Jasa Raharja Salurkan Santunan Rp1,22 Triliun hingga Mei 2026, Transformasi Digital Percepat Layanan dan Perkuat Budaya Keselamatan

Jul 1, 2026 - 19:27
 0  11
Jasa Raharja Salurkan Santunan Rp1,22 Triliun hingga Mei 2026, Transformasi Digital Percepat Layanan dan Perkuat Budaya Keselamatan

RAHMADNEWS. COM | JAKARTA – PT Jasa Raharja kembali menegaskan perannya sebagai representasi kehadiran negara dalam memberikan perlindungan dasar kepada masyarakat. Hingga Mei 2026, perusahaan telah menyalurkan santunan senilai Rp1,22 triliun kepada 55.617 korban kecelakaan lalu lintas jalan maupun penumpang angkutan umum di seluruh Indonesia. Capaian tersebut menjadi bukti komitmen perusahaan dalam menghadirkan layanan yang semakin cepat, tepat, transparan, dan didukung transformasi digital yang berkelanjutan.

Direktur Utama Jasa Raharja, Muhammad Awaluddin, mengatakan bahwa pelayanan santunan merupakan amanah negara yang harus dijalankan secara optimal. Karena itu, perusahaan terus melakukan berbagai inovasi agar masyarakat, khususnya korban kecelakaan dan ahli warisnya, dapat memperoleh hak secara mudah tanpa proses administrasi yang berbelit.

"Kami ingin memastikan setiap korban maupun ahli waris memperoleh haknya secara cepat, tepat, dan transparan. Kehadiran Jasa Raharja bukan hanya memberikan santunan, tetapi juga menghadirkan rasa aman bahwa negara hadir ketika masyarakat menghadapi musibah," ujar Awaluddin.

Dari total 55.617 korban yang menerima santunan hingga Mei 2026, sebanyak 10.734 orang merupakan korban meninggal dunia, sedangkan 44.883 lainnya adalah korban luka-luka. Nilai santunan yang disalurkan terdiri atas Rp581 miliar untuk korban meninggal dunia dan Rp641 miliar bagi korban luka-luka.

Menurut Awaluddin, pencapaian tersebut tidak terlepas dari keberhasilan transformasi digital yang terus dikembangkan perusahaan. Salah satu inovasi utama adalah integrasi pelayanan dengan rumah sakit melalui aplikasi JRCare, yang memungkinkan proses penjaminan biaya perawatan korban luka-luka berlangsung lebih cepat, efisien, dan minim hambatan administratif.

Hingga Mei 2026, sebanyak 2.841 rumah sakit di seluruh Indonesia telah terhubung dengan sistem pelayanan digital Jasa Raharja. Integrasi tersebut mempercepat proses administrasi sehingga korban dapat segera memperoleh penanganan medis tanpa harus menunggu proses penjaminan secara manual.

"Kami meyakini bahwa perlindungan terbaik tidak hanya diwujudkan melalui pelayanan santunan yang cepat, tetapi juga melalui berbagai upaya untuk mencegah kecelakaan. Karena itu, transformasi digital kami arahkan tidak hanya untuk meningkatkan kualitas layanan, tetapi juga memperkuat strategi keselamatan transportasi berbasis data," kata Awaluddin.

Selain meningkatkan kualitas layanan santunan, Jasa Raharja juga terus memperluas berbagai program pencegahan kecelakaan melalui kolaborasi lintas sektor. Perusahaan menggandeng Kepolisian Republik Indonesia, Kementerian Perhubungan, pemerintah daerah, rumah sakit, akademisi, komunitas, hingga berbagai pemangku kepentingan lainnya dalam membangun budaya keselamatan transportasi.

Sepanjang Januari hingga Mei 2026, Jasa Raharja telah melaksanakan 3.354 program keselamatan transportasi di berbagai daerah. Program tersebut mencakup edukasi keselamatan berlalu lintas, pelatihan safety riding, pelatihan Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD), pemetaan daerah rawan kecelakaan, forum komunikasi lalu lintas, hingga operasi gabungan bersama instansi terkait.

Transformasi digital yang dijalankan perusahaan juga berdampak nyata terhadap peningkatan kecepatan pelayanan. Rata-rata penyelesaian santunan bagi korban meninggal dunia kini dapat dilakukan hanya dalam waktu sekitar 1 hari 5 jam, sementara penerbitan guarantee letter untuk korban luka-luka rata-rata selesai dalam 4 hari 8 jam.

Di sisi lain, meningkatnya mobilitas masyarakat sepanjang tahun 2026 turut berdampak pada meningkatnya jumlah kecelakaan yang menjadi objek perlindungan Jasa Raharja. Kondisi tersebut semakin menegaskan pentingnya sinergi seluruh pihak dalam membangun budaya tertib berlalu lintas dan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap keselamatan di jalan.

"Ke depan, kami akan terus memperkuat sinergi dengan berbagai kementerian, lembaga, pemerintah daerah, dan komunitas agar upaya preventif semakin efektif. Keberhasilan Jasa Raharja tidak hanya diukur dari cepatnya santunan disalurkan, tetapi juga dari kontribusi kami dalam menurunkan risiko kecelakaan melalui edukasi, kolaborasi, dan penguatan budaya keselamatan transportasi," tutup Awaluddin.

Melalui inovasi layanan digital, percepatan proses santunan, serta penguatan program keselamatan transportasi, Jasa Raharja menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan perlindungan yang adaptif, responsif, dan berorientasi pada keselamatan masyarakat Indonesia.**

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow