Pertamina Patra Niaga Pastikan Suplai BBM Aman di Tengah Tertundanya Sandar Kapal Akibat Cuaca Ekstrem di Belawan

Nov 27, 2025 - 11:58
 0  14
Pertamina Patra Niaga Pastikan Suplai BBM Aman di Tengah Tertundanya Sandar Kapal Akibat Cuaca Ekstrem di Belawan

RAHMADNEWS.COM | JAKARTA – Pertamina Patra Niaga memastikan seluruh langkah antisipatif dan mitigasi terus dioptimalkan untuk menjaga kelancaran suplai Bahan Bakar Minyak (BBM) kepada masyarakat, menyusul tertundanya proses sandar dua kapal pengangkut BBM di perairan Belawan sejak 23 November 2025 akibat cuaca ekstrem.

Selama tiga hari terakhir, kondisi gelombang tinggi disertai angin kencang di area Single Point Mooring (SPM) Belawan membuat dua kapal yang mengangkut pasokan Pertalite dan Biosolar belum dapat melakukan bongkar muat. Padahal, secara posisi kapal-kapal tersebut telah berada pada titik siap sandar. Proses tetap harus ditunda karena aspek keselamatan operasional menjadi prioritas utama ketika cuaca berada pada kategori tidak aman.

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, menegaskan bahwa perusahaan bergerak cepat dengan langkah kesiapsiagaan untuk memastikan distribusi energi kepada masyarakat tetap berjalan optimal.

“Kami melakukan pemantauan intensif dan penyesuaian pola suplai sesuai kondisi di lapangan, termasuk koordinasi erat dengan pemerintah daerah, aparat, serta pihak penanganan kebencanaan,” ujar Roberth.

Pertamina juga mengimbau masyarakat agar tidak panik dan tetap membeli BBM maupun LPG sesuai kebutuhan sewajarnya.

“Kami memastikan seluruh langkah percepatan terus dilakukan, dan suplai diharapkan akan segera kembali normal begitu kondisi cuaca memadai untuk proses sandar,” tambahnya.

Sementara itu, Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Fahrougi Andriani Sumampouw, menjelaskan bahwa berbagai upaya percepatan mitigasi telah dilakukan untuk menjaga distribusi BBM tetap terjaga di tengah situasi cuaca yang kurang bersahabat.

“Pertamina melakukan segala upaya yang diperlukan untuk memastikan suplai tetap aman. Kami telah menyiapkan alih suplai dari fuel terminal terdekat serta meningkatkan koordinasi dengan berbagai pihak terkait. Saat ini tantangan terbesar adalah kondisi cuaca ekstrem yang membuat proses sandar belum dapat dilakukan,” ungkap Fahrougi.

Sebagai bentuk mitigasi konkret, Pertamina telah melakukan alih suplai (RAE) Pertalite dan Biosolar dari Integrated Terminal (IT) Lhokseumawe, Fuel Terminal (FT) Siantar, dan IT Dumai. Selain itu, skema prioritas penyaluran juga diterapkan untuk menjaga ketersediaan BBM di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang telah memasuki kategori stok kritis.

Tidak hanya itu, penyaluran produk alternatif seperti Pertamax dan Pertamina Dex turut dimaksimalkan untuk mendukung kebutuhan energi masyarakat selama proses pemulihan suplai berlangsung. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi potensi antrean dan gangguan pelayanan di SPBU.

Di sisi lain, Pertamina juga terus berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah dan aparat terkait untuk memastikan situasi di lapangan tetap kondusif, terutama di wilayah-wilayah yang sensitif terhadap ketersediaan BBM.

Apabila cuaca mulai membaik dan proses sandar dapat dilakukan pada hari ini, Pertamina memperkirakan penyaluran Biosolar akan kembali normal pada malam hari, 26 November 2025. Sementara itu, penyaluran Pertalite diproyeksikan berangsur normal pada 27 November 2025.

Fahrougi kembali mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak melakukan pembelian berlebihan, serta selalu berhati-hati saat melintas di jalur-jalur yang masih dalam penanganan, terutama di kawasan pelabuhan dan sekitarnya.

Jika masyarakat menemukan kendala layanan atau membutuhkan informasi lebih lanjut, Pertamina menyediakan layanan pengaduan dan informasi melalui Pertamina Contact Center 135.

Pertamina Patra Niaga menegaskan akan terus mengawal kondisi suplai energi secara menyeluruh hingga situasi di wilayah terdampak kembali normal sepenuhnya dan distribusi BBM maupun LPG dapat berjalan stabil seperti sediakala.**

Editor  :  Ricky Sambari

(Redaksi/RH) 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow