ITP2I Pelalawan Lolos Sebagai Penyelenggara Program SDM Sawit 2025: Bukti Keberhasilan Transformasi Pendidikan di Bawah Kepemimpinan Bupati Zukri
RAHMADNEWS. COM | PELALAWAN — Dunia pendidikan tinggi di Kabupaten Pelalawan kembali mencatatkan sejarah penting. Pada Rabu, 23 April 2025, Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) secara resmi mengumumkan daftar lembaga penyelenggara program pendidikan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) perkebunan kelapa sawit tahun 2025. Salah satu yang dinyatakan lolos seleksi adalah Institut Teknologi Perkebunan Pelalawan Indonesia (ITP2I).
Kampus yang berdiri sejak tahun 2016 ini kini makin menunjukkan taringnya sebagai perguruan tinggi unggulan dalam bidang industri perkebunan. Dengan dua program studi utama—Agroteknologi dan Teknologi Pascapanen—ITP2I dipercaya menjadi bagian dari program strategis nasional dalam pengembangan SDM sawit.
ITP2I berlokasi di Kecamatan Langgam, namun pada awal masa kepemimpinan Bupati Pelalawan H. Zukri tahun 2022, kampus ini mengalami tantangan dari sisi jumlah peminat. Informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa saat itu, jumlah mahasiswa baru per tahun hanya berkisar 30 hingga 40 orang. Kondisi geografis yang relatif jauh dari pusat kota menjadi salah satu penyebab rendahnya animo masyarakat untuk melanjutkan pendidikan di kampus tersebut.
Melihat persoalan ini, Bupati Zukri mengambil langkah strategis dengan memindahkan kampus ITP2I ke jantung ibu kota Pelalawan, yakni Pangkalan Kerinci. Kebijakan ini terbukti efektif. Dalam waktu singkat, jumlah mahasiswa meningkat secara signifikan hingga mencapai ratusan mahasiswa per angkatan.
Dr. Muhammad Syafi’i, M.Si, tokoh pendidikan Kabupaten Pelalawan yang juga mantan Rektor ITP2I, membenarkan hal tersebut. Dalam wawancaranya, ia menyatakan kebanggaannya atas perkembangan ITP2I di bawah kepemimpinan Bupati Zukri.
"Kita pasti bersyukur. Alhamdulillah, di bawah kepemimpinan H. Zukri, kampus ITP2I sudah mulai berkembang. Selain jumlah mahasiswa meningkat, kampus ini juga telah memperoleh akreditasi ‘Baik’ dari BAN-PT," ungkap pria yang kini menjabat sebagai Direktur BLU Universitas Riau itu, Kamis (24/4/2025).
Menurutnya, lokasi kampus yang kini berada di tengah kota membuat aksesibilitas lebih mudah dan menarik lebih banyak peminat dari berbagai daerah. Sejak tahun 2023, mahasiswa ITP2I juga sudah bisa mengakses beasiswa dari BPDPKS yang menjangkau seluruh Indonesia.
"Saya yakin ITP2I akan terus berkembang menjadi kampus yang mandiri dan berkualitas tinggi di masa depan," tambahnya.
Tak hanya itu, kemajuan pendidikan vokasi di Pelalawan juga menunjukkan tren positif. Kabupaten ini kini memiliki SMK Kelapa Sawit AGI di Pangkalan Kerinci—satu-satunya sekolah menengah kejuruan di Indonesia yang secara spesifik fokus pada bidang kelapa sawit.
Upaya peningkatan kualitas SDM perkebunan di Pelalawan tak lepas dari perhatian besar Bupati Zukri. Pada tahun 2024 lalu, ia bahkan dianugerahi Sawit Award oleh DPP APKASINDO dalam kategori Kepala Daerah Berprestasi di Bidang Perkebunan. Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi atas komitmennya dalam memajukan industri kelapa sawit, tidak hanya dari sisi ekonomi, tetapi juga pengembangan SDM yang berkelanjutan.
Dengan berbagai pencapaian ini, Kabupaten Pelalawan tak hanya menjadi pusat produksi sawit, tetapi juga tengah menjelma sebagai pusat unggulan pendidikan dan pengembangan SDM perkebunan kelapa sawit di Indonesia.**
Editor : Ricky Sambari
(Red/RH)
What's Your Reaction?




