EMP Bentu-Korinci Baru Limited Perkuat Budaya K3LL, Catat 19 Juta Jam Kerja Selamat

Jan 29, 2026 - 18:56
 0  9
EMP Bentu-Korinci Baru Limited Perkuat Budaya K3LL, Catat 19 Juta Jam Kerja Selamat
EMP Bentu - Korinci Baru menggelar seminar K3LL dalam rangka memperingati Festival Bulan K3 Nasional, Kamis (29/1/2026)

RAHMADNEWS. COM | PEKANBARU — EMP Bentu–Korinci Baru Limited menggelar Seminar Tematik Keselamatan dan Kesehatan Kerja serta Lindungan Lingkungan (K3LL) dalam rangka memperingati Festival Bulan K3 Nasional (BK3N) 2026, Kamis (29/1/2026), di Pekanbaru. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam memperkuat penerapan K3LL secara terintegrasi dan berkelanjutan di seluruh lini operasional.

Seminar tersebut mengusung tema “Meningkatkan Ekosistem K3 melalui Penguatan Lingkungan Kerja yang Aman dan Sehat: Sinergi Manusia, Proses, dan Lingkungan”, yang menekankan pentingnya keselamatan kerja sebagai sistem kerja harian, bukan sekadar pemenuhan kewajiban administratif.

Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Provinsi Riau, manajemen lapangan (field management), pekerja, serta mitra kerja EMP Bentu Limited. Kehadiran para pemangku kepentingan ini menjadi simbol sinergi dalam membangun ekosistem K3LL yang kokoh dan berdaya guna.

Kepala Disnaker Provinsi Riau, Roni Rakhmat, S.STP, M.Si, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan seminar tersebut sebagai kontribusi nyata EMP Bentu Limited dalam memeriahkan Bulan K3 Nasional 2026. Ia menilai EMP Bentu Limited sebagai salah satu perusahaan di Riau yang taat dan patuh terhadap regulasi ketenagakerjaan.

“Komitmen perusahaan terhadap penerapan K3 yang konsisten merupakan bentuk perlindungan nyata bagi pekerja sekaligus mendukung keberlangsungan usaha,” ujar Roni.

Sementara itu, Area Manager EMP Bentu Limited yang diwakili External & Internal Relation Coordinator, Manshur Dwi Bekti, menegaskan bahwa seminar ini merupakan bagian dari strategi perusahaan dalam memperkuat budaya K3LL melalui kepemimpinan keselamatan, komunikasi yang efektif, serta konsistensi penerapan prosedur kerja aman di lapangan.

Manshur juga mengungkapkan bahwa EMP Bentu Limited telah mencatat capaian 19 juta jam kerja selamat tanpa kecelakaan kerja yang mengakibatkan kehilangan waktu kerja. Capaian tersebut, menurutnya, merupakan hasil dari komitmen seluruh insan perusahaan dalam menjaga disiplin dan kewaspadaan terhadap risiko kerja.

“Ke depan, capaian ini harus terus ditingkatkan dengan penguatan pengendalian risiko pada setiap tahapan pekerjaan, sehingga keselamatan menjadi nilai utama dalam setiap aktivitas operasional,” katanya.

Seminar ini menghadirkan dua narasumber dari Pengawas dan Penyidik Ketenagakerjaan Provinsi Riau, yakni Rice Rozalia, S.STP, M.Si, dan Teti Susanti, SKM. Keduanya menekankan bahwa penguatan ekosistem K3 harus diwujudkan melalui sistem yang berjalan efektif, partisipasi aktif pekerja, serta pengelolaan lingkungan kerja yang terukur dan terpantau secara berkelanjutan.

Dalam paparannya, Rice Rozalia menegaskan bahwa K3 harus dikelola sebagai bagian integral dari fungsi perusahaan atau organisasi. Ia menyoroti peran strategis Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja (P2K3) sebagai wadah komunikasi, koordinasi, dan tindak lanjut program keselamatan kerja.

“Setiap tempat kerja memiliki potensi bahaya dan setiap potensi bahaya berisiko menimbulkan kecelakaan kerja atau penyakit akibat kerja. Karena itu, pengendalian harus dilakukan secara disiplin dan konsisten untuk mencegah konsekuensi serius,” tegas Rice.

Rice menambahkan, penguatan peran P2K3 perlu dimaksimalkan agar kerja sama antara perusahaan dan pekerja berjalan lebih efektif, mulai dari identifikasi bahaya, evaluasi risiko, hingga pelaksanaan tindakan perbaikan yang cepat, tepat, dan terukur.

Sementara itu, Teti Susanti menekankan bahwa penguatan ekosistem K3 bertumpu pada kemampuan perusahaan dalam mengendalikan faktor risiko lingkungan kerja secara nyata dan berkelanjutan. Menurutnya, penerapan K3 yang kuat akan mendorong terbentuknya budaya keselamatan kerja yang tinggi sekaligus menjamin keberlangsungan usaha.

“K3 harus diposisikan sebagai kebutuhan operasional, bukan hanya sekadar administrasi,” ujarnya.

Teti juga menegaskan pentingnya data dan pengujian yang valid dalam penerapan K3. “You cannot manage what you don’t measure,” katanya, seraya mendorong perusahaan untuk melakukan pengukuran dan pemantauan faktor lingkungan kerja, seperti iklim kerja, kebisingan, pencahayaan, serta paparan zat kimia sebagai dasar pengendalian yang tepat.

Lebih lanjut, Teti menjelaskan bahwa pengendalian bahaya harus dilakukan secara berjenjang, mulai dari eliminasi, substitusi, pengendalian teknis, pengendalian administratif, hingga penggunaan alat pelindung diri (APD) sebagai lapis perlindungan terakhir.

Melalui seminar ini, EMP Bentu–Korinci Baru Limited menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat budaya K3LL, menciptakan lingkungan kerja yang aman dan sehat, serta berkontribusi aktif dalam pembangunan ketenagakerjaan yang berkelanjutan di Provinsi Riau.***

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow