Pertamina Patra Niaga Perkuat Pemberdayaan Perempuan di 49 Wilayah, 695 Perempuan Dapat Pendampingan Ekonomi dan Sosial

Mar 7, 2026 - 22:01
 0  8
Pertamina Patra Niaga Perkuat Pemberdayaan Perempuan di 49 Wilayah, 695 Perempuan Dapat Pendampingan Ekonomi dan Sosial

RAHMADNEWS. COM | JAKARTA – Dalam rangka memperingati Hari Perempuan Internasional, Pertamina Patra Niaga terus memperkuat pelaksanaan Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang berfokus pada pemberdayaan perempuan di berbagai wilayah operasional perusahaan di seluruh Indonesia.

Melalui berbagai program yang tersebar di 49 titik wilayah, perusahaan memberikan pendampingan kepada 695 perempuan agar mampu bertumbuh secara ekonomi maupun sosial. Program ini tidak hanya memberikan ruang belajar, tetapi juga membangun kepercayaan diri perempuan serta mendorong mereka untuk mengambil peran yang lebih besar dalam keluarga dan masyarakat.

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth M. V. Dumatubun, mengatakan bahwa momentum Hari Perempuan Internasional menjadi pengingat penting bagi semua pihak untuk memperkuat peran perempuan dalam pembangunan berkelanjutan.

“Pemberdayaan perempuan merupakan bagian integral dari pelaksanaan TJSL Pertamina Patra Niaga. Kami percaya, ketika perempuan diberi akses terhadap ruang belajar, peluang usaha, dan penguatan kapasitas, dampaknya akan langsung terasa pada ketahanan ekonomi keluarga dan komunitas secara luas,” ujar Roberth.

Salah satu implementasi program unggulan dijalankan melalui Integrated Terminal Makassar dengan inisiatif PUANMAKARI (Perempuan Mandiri, Anak Percaya Diri). Program ini awalnya dibentuk sebagai shelter bagi korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), namun kemudian berkembang menjadi ruang pemberdayaan berkelanjutan bagi perempuan dan anak.

Program PUANMAKARI menjadi program unggulan Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi dan berhasil meraih PROPER Emas selama dua tahun berturut-turut pada 2023 dan 2024 dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Melalui program ini, sebanyak 103 perempuan dan 230 anak telah mendapatkan pendampingan. Selain menyediakan shelter, program ini juga menghadirkan kurikulum pemberdayaan yang mendorong perempuan untuk mandiri secara ekonomi.

Tercatat 36 perempuan dan remaja perempuan berhasil mengembangkan berbagai usaha produktif yang dijalankan secara bersama melalui kelompok usaha binaan.

Dari sisi ekonomi, program Sekolah Anak Percaya Diri berhasil mencatat peningkatan pendapatan sebesar Rp51.984.000, sementara Kelompok Srikandi menghasilkan pendapatan hingga Rp86.640.000 dari aktivitas ekonomi produktif yang dijalankan.

Dampak positif program ini juga dirasakan oleh para orang tua peserta. Hal tersebut disampaikan oleh Wahida Rahman, salah satu orang tua murid Sekolah Anak Percaya Diri.

“Anak saya dulu pendiam dan tertutup. Sekarang dia lebih kreatif dan sopan kepada orang tua. Semoga program ini terus berlanjut dengan pembelajaran yang semakin berkualitas,” ungkap Wahida.

Di wilayah lain, Pertamina Patra Niaga melalui Refinery Unit V Balikpapan menjalankan program RAWABENING (Rain Water Harvesting and Urban Farming) di Kampung Atas Air.

Program ini mendorong pemberdayaan perempuan melalui kegiatan urban farming dengan memanfaatkan air hujan sebagai sumber air bagi sistem hidroponik.

Melalui program tersebut, masyarakat berhasil mengembangkan 10 meja hidroponik dengan 440 lubang tanam yang telah menghasilkan sekitar 8.900 bibit sayuran.

Sistem pemanenan air hujan yang diterapkan dalam program ini mampu menciptakan efisiensi penggunaan air hingga 92.400 liter per tahun, sekaligus mendukung praktik pertanian yang lebih ramah lingkungan.

Kelompok perempuan yang terlibat juga mengembangkan tiga jenis produk olahan sayuran yang memberikan nilai tambah ekonomi bagi anggota kelompok. Program ini berhasil meningkatkan pendapatan rata-rata anggota hingga 20,5 persen, dengan pendapatan sekitar Rp122.601 pada setiap panen.

Sementara itu, dukungan terhadap kesehatan perempuan juga diwujudkan melalui unit Pertamina International Shipping (PIS) dengan menghadirkan Rumah Sakit Kapal di Waigeo Utara, Raja Ampat, Papua Barat Daya.

Program ini memberikan layanan kesehatan bagi masyarakat kepulauan yang memiliki keterbatasan akses terhadap fasilitas medis di daratan.

Dalam pelaksanaannya, layanan kesehatan berhasil menjangkau 726 perempuan dewasa melalui Poli Umum serta 145 perempuan dewasa melalui Poli Gigi.

Selain pelayanan medis, program ini juga memperkuat kapasitas tenaga kesehatan perempuan di wilayah tersebut melalui pelatihan bagi 8 bidan dalam layanan Antenatal Care (ANC) serta 4 bidan dalam pelatihan USG dasar.

Kehadiran rumah sakit kapal ini memberikan akses layanan kesehatan spesialistik yang lebih dekat bagi masyarakat kepulauan. Perempuan kini dapat memperoleh layanan pemeriksaan kandungan, USG, hingga persalinan tanpa harus menempuh perjalanan laut selama 4 hingga 5 jam menuju fasilitas kesehatan di kota.

Melalui berbagai inisiatif tersebut, Pertamina Patra Niaga menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan program TJSL yang inklusif, berkelanjutan, dan berdampak nyata bagi masyarakat.

Program-program pemberdayaan perempuan ini diharapkan mampu mendorong kemandirian ekonomi perempuan, sekaligus memperkuat ketahanan sosial dan ekonomi masyarakat di berbagai wilayah binaan perusahaan di seluruh Indonesia.**

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow