Viola Fauziah Dezka Angkat Batik Seikijang Karya Rumah Jahit Asmalinda di Batik Modifikasi Show Putera Puteri Kampus Riau 2026
RAHMADNEWS.COM | PEKANBARU — Pesona budaya lokal Riau tampil anggun dan berkelas dalam ajang Batik Modifikasi Show yang menjadi bagian dari rangkaian Pemilihan Putera Puteri Kampus Riau 2026, Kamis (23/1/2025), di The Zuri Hotel Pekanbaru. Salah satu penampilan yang mencuri perhatian datang dari Viola Fauziah Dezka, mahasiswi Program Studi Administrasi Bisnis Universitas Riau, yang mengenakan busana Batik Seikijang rancangan Rumah Jahit Asmalinda.
Tampil dengan balutan busana bermotif khas Melayu Riau, Viola tidak sekadar memperagakan busana, tetapi menghadirkan narasi budaya yang kuat di atas panggung. Batik Seikijang yang dikenakan merepresentasikan identitas lokal yang diolah secara modern, memperlihatkan bagaimana warisan tradisi dapat dihadirkan secara relevan di ruang-ruang kontemporer tanpa kehilangan makna filosofisnya.
Penampilan Viola menjadi cerminan peran generasi muda dalam menjaga sekaligus menghidupkan nilai-nilai budaya daerah. Batik yang ia kenakan bukan hanya berfungsi sebagai elemen estetika, melainkan sebagai medium komunikasi budaya—mengangkat kekayaan identitas Melayu Riau dengan pendekatan elegan, intelektual, dan berkarakter.
Rumah Jahit Asmalinda, sebagai rumah jahit lokal yang konsisten mengembangkan karya berbasis kain tradisional Riau, menghadirkan Batik Seikijang dalam balutan desain modifikasi modern. Meski mengalami pengolahan bentuk dan siluet, esensi motif serta filosofi batik tetap dijaga dengan cermat. Motif rusa atau seikijang yang menjadi ciri utama batik ini merepresentasikan nilai kelembutan, kecerdasan, ketangguhan, serta kemampuan beradaptasi—nilai-nilai yang relevan dengan karakter generasi muda Riau masa kini.
Dalam koleksi tersebut, Rumah Jahit Asmalinda memadukan struktur busana yang rapi, garis siluet yang tegas, serta komposisi motif yang proporsional. Pendekatan desain ini menghasilkan tampilan yang dinamis dan berkelas, sekaligus menegaskan bahwa batik lokal mampu bersaing sebagai produk fashion yang memiliki nilai estetika dan potensi komersial tinggi. Perpaduan unsur tradisional dan modern menjadikan Batik Seikijang tidak hanya sebagai simbol budaya, tetapi juga sebagai karya mode yang adaptif terhadap perkembangan zaman.
Sebagai finalis Putera Puteri Kampus Riau 2026, Viola Fauziah Dezka mampu merepresentasikan busana tersebut dengan penuh kepercayaan diri dan pemaknaan. Penampilannya mencerminkan sosok mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap pelestarian budaya daerah. Kehadirannya di atas panggung menjadi simbol bahwa mahasiswa memiliki peran strategis sebagai duta budaya dan agen perubahan yang mampu menjembatani tradisi dengan inovasi.
Batik Modifikasi Show ini sendiri menjadi bagian dari komitmen Putera Puteri Kampus Riau dalam menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap budaya lokal serta memperluas ruang apresiasi terhadap karya-karya kreatif daerah. Kolaborasi antara finalis dan pelaku industri kreatif lokal seperti Rumah Jahit Asmalinda menunjukkan bahwa sinergi lintas generasi mampu melahirkan karya yang tidak hanya indah secara visual, tetapi juga sarat nilai identitas dan kebanggaan daerah.
Melalui penampilan tersebut, Batik Seikijang kembali ditegaskan sebagai salah satu warisan budaya Riau yang memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan dan diperkenalkan ke khalayak yang lebih luas. Rumah Jahit Asmalinda menunjukkan komitmennya dalam menjaga keberlanjutan budaya lokal di tengah arus modernisasi industri fashion. Sementara itu, Viola Fauziah Dezka tampil sebagai representasi generasi muda Riau yang mampu membawa nilai budaya ke ruang publik dengan cara yang elegan, cerdas, dan bermartabat.**
What's Your Reaction?




