Anak Direktur RS Indonesia di Gaza Bersaksi: Rudal F-16 Menargetkan Ayah Saya Secara Langsung

Jul 4, 2025 - 01:48
 0  19
Anak Direktur RS Indonesia di Gaza Bersaksi: Rudal F-16 Menargetkan Ayah Saya Secara Langsung
Rumah sakit Indonesia di Gaza, Palestina. Istimewa

RAHMADNEWS.COM | JAKARTA - Duka mendalam menyelimuti dunia kemanusiaan dan medis internasional, setelah Direktur Rumah Sakit Indonesia di Gaza, Marwan Al Sultan, gugur dalam serangan udara brutal Israel pada Rabu (2/7/2025). Putrinya, Lubna Al Sultan, yang selamat dalam tragedi itu, memberikan kesaksian memilukan mengenai detik-detik ayahnya syahid dalam serangan yang disebutnya sebagai serangan terarah.

“Rudal F-16 menargetkan kamarnya, tempat dia berada, langsung ke arahnya. Semua kamar di rumah itu utuh kecuali kamar dia yang terkena rudal,” ungkap Lubna dalam pernyataannya yang dikutip dari Saudi Gazette. Ia menambahkan dengan suara bergetar, “Ayah saya menjadi syahid di sana.”

Serangan itu tak hanya merenggut nyawa Marwan Al Sultan, namun juga merenggut istri dan salah satu anaknya yang sedang hamil. Kematian mereka menambah panjang daftar korban warga sipil dalam agresi militer Israel yang terus menuai kecaman dunia internasional.

Pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Luar Negeri, secara resmi menyampaikan duka cita dan mengecam keras tindakan Israel yang kembali menargetkan fasilitas sipil dan tokoh kemanusiaan. “Ini adalah pelanggaran berat terhadap hukum humaniter internasional,” ujar juru bicara Kemlu RI dalam pernyataan persnya.

Marwan Al Sultan selama ini dikenal luas sebagai dokter yang berdedikasi penuh dalam memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat Gaza, terlebih saat serangan besar-besaran Israel menggempur wilayah Palestina pada Oktober 2023. Ia tetap bertahan dan memilih berada di garis depan meskipun Rumah Sakit Indonesia kerap menjadi sasaran serangan.

“Beliau adalah simbol harapan bagi rakyat Gaza. Dedikasinya dalam menyediakan layanan medis di tengah keterbatasan dan ancaman serangan tidak akan pernah kami lupakan,” ujar salah satu koleganya dari organisasi kemanusiaan internasional.

Al Sultan juga aktif bekerja sama dengan tim medis lintas negara seperti Inggris, Prancis, Belanda, Belgia, Spanyol, Kanada, dan Maroko. Meski fasilitas medis sering dikepung dan diserang, ia tetap kembali ke Rumah Sakit Indonesia untuk melanjutkan operasi, membuktikan komitmen kemanusiaannya yang tak tergoyahkan.

Berita kematiannya mengguncang komunitas medis dan kemanusiaan internasional, yang menilai bahwa kehilangan Marwan Al Sultan bukan sekadar kehilangan seorang dokter, melainkan hilangnya salah satu figur utama dalam perjuangan hak hidup dan kesehatan rakyat Palestina.

Duka dan kecaman mengalir dari berbagai penjuru dunia. Desakan agar kekerasan dihentikan kembali menguat, seiring dengan makin banyaknya korban jiwa dari kalangan warga sipil dan relawan kemanusiaan di Gaza.**

Editor  :  Ricky Sambari

(Redaksi/RH) 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow