Polda DIY Salurkan Bantuan Living Cost untuk 306 Mahasiswa Asal Sumatera Korban Dampak Banjir Bandang

Jun 19, 2026 - 17:24
 0  13
Polda DIY Salurkan Bantuan Living Cost untuk 306 Mahasiswa Asal Sumatera Korban Dampak Banjir Bandang

RAHMADNEWS. COM | YOGYAKARTA – Kepolisian Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta (Polda DIY) kembali menunjukkan komitmennya dalam aksi kemanusiaan dengan menyalurkan bantuan biaya hidup (living cost) kepada 306 mahasiswa asal Sumatera yang sedang menempuh pendidikan di Yogyakarta. Bantuan tersebut diberikan kepada mahasiswa yang keluarganya terdampak bencana banjir bandang yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera pada akhir November lalu.

Penyerahan bantuan dilakukan langsung oleh Kapolda DIY, Irjen Pol. Anggoro Sukartono, di Markas Polda DIY, Jumat (19/6/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian kepedulian sosial Polda DIY terhadap masyarakat yang terdampak bencana, khususnya mahasiswa perantau yang menghadapi kesulitan ekonomi akibat kondisi yang dialami keluarga mereka di kampung halaman.

Bantuan biaya hidup tersebut dihimpun melalui donasi sukarela dari seluruh personel Polda DIY. Dana yang terkumpul kemudian disalurkan kepada para mahasiswa sebagai bentuk dukungan agar mereka dapat terus melanjutkan pendidikan tanpa terganggu oleh persoalan ekonomi yang muncul pascabencana.

Kapolda DIY Irjen Pol. Anggoro Sukartono mengatakan, bantuan tersebut merupakan manifestasi kepedulian dan solidaritas keluarga besar Polda DIY terhadap generasi muda yang sedang berjuang menempuh pendidikan di tengah situasi yang tidak mudah.

“Yogyakarta adalah rumah kedua bagi para mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia. Karena itu, kami merasa memiliki tanggung jawab moral untuk hadir dan membantu ketika mereka menghadapi kesulitan. Kami ingin memastikan adik-adik mahasiswa tetap fokus belajar dan tidak kehilangan semangat meskipun keluarga mereka sedang menghadapi cobaan akibat bencana alam,” ujar Anggoro dalam sambutannya.

Menurutnya, bantuan yang diberikan tidak hanya bernilai materi, tetapi juga menjadi simbol kehadiran negara melalui institusi Polri dalam memberikan dukungan moral kepada masyarakat yang membutuhkan.

Ia menegaskan bahwa para mahasiswa merupakan aset bangsa yang harus dijaga dan didukung agar dapat menyelesaikan pendidikan dengan baik. Oleh sebab itu, Polda DIY berupaya mengambil peran aktif dalam membantu mereka melewati masa sulit yang sedang dihadapi.

“Kami ingin adik-adik mahasiswa mengetahui bahwa mereka tidak sendiri. Banyak pihak yang peduli dan siap membantu. Semoga bantuan ini dapat meringankan beban serta memberikan motivasi untuk terus berprestasi dan menyelesaikan studi dengan baik,” katanya.

Bagian dari Misi Kemanusiaan Berkelanjutan

Program bantuan living cost tersebut bukanlah kegiatan pertama yang dilakukan Polda DIY dalam merespons bencana banjir bandang di Sumatera. Sejak awal bencana terjadi, jajaran Polda DIY telah menjalankan berbagai program kemanusiaan guna membantu para korban.

Beberapa langkah yang telah dilakukan antara lain mendirikan dapur umum untuk mahasiswa terdampak yang berada di Yogyakarta, menyalurkan bantuan logistik dan bantuan tunai ke daerah terdampak bencana, serta mengirimkan personel Satuan Brimob Polda DIY ke wilayah Aceh guna membantu proses evakuasi dan pemulihan pascabencana.

Langkah-langkah tersebut menunjukkan bahwa kepedulian Polda DIY tidak berhenti pada bantuan darurat semata, melainkan berlanjut hingga tahap pemulihan dan pendampingan bagi masyarakat yang terdampak.

Polda DIY juga terus berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, perguruan tinggi, organisasi kemahasiswaan, serta komunitas sosial untuk memastikan bantuan yang diberikan tepat sasaran dan menjangkau mereka yang benar-benar membutuhkan.

Mahasiswa Apresiasi Kepedulian Polda DIY

Perwakilan mahasiswa penerima bantuan menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi atas perhatian yang diberikan oleh jajaran Polda DIY. Menurut mereka, bantuan tersebut hadir pada saat yang sangat dibutuhkan.

Sejumlah mahasiswa mengaku mengalami kesulitan ekonomi setelah keluarga mereka terdampak banjir bandang. Kondisi tersebut menyebabkan terganggunya pengiriman biaya hidup bulanan yang selama ini menjadi penopang kebutuhan sehari-hari selama menempuh pendidikan di Yogyakarta.

“Banyak dari kami yang mulai kesulitan memenuhi kebutuhan harian karena kondisi keluarga di kampung halaman. Bantuan ini sangat berarti dan memberikan ketenangan sehingga kami bisa kembali fokus menjalani perkuliahan,” ujar salah seorang mahasiswa penerima bantuan.

Selain membantu secara finansial, perhatian yang diberikan Polda DIY dinilai mampu mengurangi beban psikologis yang dirasakan mahasiswa akibat kekhawatiran terhadap kondisi keluarga mereka di daerah terdampak bencana.

Menjaga Stabilitas dan Semangat Pendidikan

Melalui program bantuan ini, Polda DIY berharap para mahasiswa dapat terus melanjutkan pendidikan tanpa hambatan berarti serta tetap memiliki optimisme dalam menghadapi berbagai tantangan.

Di sisi lain, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di lingkungan akademik agar tetap kondusif. Dengan terpenuhinya kebutuhan dasar mahasiswa yang terdampak bencana, diharapkan potensi permasalahan sosial yang muncul akibat tekanan ekonomi dapat diminimalkan.

Komitmen kemanusiaan yang ditunjukkan Polda DIY menjadi bukti bahwa tugas kepolisian tidak hanya berkaitan dengan penegakan hukum dan keamanan, tetapi juga mencakup kepedulian sosial terhadap masyarakat, khususnya mereka yang sedang menghadapi kesulitan akibat bencana alam.

Dengan semangat gotong royong dan solidaritas, bantuan yang diberikan kepada 306 mahasiswa asal Sumatera tersebut diharapkan menjadi penyemangat untuk terus menatap masa depan dan menyelesaikan pendidikan sebagai bekal membangun daerah serta bangsa di masa mendatang.**

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow