Pertamina Patra Niaga Tutup 2025 Gemilang, Perkuat Ketahanan Energi dan Akselerasi Transisi Berkelanjutan Menuju 2026
RAHMADNEWS.COM | JAKARTA – PT Pertamina Patra Niaga menutup tahun 2025 dengan catatan kinerja yang solid dan optimisme tinggi menyongsong 2026. Subholding Commercial & Trading PT Pertamina (Persero) ini menegaskan komitmennya dalam menjaga ketahanan energi nasional, pemerataan layanan energi hingga pelosok negeri, serta percepatan inovasi energi berkelanjutan yang sejalan dengan arah kebijakan nasional dan Asta Cita Presiden Republik Indonesia.
Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo Putra, menyampaikan bahwa berbagai capaian sepanjang 2025 menjadi fondasi kuat untuk memastikan keandalan pasokan energi bagi masyarakat di seluruh Indonesia.
“Sepanjang 2025, Pertamina Patra Niaga berupaya memastikan energi hadir secara merata dari Sabang sampai Merauke serta berkelanjutan. Kinerja distribusi BBM dan LPG yang terjaga, penguatan infrastruktur, serta pengembangan energi ramah lingkungan menjadi fondasi utama kami untuk melangkah ke tahun 2026,” ujar Mars Ega.
Ia menegaskan, langkah strategis tersebut selaras dengan Asta Cita Presiden RI, khususnya dalam memperkuat ketahanan energi nasional, mendorong kemandirian ekonomi, dan memastikan pembangunan yang inklusif hingga wilayah terluar. “Melalui penguatan distribusi energi, inovasi berkelanjutan, dan pelayanan sepenuh hati, kami mendukung energi sebagai penggerak utama pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.
Realisasi Subsidi Terjaga, Distribusi Nasional Tetap Stabil
Sepanjang 2025, Pertamina Patra Niaga menjalankan penugasan negara dengan memastikan penyaluran BBM subsidi tetap sesuai kuota dan ketentuan pemerintah. Realisasi penyaluran Solar subsidi mencapai 98,7 persen, Minyak Tanah sebesar 97,6 persen, dan Pertalite terealisasi 90,1 persen dari kuota nasional. Tingkat realisasi tersebut mencerminkan efektivitas pengelolaan subsidi sekaligus menjaga stabilitas pasokan energi bagi masyarakat.
Di luar penugasan subsidi, layanan BBM non-subsidi juga berjalan optimal. Pertamina Patra Niaga memastikan pemenuhan kebutuhan energi nasional, termasuk untuk SPBU swasta sebagai bagian dari penguatan ekosistem distribusi energi. Konsumsi BBM non-subsidi menunjukkan tren pertumbuhan signifikan dibandingkan tahun 2024, dengan Pertamax naik 20 persen, Pertamax Turbo melonjak 75 persen, Dexlite meningkat 11 persen, dan Pertamina Dex tumbuh 36 persen.
Kinerja positif ini semakin diperkuat oleh meningkatnya konsumsi BBM ramah lingkungan. Pertamax Green 95 mencatat lonjakan konsumsi hingga 117 persen sepanjang 2025, didorong oleh perluasan jaringan outlet yang bertambah 71 SPBU, sehingga total outlet mencapai 177 SPBU di berbagai wilayah strategis.
LPG Subsidi Hampir 100 Persen, Desa dan Nelayan Jadi Fokus
Pada sektor LPG, penyaluran LPG subsidi 3 kilogram sepanjang 2025 terealisasi 99,77 persen dari kuota nasional. Capaian ini ditopang implementasi program One Village One Outlet, di mana lebih dari 62.600 desa dan kelurahan di provinsi yang telah menerapkan kebijakan konversi LPG 3 kilogram telah terlayani oleh pangkalan resmi.
Sementara itu, distribusi LPG non-subsidi untuk sektor rumah tangga juga mencatat pertumbuhan positif. Konsumsi Bright Gas 5,5 kg meningkat 13 persen, sedangkan Bright Gas 12 kg naik 10 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Dalam mendukung penguatan ekonomi kerakyatan, Pertamina Patra Niaga turut mendorong program Koperasi Desa Merah Putih melalui pengelolaan outlet LPG dan SPBUN oleh koperasi nelayan. Hingga 31 Desember 2025, tercatat 210 outlet KDKMP LPG/Mitan telah beroperasi dan 1.575 outlet lainnya siap operasional, memperluas akses energi produktif hingga ke tingkat desa.
Siaga Nasional dan Penguatan Infrastruktur Strategis
Untuk menjaga keandalan pasokan pada momen krusial, Pertamina Patra Niaga mengaktifkan Satgas RAFI dan Satgas NATARU. Melalui kesiapsiagaan operasional dan layanan Pertamina Siaga, distribusi BBM, LPG, dan Avtur tetap terjaga selama Idulfitri serta Natal dan Tahun Baru. Perusahaan juga memberikan skema harga khusus Avtur guna mendukung kelancaran transportasi dan pariwisata nasional, dilengkapi layanan ekstra seperti Serambi MyPertamina.
Dari sisi infrastruktur, penguatan ketahanan energi nasional dilakukan melalui pengembangan fasilitas strategis, antara lain Terminal LPG Bima (NTB), revitalisasi Terminal LPG Arun (Aceh), serta Fuel Terminal Labuan Bajo (NTT). Kehadiran fasilitas ini memperkuat keandalan pasokan, khususnya di Indonesia timur dan kawasan strategis pariwisata nasional.
Respons Cepat Pascabencana dan Distribusi Multijalur
Dalam upaya pemulihan pasokan energi pascabencana di Sumatera, Pertamina Patra Niaga mengerahkan seluruh jalur distribusi secara terpadu, meliputi jalur darat, laut, dan udara. Distribusi dilakukan dengan memaksimalkan mobil tangki melalui jalur darat meskipun menghadapi keterbatasan akses, penguatan suplai via kapal laut dari terminal terdekat, serta dukungan distribusi udara menggunakan pesawat perintis, pesawat Hercules, helikopter dengan metode sling load untuk LPG, hingga pesawat Air Tractor.
Langkah ini dilakukan secara maksimal dengan koordinasi lintas instansi pusat dan daerah, guna memastikan energi tetap tersedia bagi masyarakat, layanan publik, serta pemulihan aktivitas ekonomi di wilayah terdampak.
Akselerasi Transisi Energi dan SAF Bersertifikasi Internasional
Sejalan dengan agenda transisi energi, Pertamina Patra Niaga terus mendorong pengembangan Sustainable Aviation Fuel (SAF). Pada 2025, Pertamina SAF berhasil meraih sertifikasi internasional berkelanjutan ISCC CORSIA untuk fasilitas Aviation Fuel Terminal (AFT) di tiga bandara utama, yakni Soekarno-Hatta, Ngurah Rai, dan Halim Perdanakusuma. Inisiatif ini diperkuat dengan pemanfaatan minyak jelantah sebagai bahan baku berkelanjutan.
Melalui ekosistem Pertamina SAF, perusahaan juga mengembangkan Program Movement Ramah Lingkungan yang melibatkan partisipasi masyarakat dalam pengumpulan minyak jelantah di 36 titik SPBU dan lembaga penyalur. Hingga 31 Desember 2025, volume minyak jelantah yang terkumpul mencapai 154.408 liter dengan partisipasi 5.225 masyarakat.
Siap Menapaki 2026
“Memasuki 2026, Pertamina Patra Niaga menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat peran sebagai subholding Commercial & Trading PT Pertamina (Persero) dalam menjaga ketahanan energi nasional melalui optimalisasi infrastruktur, peningkatan kualitas layanan ritel, serta pengembangan portofolio energi berkelanjutan, sejalan dengan arah kebijakan energi nasional dan Asta Cita Presiden RI,” pungkas Mars Ega.
Dengan fondasi kinerja yang kuat dan strategi berkelanjutan, Pertamina Patra Niaga optimistis dapat terus menjadi garda terdepan dalam memastikan energi hadir untuk seluruh negeri, hari ini dan masa depan.**
What's Your Reaction?




