Mengintip Ramadan di Murmansk, Rusia: Puasa Hanya 1 Jam!
RAHMADNEWS. COM | JAKARTA - Kota Murmansk di Rusia memiliki fenomena alam unik yang memengaruhi waktu ibadah, termasuk puasa Ramadan bagi umat Muslim. Berlokasi di dekat Lingkaran Arktik, Murmansk mengalami polar night saat musim dingin, di mana matahari tidak terbit sama sekali selama sekitar 40 hari. Akibatnya, waktu siang menjadi sangat singkat.
Di bulan Ramadan, hal ini berdampak pada durasi puasa yang ekstrem. Seperti yang diungkapkan oleh akun X @ami_siregar, umat Muslim di Murmansk bisa berpuasa hanya sekitar 1 jam. Subuh, Magrib, dan Isya sering kali berdekatan, bahkan selisih waktu antara Zuhur dan Asar hanya 10 menit. Satu menit setelah Asar, sudah masuk waktu Magrib, membuat waktu berbuka menjadi sangat cepat.
Meski terdengar "mudah" karena durasinya yang singkat, tantangan bagi warga Murmansk justru terletak pada kondisi alam ekstrem, termasuk suhu dingin yang bisa mencapai -12,6°C di Januari.
Kota Murmansk sendiri terkenal dengan pesonanya, seperti Cahaya Utara (Northern Lights), pemandangan fjord, dan sejarah panjang sebagai kota terbesar di atas Lingkaran Arktik. Tak hanya itu, kota ini juga menjadi simbol ketahanan karena berhasil bertahan dari serangan besar Jerman pada Perang Dunia II.
Bagi wisatawan yang ingin menyaksikan keindahan Cahaya Utara, Desember hingga Januari adalah waktu terbaik untuk berkunjung. Ditambah lagi, ada festival “The First Dawn” dan “Halo, Sun!” yang merayakan berakhirnya malam kutub.
Jadi, Ramadan di Murmansk bukan hanya soal puasa super singkat, tetapi juga menjadi refleksi bagaimana umat Muslim tetap menjalankan ibadah meski berada di lingkungan yang ekstrem dan unik. Menarik, bukan?**
Editor : Ricky Sambari
What's Your Reaction?




