Arus Balik Lebaran 2025 Lancar dan Aman, Kecelakaan Turun Signifikan: Bukti Suksesnya Kolaborasi Operasi Ketupat
RAHMADNEWS. COM | JAKARTA - PT Jasa Raharja, sebagai bagian dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang berperan dalam Operasi Ketupat 2025, memberikan apresiasi atas suksesnya pelaksanaan arus balik Idulfitri tahun ini. Dua momen penting yang menandai keberhasilan ini adalah pemantauan udara pada tanggal 6 April 2025 dan penutupan sistem one way nasional pada 8 April 2025. Kedua momen tersebut mencerminkan komitmen yang kuat dari berbagai instansi terkait dalam memastikan kelancaran perjalanan masyarakat selama arus balik.
Pada 6 April 2025, sejumlah pejabat kementerian, BUMN, dan instansi terkait melakukan pemantauan arus balik Idulfitri secara langsung dari udara menggunakan helikopter. Rute pemantauan mencakup jalur tol Trans Jawa, terutama titik pertemuan strategis antara Tol Trans Jawa dan Tol Cipularang yang kerap menjadi kawasan rawan kemacetan saat arus balik. Pemantauan ini dipimpin oleh Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo bersama Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, serta Direktur Utama PT Jasa Raharja Rivan A. Purwantono.
Kapolri mengungkapkan bahwa rekayasa lalu lintas seperti sistem one way nasional dan contra flow berhasil mempercepat waktu tempuh pemudik. “Alhamdulillah, dengan rekayasa ini, kami mencatatkan waktu tempuh arus mudik yang lebih cepat dibandingkan tahun lalu. Waktu tempuh arus mudik menjadi 5 jam 46 menit, sedangkan arus balik 5 jam 6 menit,” ungkapnya. Kapolri juga mengapresiasi penurunan signifikan angka kecelakaan, yang berkurang hingga 47% di jalur-jalur utama di Jawa Barat.
Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, menyampaikan apresiasi atas kolaborasi antar instansi dalam menyukseskan Operasi Ketupat 2025. Selain itu, ia menyoroti kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas yang semakin meningkat. “Kepatuhan masyarakat dalam berlalu lintas sangat baik, sehingga mengurangi angka kecelakaan secara signifikan,” ujar Menteri Perhubungan.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menambahkan bahwa penurunan angka kecelakaan dan fatalitas sangat penting bagi indikator kesehatan negara. “Lalu lintas yang lancar mengurangi stres pengemudi, yang pada gilirannya menurunkan risiko kecelakaan,” jelasnya.
Pada hari terakhir periode arus balik, rekayasa lalu lintas one way nasional resmi dihentikan pada pukul 09.00 WIB. Sistem one way yang diberlakukan sejak 6 April untuk mengatasi lonjakan kendaraan dari arah timur ke barat pulau Jawa, tepatnya dari Gerbang Tol Kalikangkung hingga Gerbang Tol Cikatama, dinyatakan selesai karena kondisi lalu lintas sudah kembali normal.
Meskipun rekayasa lalu lintas dihentikan, Kepala Korps Lalu Lintas Polri Irjen Pol. Agus Suryonugroho menegaskan bahwa Operasi Ketupat 2025 tetap berlanjut hingga pukul 24.00 WIB untuk memastikan kelancaran perjalanan masyarakat. “Meskipun sistem one way telah dihentikan, personel tetap bersiaga hingga akhir operasi,” ujarnya.
Rivan A. Purwantono, Direktur Utama PT Jasa Raharja, juga menyampaikan terima kasih atas sinergi yang terjalin antara Korlantas Polri, Kementerian Perhubungan, PT Jasa Marga, dan seluruh instansi terkait. “Sinergi ini menjadi kunci utama dalam memastikan arus mudik dan balik berjalan lancar, aman, dan nyaman,” katanya.
Dengan penurunan signifikan angka kecelakaan, keberhasilan pelaksanaan Operasi Ketupat 2025 mencerminkan pentingnya kolaborasi antar instansi dalam menciptakan sistem lalu lintas yang aman dan berkeselamatan. Diharapkan, kolaborasi ini dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan pada masa-masa mendatang, memastikan perjalanan mudik dan balik yang lebih baik untuk masyarakat Indonesia.**
Editor : Ricky Sambari
(Red/RH)
What's Your Reaction?




