Gangguan Kamtibmas di Yogyakarta Turun, Polresta Catat 622 Laporan Sepanjang 2025

Dec 23, 2025 - 10:48
 0  27
Gangguan Kamtibmas di Yogyakarta Turun, Polresta Catat 622 Laporan Sepanjang 2025

RAHMADNEWS.COM | YOGYAKARTA — Kepolisian Resor Kota (Polresta) Yogyakarta mencatat penurunan jumlah gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) sepanjang tahun 2025. Berdasarkan data rilis akhir tahun, total laporan gangguan kamtibmas pada 2025 tercatat sebanyak 622 laporan, turun dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 632 laporan.

Kapolresta Yogyakarta Kombes Pol Eva Guna Pandia menyampaikan, tren penurunan ini menjadi indikator membaiknya situasi kamtibmas di wilayah hukum Polresta Yogyakarta, meskipun tantangan penegakan hukum dan pelayanan masyarakat tetap cukup kompleks.

“Pada tahun 2024 tercatat 632 laporan gangguan kamtibmas, sementara pada tahun 2025 sebanyak 622 laporan. Ini menunjukkan adanya penurunan, meskipun tidak signifikan,” ujar Eva Guna Pandia saat menyampaikan rilis akhir tahun kinerja Polresta Yogyakarta.

Dalam upaya menjaga stabilitas keamanan, Polresta Yogyakarta secara aktif mengedepankan langkah preemtif dan preventif. Sepanjang 2025, kegiatan dialog interaktif melalui radio dilaksanakan sebanyak 50 kali sebagai sarana komunikasi langsung dengan masyarakat. Selain itu, patroli menggunakan kendaraan roda dua dan roda empat dilakukan sebanyak 39.393 kali.

Tak hanya itu, kegiatan rutin yang ditingkatkan (KRYD) digelar sebanyak 1.800 kali, sementara pengamanan kegiatan masyarakat tercatat sebanyak 253 kali. Menurut Kapolresta, intensitas kegiatan tersebut bertujuan menekan potensi gangguan kamtibmas serta meningkatkan rasa aman di tengah masyarakat.

Di sisi penegakan hukum, Polresta Yogyakarta mencatat adanya penurunan jumlah penyelesaian perkara. Pada tahun 2024, penyelesaian perkara mencapai 514 kasus, sedangkan pada 2025 tercatat 452 kasus. Tingkat penyelesaian perkara pun mengalami penurunan dari 81,33 persen pada 2024 menjadi 72,67 persen pada 2025.

“Penurunan ini menjadi bahan evaluasi kami agar ke depan kinerja penanganan perkara dapat lebih optimal,” kata Eva.

Berdasarkan data kriminalitas, empat kasus terbanyak sepanjang 2025 masih didominasi oleh tindak pidana narkoba dengan 124 kasus. Disusul kasus penipuan sebanyak 69 kasus, penganiayaan 57 kasus, serta pencurian 53 kasus. Kapolresta menegaskan bahwa kejahatan narkoba tetap menjadi perhatian serius karena berdampak luas terhadap generasi muda dan stabilitas sosial.

Di bidang lalu lintas, Polresta Yogyakarta mencatat penurunan yang cukup signifikan. Jumlah pelanggaran lalu lintas pada 2025 tercatat sebanyak 6.548 pelanggaran, turun hampir setengahnya dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 12.352 pelanggaran.

Penurunan juga terjadi pada jumlah teguran lalu lintas, dari 34.428 teguran pada 2024 menjadi 19.494 teguran pada 2025. Penindakan terhadap penggunaan knalpot tidak sesuai spesifikasi pun menurun dari 2.316 kasus pada 2024 menjadi 1.134 kasus pada 2025.

Sementara itu, data kecelakaan lalu lintas menunjukkan tren yang lebih menggembirakan. Pada 2024 tercatat 828 kejadian kecelakaan, sedangkan pada 2025 turun menjadi 607 kejadian. Jumlah korban meninggal dunia juga menurun dari 33 orang menjadi 25 orang. Korban luka berat pada kedua tahun tercatat masing-masing dua orang, sedangkan korban luka ringan turun dari 959 orang pada 2024 menjadi 873 orang pada 2025.

Dalam pengungkapan kasus narkoba, Polresta Yogyakarta juga mencatat kinerja yang relatif stabil. Pada 2024 terdapat 135 laporan dengan 125 kasus berhasil diselesaikan. Sementara pada 2025 tercatat 124 laporan dengan 121 kasus berhasil dituntaskan.

Selain kinerja operasional, Kapolresta mengungkapkan bahwa sepanjang 2025 Polresta Yogyakarta telah memberikan reward sebanyak 96 kali kepada personel berprestasi serta menjatuhkan punishment sebanyak 31 kali sebagai bentuk pembinaan dan penegakan disiplin internal.

“Reward dan punishment kami berikan sebagai upaya menjaga profesionalisme, integritas, dan semangat kerja seluruh personel,” ujarnya.

Lebih lanjut, Polresta Yogyakarta juga menghadirkan berbagai inovasi dan terobosan kreatif di setiap satuan kerja. Bagian SDM menghadirkan program Polresta Berbagi dan Rabu Beriman, Bag Ops membentuk pos kejahatan jalanan, sementara Satlantas meluncurkan layanan SIM MAMI, Simon Palace, serta pelayanan di SPKT MPP.

Bidang teknologi informasi menghadirkan radio komunikasi berbasis aplikasi Zello melalui Si TIK, Sipropam menggagas program Ban Insyaf dan Helm Tobat, Sat Tahti dengan program Ikrar Tobat dan Mars Tahanan, serta Sidokkes dengan program layanan kesehatan SIKUAT.

“Seluruh inovasi ini kami hadirkan untuk mendekatkan Polri dengan masyarakat serta meningkatkan kualitas pelayanan publik,” pungkas Kombes Pol Eva Guna Pandia.

Dengan berbagai capaian dan evaluasi tersebut, Polresta Yogyakarta berharap situasi kamtibmas pada tahun mendatang dapat terus membaik, seiring dengan meningkatnya partisipasi dan kesadaran hukum masyarakat.**

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow