangsung di Gedung Anton Soedjarwo, Mapolda DIY, Jumat kemarin, sebagai langkah strategis menghadapi lonjakan mobilitas masyarakat selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Rakor dipimpin langsung Kapolda DIY Irjen Pol Anggoro Sukartono, didampingi Wakapolda DIY Brigjen Pol Eddy Djunaedi, Irwasda Kombes Pol I Gusti Ngurah Rai Mahaputra, serta diikuti seluruh Pejabat Utama Polda DIY dan para Kepala Satuan Wilayah (Kasatwil). Pertemuan tersebut menekankan kesiapan pengamanan arus lalu lintas, keselamatan wisatawan, serta mitigasi potensi bencana alam yang rawan terjadi pada musim liburan akhir tahun.

Dalam paparannya, Direktorat Lalu Lintas Polda DIY memaparkan rencana rekayasa lalu lintas di sejumlah titik strategis yang diprediksi mengalami peningkatan kepadatan. Di wilayah Kota Yogyakarta, arus kendaraan akan diarahkan menuju sejumlah kantong parkir, seperti Kotabaru Kridosono, Parkir Jaman Edan Mangkubumi, serta kawasan Ketandan. Kebijakan ini diambil sebagai dampak terbatasnya operasional Jembatan Kewek yang berpotensi menimbulkan penumpukan kendaraan.

Untuk mendukung kelancaran arus, personel unit urai kemacetan disiagakan guna mempercepat penanganan kepadatan, terutama di jalur utama dan kawasan wisata favorit. Langkah ini diharapkan mampu meminimalisir antrean panjang dan memberikan rasa aman serta nyaman bagi masyarakat dan wisatawan.

Sementara itu, di Kabupaten Sleman, pengaturan lalu lintas difokuskan pada Jalan Solo yang menjadi salah satu jalur utama wisatawan. Kepolisian menempatkan personel urai di kawasan Jombor dan Simpang Tiga Maguwo, yang selama ini dikenal sebagai titik rawan kemacetan saat musim liburan.

Di wilayah Bantul, arus kendaraan menuju kawasan wisata Pantai Parangtritis akan diarahkan melalui jalur utama dan jalur Samas. Pengawasan khusus dilakukan pada tanjakan dan titik pertemuan arus kendaraan untuk mencegah kemacetan dan kecelakaan lalu lintas. Sedangkan di Kabupaten Kulonprogo dan Gunungkidul, pola satu arah kembali diterapkan di kawasan pantai guna mengantisipasi lonjakan kendaraan wisatawan. Kantong parkir dan titik kendali arus disiapkan hingga kawasan Shuttle Obelix Sea View dan Pantai Glagah.

Pengamanan di sepanjang kawasan pantai selatan DIY juga menjadi perhatian serius Polda DIY, mengingat tingginya potensi lonjakan wisatawan serta risiko bahaya alam. Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda DIY menurunkan 129 personel yang dilengkapi dengan berbagai sarana pendukung, seperti ATV, UTV, jet ski, rubber boat, serta peralatan SAR.

Selain itu, spanduk peringatan bahaya rip current dan ubur-ubur dipasang di sejumlah titik rawan. Edukasi kepada wisatawan juga dilakukan melalui pembagian pamflet serta patroli dialogis, guna mengingatkan pengunjung agar tidak mendekati area berbahaya, seperti palung laut, ombak tinggi, maupun tebing curam.

Mengantisipasi potensi cuaca ekstrem, jajaran intelijen dan fungsi operasi Polda DIY melakukan pemetaan wilayah rawan bencana, meliputi banjir genangan, tanah longsor, hingga titik rawan angin kencang. Berdasarkan hasil pemetaan tersebut, rute evakuasi dan jalur alternatif telah disiapkan untuk digunakan apabila jalur utama terputus. Personel gabungan disiagakan di kawasan rawan dengan dukungan kendaraan taktis, serta koordinasi intensif bersama BPBD dan unsur SAR.

Dalam arahannya, Kapolda DIY Irjen Pol Anggoro Sukartono mengimbau masyarakat dan wisatawan agar selalu waspada dan mematuhi arahan petugas di lapangan.

“Untuk keselamatan bersama, masyarakat diminta tidak mendekati area rawan bencana dan selalu mengikuti instruksi petugas. Rute evakuasi sudah kami siapkan dan patroli akan ditingkatkan,” tegas Kapolda.

Sebagai bagian dari Operasi Lilin Progo 2025, Polda DIY mendirikan sebanyak 14 Pos Pengamanan (Pospam), 4 Pos Pelayanan (Posyan), dan 4 Pos Terpadu. Pos-pos tersebut berfungsi sebagai pusat pelayanan masyarakat, pemantauan arus lalu lintas, serta respon cepat terhadap gangguan keamanan dan potensi bencana selama periode Nataru.

Kapolda DIY juga menegaskan seluruh personel kepolisian harus dalam kondisi siap siaga dan tidak mengajukan cuti selama periode pengamanan, terhitung mulai 20 Desember 2025 hingga 2 Januari 2026.

“Kita harus meyakinkan masyarakat bahwa Yogyakarta aman, nyaman, dan siap dikunjungi. Rekayasa lalu lintas, pengamanan kawasan wisata, serta mitigasi bencana harus berjalan maksimal melalui komunikasi, koordinasi, dan kolaborasi seluruh unsur terkait,” pungkasnya.

Dengan berbagai kesiapan tersebut, Polda DIY berharap pelaksanaan libur Natal dan Tahun Baru 2025–2026 di Daerah Istimewa Yogyakarta dapat berlangsung aman, tertib, dan kondusif, sekaligus memberikan rasa nyaman bagi masyarakat maupun wisatawan yang berkunjung.**

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow