PMII Bengkalis Serahkan Kajian “Bengkalis Resilient 2026” ke Bupati Kasmarni, Dorong Transformasi Kebijakan dan Kemandirian Fiskal Daerah

May 8, 2026 - 17:13
 0  14
PMII Bengkalis Serahkan Kajian “Bengkalis Resilient 2026” ke Bupati Kasmarni, Dorong Transformasi Kebijakan dan Kemandirian Fiskal Daerah

RAHMADNEWS. COM | BENGKALIS — Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Bengkalis melakukan audiensi strategis bersama Bupati Bengkalis, Kasmarni, di Wisma Sri Mahkota, Selasa (5/5/2026). Dalam pertemuan yang berlangsung hangat dan dialogis itu, PMII menyerahkan dokumen kajian komprehensif bertajuk “Bengkalis Resilient 2026: Gagasan Kritis-Transformatif PMII Kabupaten Bengkalis”.

Dokumen tersebut memuat delapan isu strategis daerah yang dilengkapi analisis kebijakan serta rekomendasi konkret terhadap persoalan fiskal, tata kelola pemerintahan, energi, sosial, hingga penguatan ekonomi lokal. Audiensi ini turut dihadiri jajaran Pemerintah Kabupaten Bengkalis dan pengurus cabang PMII, menandai ruang dialog kolaboratif antara mahasiswa dan pemangku kebijakan.

Ketua PMII Kabupaten Bengkalis, Syahrul Mizan, menegaskan bahwa kajian ini merupakan bentuk kontribusi intelektual mahasiswa dalam mengawal arah pembangunan daerah agar lebih terarah, adaptif, dan berpihak pada kepentingan masyarakat.

“Kajian ini kami susun sebagai wujud kepedulian generasi muda terhadap masa depan Bengkalis. PMII ingin memastikan bahwa suara mahasiswa tidak hanya menjadi penonton, tetapi bagian penting dalam proses perumusan kebijakan pembangunan daerah,” ujarnya.

Menurutnya, Bengkalis memiliki potensi besar, namun masih menghadapi tantangan struktural yang membutuhkan keberanian transformasi kebijakan. Ketergantungan pada sektor migas dan dana transfer pusat, lemahnya optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD), persoalan distribusi BBM di wilayah kepulauan, serta belum maksimalnya peran BUMD sebagai penggerak ekonomi daerah menjadi sorotan utama dalam kajian tersebut.

“Bengkalis tidak boleh terus berada dalam pola ketergantungan fiskal. Daerah ini memiliki sumber daya, posisi strategis, dan peluang ekonomi yang besar. Namun diperlukan langkah berani dalam reformasi tata kelola, penguatan PAD, serta revitalisasi peran BUMD agar daerah benar-benar mandiri dan berdaya saing,” tambah Syahrul.

Sementara itu, Bupati Bengkalis, Kasmarni, menyambut baik inisiatif PMII yang hadir membawa kajian berbasis gagasan dan analisis. Ia mengapresiasi keterlibatan mahasiswa dalam memberikan masukan konstruktif terhadap arah pembangunan daerah.

“Kami sangat mengapresiasi langkah PMII yang tidak hanya menyampaikan aspirasi, tetapi juga membawa kajian dan rekomendasi. Pemerintah daerah tentu membutuhkan masukan yang berbasis pemikiran akademik agar kebijakan yang diambil benar-benar sesuai kebutuhan masyarakat,” ujar Kasmarni.

Ia juga menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Bengkalis terbuka terhadap kritik dan rekomendasi yang bersifat membangun.

“Pembangunan tidak bisa dilakukan pemerintah sendiri. Dibutuhkan sinergi dengan seluruh elemen, termasuk mahasiswa. Kolaborasi seperti ini penting agar Bengkalis mampu menghadapi tantangan fiskal, memperkuat ekonomi daerah, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan,” ungkapnya.

Audiensi ini diharapkan menjadi titik awal penguatan kemitraan strategis antara pemerintah daerah dan kalangan mahasiswa. PMII menempatkan diri sebagai mitra kritis dan transformatif yang tidak hanya menyuarakan kritik, tetapi juga menawarkan solusi berbasis kajian.

Dengan semangat kolaborasi tersebut, PMII dan Pemerintah Kabupaten Bengkalis bersepakat bahwa arah pembangunan ke depan harus lebih responsif, progresif, dan berpihak pada kepentingan masyarakat luas, demi mewujudkan Bengkalis yang Bermarwah, Maju, dan Sejahtera.**

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow