Pertamina Patra Niaga Jaring Talenta Maritim Terbaik, 101 Kandidat Pelaut Ikuti Seleksi Ketat Beasiswa Nasional

Jun 16, 2026 - 19:03
 0  2
Pertamina Patra Niaga Jaring Talenta Maritim Terbaik, 101 Kandidat Pelaut Ikuti Seleksi Ketat Beasiswa Nasional

RAHMADNEWS. COM | JAKARTA – PT Pertamina Patra Niaga kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun sumber daya manusia maritim nasional melalui program Beasiswa Calon Pelaut 2026. Sebanyak 101 kandidat pelaut dari berbagai perguruan tinggi vokasi dan institusi pendidikan maritim terkemuka mengikuti rangkaian seleksi ketat yang berlangsung di lima kota besar di Indonesia pada 9–11 Juni 2026.

Seleksi yang digelar secara serentak di Jakarta, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, dan Makassar tersebut mencakup tes kemampuan bahasa Inggris berstandar internasional TOEIC (Test of English for International Communication), psikotes, serta tes potensi akademik general dan teknis. Seluruh tahapan dirancang untuk menjaring calon pelaut terbaik yang memiliki kompetensi akademik, kemampuan teknis, serta karakter profesional yang dibutuhkan dalam industri pelayaran modern.

Peserta berasal dari sejumlah institusi pendidikan vokasi dan maritim ternama, di antaranya Politeknik Negeri Semarang, Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya, Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada, Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Semarang, Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Surabaya, hingga Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Jakarta.

Direktur Armada Logistik PT Pertamina Patra Niaga, Arif Yunianto, menegaskan bahwa proses seleksi tersebut merupakan refleksi dari standar tinggi yang diterapkan perusahaan dalam mengelola armada distribusi energi nasional.

Menurutnya, profesi pelaut di lingkungan Pertamina tidak hanya membutuhkan keterampilan teknis dalam mengoperasikan kapal, tetapi juga kemampuan mengambil keputusan secara cepat dan tepat dalam situasi penuh tekanan.

“Menjadi pelaut di armada Pertamina bukan sekadar soal teknis berlayar. Mereka akan menghadapi tantangan nyata di lautan yang membutuhkan pengambilan keputusan cepat di bawah tekanan tinggi serta berlayar di perairan internasional yang memerlukan koordinasi lintas negara. Karena itu, rangkaian seleksi yang kami rancang bukan sekadar formalitas, melainkan cerminan dari standar profesional pelaut yang sesungguhnya,” ujar Arif, Senin (15/6/2026).

Ia menjelaskan, kemampuan berbahasa Inggris menjadi salah satu kompetensi utama yang harus dimiliki calon pelaut. Oleh sebab itu, peserta diwajibkan mengikuti tes TOEIC yang mengukur kemampuan mendengarkan (listening) dan membaca (reading) dalam konteks komunikasi profesional dan teknis di lingkungan kerja internasional.

Aspek listening digunakan untuk mengukur kemampuan peserta memahami percakapan yang lazim terjadi dalam aktivitas pekerjaan di kapal maupun komunikasi lintas negara. Sementara aspek reading menilai kemampuan memahami dokumen teknis, prosedur operasional, hingga berbagai informasi bisnis yang menggunakan bahasa Inggris.

Selain kemampuan bahasa, peserta juga menjalani psikotes yang bertujuan memetakan kapasitas kognitif, sikap kerja, serta karakter kepribadian. Penilaian tersebut dinilai penting mengingat profesi pelaut membutuhkan ketangguhan mental, disiplin tinggi, serta kemampuan bekerja sama dalam lingkungan kerja yang dinamis dan penuh risiko.

Adapun tes potensi akademik dibagi menjadi dua kategori, yakni TPA General dan TPA Teknis. TPA General mengukur kemampuan dasar peserta dalam penalaran umum, literasi bahasa Indonesia dan bahasa Inggris, serta kemampuan matematika. Sementara TPA Teknis secara khusus menguji pemahaman peserta terhadap bidang kelautan, navigasi, perkapalan, dan berbagai aspek teknis yang berkaitan dengan operasional kapal.

Sementara itu, President Director Pertamina Foundation, Agus Mashud S. Asngari, menyampaikan bahwa program beasiswa ini merupakan kelanjutan dari program Beasiswa Crewing Talent Scouting yang sukses melahirkan 20 pelaut muda berbakat pada tahun 2025.

Pada tahun ini, cakupan program diperluas dengan target menjaring 23 talenta terbaik dari tujuh perguruan tinggi mitra yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.

“Program ini merupakan kelanjutan dari program sebelumnya yang telah berhasil mencetak 20 pelaut muda berbakat pada 2025. Kini kami hadir dengan target yang lebih besar, menjaring 23 talenta terbaik dari tujuh perguruan tinggi mitra di seluruh Indonesia. Kami memastikan seluruh tahapan program berjalan secara terstruktur dan transparan, mulai dari proses seleksi hingga pembinaan peserta, sehingga Pertamina memperoleh talenta pelaut terbaik,” ujar Agus.

Ia menambahkan bahwa kebutuhan industri maritim nasional terhadap tenaga pelaut profesional terus meningkat seiring berkembangnya aktivitas distribusi energi dan logistik nasional. Oleh karena itu, investasi pada pengembangan sumber daya manusia menjadi langkah strategis untuk menjamin keberlanjutan operasional perusahaan sekaligus memperkuat daya saing bangsa di sektor maritim.

Proses seleksi akan berlangsung hingga akhir Juni 2026. Para peserta yang berhasil lolos seluruh tahapan akan diumumkan sebagai penerima beasiswa pada 30 Juni 2026, sebelum mengikuti kegiatan inaugurasi yang dijadwalkan berlangsung pada 3 Juli 2026.

Informasi terkait program dan perkembangan seleksi dapat diakses melalui laman resmi maupun kanal media sosial Pertamina Patra Niaga dan Pertamina Foundation.

Melalui program beasiswa ini, Pertamina Patra Niaga kembali menegaskan perannya dalam mencetak generasi pelaut unggul yang siap mengawal distribusi energi nasional secara aman, efisien, dan berkelanjutan. Program tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam memperkuat ekosistem maritim Indonesia melalui pengembangan talenta muda yang kompeten, profesional, dan mampu bersaing di tingkat global.**

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow