Jasa Raharja Hadir di Pembukaan One Way Nasional Arus Balik Lebaran 2026, Pemerintah Perkuat Keselamatan dan Kelancaran Lalu Lintas

Mar 25, 2026 - 16:48
 0  11
Jasa Raharja Hadir di Pembukaan One Way Nasional Arus Balik Lebaran 2026, Pemerintah Perkuat Keselamatan dan Kelancaran Lalu Lintas

RAHMADNEWS. COM | SEMARANG — Jasa Raharja turut ambil bagian dalam pembukaan rekayasa lalu lintas arus balik one way nasional Idulfitri 1447 Hijriah yang digelar di Gerbang Tol Kalikangkung, Jawa Tengah, Selasa (24/3/2026). Kegiatan ini menjadi bagian penting dari langkah strategis pemerintah dalam memastikan kelancaran arus balik sekaligus memperkuat aspek keselamatan pengguna jalan sebagai wujud nyata kehadiran negara dalam pelayanan publik.

Pembukaan rekayasa lalu lintas tersebut dihadiri sejumlah pejabat tinggi negara, di antaranya Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI Pratikno, Menteri Perhubungan RI Dudy Purwagandhi, Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin, Kakorlantas Polri Irjen Pol. Drs. Agus Suryonugroho, S.H., M.Hum., Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Direktur Utama Jasa Raharja Muhammad Awaluddin, serta Direktur Utama Jasa Marga Rivan A. Purwantono.

Penerapan sistem one way nasional diberlakukan mulai dari KM 414 Kalikangkung hingga KM 70 Cikampek Utama (Cikatama). Kebijakan ini diambil untuk mengantisipasi lonjakan volume kendaraan yang diperkirakan mencapai puncaknya pada periode 25 hingga 27 Maret 2026. Selain itu, pemerintah juga mengoptimalkan penggunaan tol fungsional dan berbagai skema rekayasa lalu lintas guna mencegah terjadinya bottleneck, khususnya menuju arah Jakarta.

Dalam sambutannya, Menko PMK Pratikno menegaskan bahwa kebijakan one way nasional merupakan bagian dari manajemen arus balik yang dirancang secara komprehensif untuk memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat.

“Manajemen arus balik ditujukan untuk mengurai kepadatan lalu lintas dengan tetap mengedepankan keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan. Kami mengapresiasi kerja keras seluruh pihak yang terlibat. Ini merupakan bentuk inovasi pelayanan publik yang terus kita tingkatkan,” ujarnya.

Senada dengan hal tersebut, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menekankan pentingnya peran serta masyarakat dalam menjaga keselamatan selama perjalanan arus balik. Ia mengimbau agar para pemudik memanfaatkan fasilitas yang telah disediakan pemerintah.

“Masyarakat diharapkan tetap menjaga keamanan dan keselamatan. Manfaatkan rest area dan pos pelayanan terpadu untuk beristirahat. Selain itu, alternatif transportasi seperti kereta api juga dapat menjadi pilihan yang nyaman. Kebijakan work from anywhere (WFA) juga diharapkan mampu mengurai kepadatan pada puncak arus balik,” ungkapnya.

Sementara itu, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi memberikan perhatian khusus pada pengelolaan rest area di sepanjang jalur tol. Ia menyebutkan bahwa potensi volume kendaraan pada puncak arus balik diperkirakan mencapai 285 ribu unit.

“Untuk mengantisipasi kepadatan, beberapa rest area seperti 62B dan 52B akan diberlakukan sistem buka tutup. Kami mengimbau masyarakat untuk merencanakan perjalanan dengan baik serta memanfaatkan fasilitas yang tersedia secara bijak,” jelasnya.

Dari sisi kesehatan, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyoroti pentingnya kondisi fisik pengemudi dalam menjaga keselamatan perjalanan. Pemerintah, kata dia, telah menyiapkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi para pengemudi.

“Kami mengimbau pengemudi untuk beristirahat setiap tiga jam. Kelelahan dan kantuk menjadi salah satu penyebab utama kecelakaan. Oleh karena itu, kesehatan pengemudi harus menjadi perhatian utama,” tegasnya.

Direktur Utama Jasa Raharja, Muhammad Awaluddin, dalam kesempatan tersebut memaparkan bahwa tren keselamatan selama periode mudik tahun ini menunjukkan perbaikan yang signifikan. Berdasarkan data Korlantas Polri periode 13–23 Maret 2026, jumlah kecelakaan mengalami penurunan sekitar 2 persen, dari 2.397 menjadi 2.349 kejadian.

“Penurunan paling signifikan terjadi pada korban meninggal dunia, yakni turun hingga 27 persen dari 294 menjadi 213 korban. Ini merupakan hasil nyata dari kolaborasi seluruh pemangku kepentingan dalam meningkatkan keselamatan transportasi,” jelasnya.

Lebih lanjut, hingga 23 Maret 2026, Jasa Raharja telah menyalurkan santunan sebesar Rp10,45 miliar kepada korban kecelakaan lalu lintas. Penyaluran tersebut dilakukan melalui program Zero Pending Claim yang memastikan proses santunan berjalan cepat, tepat, dan transparan.

Awaluddin juga mengingatkan masyarakat untuk mengatur waktu perjalanan dengan bijak dan menghindari puncak arus balik jika memungkinkan. Ia menekankan bahwa keselamatan harus menjadi prioritas utama dalam setiap perjalanan.

“Lebih baik tiba sedikit lebih lama namun selamat, daripada terburu-buru dan berisiko mengalami kecelakaan,” pungkasnya.

Sebagai bagian dari ekosistem BUMN di bawah koordinasi Danantara Indonesia, Jasa Raharja terus menunjukkan komitmennya dalam memberikan perlindungan dasar bagi masyarakat. Melalui sinergi lintas sektor, kehadiran negara diharapkan mampu menghadirkan layanan yang cepat, responsif, serta berorientasi pada keselamatan, khususnya dalam momentum arus balik Lebaran 2026. (*)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow