Kabut Asap Selimuti Pekanbaru, Warga Keluhkan Dampak Kesehatan dan Desak Penindakan Tegas

Jul 22, 2025 - 00:57
 0  25
Kabut Asap Selimuti Pekanbaru, Warga Keluhkan Dampak Kesehatan dan Desak Penindakan Tegas
Suasana kabut asap saat jogging di jalan seroja, selasa (22/7/2025).

RAHMADNEWS. COM | PEKANBARU – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) kembali menyelimuti Kota Pekanbaru, Selasa pagi (22/7/2025). Sejak subuh, lapisan asap tebal tampak menggantung di udara, menyelimuti langit kota serta menutupi sejumlah kawasan padat penduduk, jalan protokol, hingga lingkungan sekolah dan perumahan warga.

Fenomena ini mengingatkan kembali pada kondisi darurat kabut asap yang pernah melanda Riau beberapa tahun silam. Berdasarkan pantauan langsung di lapangan, jarak pandang pagi hari menurun signifikan, sementara aroma asap menyengat mulai tercium kuat di berbagai sudut kota.

"Hari ini asap udah mulai kerasa di hidung, terasa perih dan bikin tenggorokan gatal," keluh Erwin, salah seorang warga di Kecamatan Kulim, kepada RAHMADNEWS.COM. Ia mengaku sempat keluar rumah untuk jogging sekitar pukul 05.40 WIB, namun langsung membatalkan aktivitasnya karena tebalnya asap yang menyelimuti udara pagi.

Erwin mengaku khawatir kondisi ini akan berdampak buruk, baik bagi kesehatan warga maupun aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat jika tidak segera ditanggulangi. Ia berharap pemerintah bergerak cepat melakukan pemadaman serta menindak pelaku pembakaran hutan secara tegas dan tanpa kompromi.

"Jangan sampai sekolah diliburkan lagi dan aktivitas ekonomi lumpuh seperti dulu. Pemerintah harus tegas menindak pembakar lahan. Jangan cuma peringatan saja," tegasnya.

Sejumlah warga lainnya juga menyampaikan keluhan yang sama, terutama para orang tua yang mulai mencemaskan dampak kabut asap terhadap anak-anak mereka yang harus berangkat sekolah dalam kondisi udara yang tidak sehat.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru sebelumnya telah mengeluarkan peringatan dini terkait potensi kabut asap akibat titik panas yang terdeteksi di sejumlah wilayah Riau. Berdasarkan data satelit pagi ini, terdapat puluhan hotspot yang tersebar di wilayah Rokan Hilir, Pelalawan, Siak, dan sebagian Kampar.

Di sisi lain, Satgas Karhutla Provinsi Riau mengaku telah mengerahkan tim pemadaman gabungan TNI, Polri, Manggala Agni, dan relawan untuk mengendalikan api di sejumlah lahan yang terbakar. Namun faktor angin kencang dan kondisi lahan gambut yang mudah terbakar masih menjadi tantangan tersendiri.

Hingga berita ini diturunkan, kabut asap masih menyelimuti beberapa wilayah Pekanbaru, terutama pada pagi dan sore hari. Warga diimbau untuk membatasi aktivitas di luar ruangan, menggunakan masker, serta menjaga kesehatan pernapasan. Pihak berwenang juga mengingatkan agar masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar, karena hal itu melanggar hukum dan berpotensi memicu bencana lebih luas.**

Liputan  :  Ricky Sambari

Editor     :  Redaksi

(RH) 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow