PMB Gelar Sarasehan di Yogyakarta, Tekankan Pentingnya Karakter Bangsa
RAHMADNEWS.COM | YOGYAKARTA – Ketua Umum Perhimpunan Masyarakat Batang (PMB) Dr (HC) Heppy Trenggono bersama anggota tim penulisan sejarah Batang, Jawa Tengah, melakukan ziarah ke makam Sultan Agung di Imogiri, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Selasa (7/10/2025).
Selain berziarah, penggagas Gerakan Beli Indonesia ini juga menggelar sarasehan di Kota Pelajar sebagai bagian dari upaya menggali kembali sejarah, jati diri, serta karakter bangsa.
Pria kelahiran Batang, 20 April 1967 itu menegaskan bahwa pemahaman terhadap sejarah sangat penting untuk memperkuat karakter bangsa dan memperjuangkan keadilan serta kesejahteraan bagi seluruh rakyat.
“Jangan pernah berhenti untuk membangun karakter bangsa (national character building),” ujar Heppy dalam pesan elektronik kepada wartawan, Rabu (8/10/2025).
Sebagai President of Indonesian Islamic Business Forum (IIBF), Heppy menjelaskan bahwa membangun karakter bangsa merupakan basis moral dalam menyusun perjalanan sejarah. Menurutnya, kegiatan ziarah dan sarasehan ini juga menjadi kesempatan untuk memahami dan mengembangkan makna hubungan historis yang erat antara Mataram dan Batang.
“Konon, permaisuri suri Sultan Agung berasal dari Batang, yakni Kanjeng Putri Batang,” terangnya.
Dalam kesempatan tersebut, hadir pula Pembina PMB Letjen TNI Mar (Purn) Suhartono. Ia bersama Heppy turut memberikan semangat dan memfasilitasi tim penulis sejarah Batang untuk menggali data primer dalam rangka penyusunan sejarah Batang secara lebih utuh.
Suhartono menilai kegiatan ini sangat penting, terutama dalam mempersiapkan masyarakat Batang menghadapi perkembangan pesat pembangunan Kawasan Industri Batang (KITB).
“Masyarakat harus disiapkan dan menjadi stakeholder utama dalam pembangunan kawasan industri Batang. Jangan sampai tersisih dan terpinggirkan,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa masyarakat Batang harus memahami sejarah daerahnya dengan benar. Menurut Suhartono, Batang memiliki kekayaan sejarah nasionalisme yang kuat serta jejak peradaban yang penting bagi Nusantara.
“Mempersiapkan masyarakat harus diawali dengan mengekspresikan nilai-nilai sejarah dengan baik. Batang memiliki kekayaan sejarah nasionalisme yang kuat, bukti bahwa Batang merupakan pusat awal peradaban Nusantara, sekaligus mempertahankan jati diri sebagai wilayah dan masyarakat anti-penjajahan,” pungkas Suhartono.**
Editor : Ricky Sambari
(Redaksi/RH)
What's Your Reaction?




