Perempuan Bajo Bangkit: Desa Kabalutan Jadi Role Model Ekonomi Keluarga Berbasis Budaya

May 22, 2025 - 11:45
 0  35
Perempuan Bajo Bangkit: Desa Kabalutan Jadi Role Model Ekonomi Keluarga Berbasis Budaya
Desa Kabalutan, yang dikenal sebagai pemukiman masyarakat Suku Bajo, dipilih sebagai lokasi pertama pelaksanaan program percontohan nasional dalam upaya pemberdayaan perempuan berbasis potensi lokal dan pelestarian budaya pesisir

RAHMADNEWS. COM | TOJO UNA UNA - Dalam upaya mendorong kemandirian ekonomi keluarga serta memperkuat peran strategis perempuan di wilayah pesisir, Rumah BUMN Pertamina Tojo Una-Una bersama Bank Mandiri dan Dinas Pertanian Kabupaten Tojo Una-Una menggelar kegiatan bertajuk “Sosialisasi Legalitas Usaha (NIB), Optimalisasi Transaksi Perbankan, dan Penyaluran Bibit Tanaman Harian dalam Mendukung Program Pemberdayaan Perempuan Desa Kabalutan sebagai Penunjang Ekonomi Keluarga”. Kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu, 17 Mei 2025, di Desa Kabalutan, Kecamatan Talatako.

Desa Kabalutan, yang dikenal sebagai pemukiman masyarakat Suku Bajo, dipilih sebagai lokasi pertama pelaksanaan program ini. Hal ini menjadikan desa tersebut sebagai percontohan nasional dalam upaya pemberdayaan perempuan berbasis potensi lokal dan pelestarian budaya pesisir.

Dalam kegiatan ini, puluhan perempuan dari Desa Kabalutan mendapatkan edukasi mendalam terkait pentingnya legalitas usaha melalui kepemilikan Nomor Induk Berusaha (NIB). Dengan NIB, pelaku usaha mikro dapat mengakses berbagai fasilitas, seperti permodalan, pelatihan, serta program pemerintah lainnya. Selain memberikan legitimasi, NIB juga menjadi pintu masuk untuk pengembangan usaha yang lebih profesional dan berkelanjutan.

Tak hanya itu, para peserta juga dibekali pelatihan literasi keuangan dan pemanfaatan layanan perbankan digital. Materi yang diberikan mencakup pencatatan transaksi, pengelolaan keuangan usaha rumah tangga, hingga pemanfaatan platform digital untuk transaksi non-tunai. Pelatihan ini bertujuan agar para ibu rumah tangga dapat lebih mandiri secara ekonomi sekaligus beradaptasi dengan kemajuan teknologi perbankan.

Sebagai bentuk nyata dukungan terhadap ekonomi keluarga, program ini turut menyalurkan bibit tanaman harian seperti cabai, tomat, dan berbagai jenis sayuran. Inisiatif ini ditujukan untuk mendorong pertanian keluarga melalui pemanfaatan lahan pekarangan, yang tak hanya menambah pendapatan rumah tangga, tetapi juga mendukung ketahanan pangan lokal.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Ibu Bupati Tojo Una-Una bersama jajaran Tim Penggerak PKK Kabupaten. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi mendalam atas kolaborasi multipihak yang berhasil menghadirkan program pemberdayaan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, terutama perempuan pesisir.

“Kolaborasi seperti ini harus terus diperkuat karena membawa dampak nyata bagi masyarakat. Perempuan Bajo adalah penjaga nilai budaya dan ekonomi rumah tangga. Dukungan semacam ini akan semakin meneguhkan posisi mereka sebagai agen perubahan di tingkat akar rumput,” ujar Ibu Bupati.

Sementara itu, Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Sulawesi PT Pertamina Patra Niaga, Fahrougi Sumampouw, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen Pertamina dalam menghadirkan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat.

“Pertamina percaya bahwa perempuan memiliki peran kunci dalam menjaga ketahanan ekonomi keluarga, terutama di wilayah pesisir. Melalui Rumah BUMN, kami hadir untuk membekali para ibu di Desa Kabalutan agar mampu membangun usaha legal, produktif, dan tetap berakar pada budaya lokal yang mereka junjung tinggi,” ujar Fahrougi.

Fahrougi juga menyampaikan bahwa inisiatif ini telah mencatat capaian signifikan. Pada April 2025 lalu, Rumah BUMN Pertamina Tojo Una-Una berhasil menerbitkan 45 sertifikat legalitas usaha secara gratis kepada pelaku UMKM.

Lebih jauh, ia menekankan bahwa kegiatan ini sejalan dengan Asta Cita Pemerintahan Prabowo-Gibran, khususnya poin ketiga: “Menciptakan lapangan kerja yang berkualitas, mendorong kewirausahaan, dan mengembangkan industri kreatif.”

“Program pemberdayaan di Desa Kabalutan adalah bukti bahwa BUMN, bersama mitra strategis, mampu memberi kontribusi nyata dalam pembangunan ekonomi inklusif dan berkeadilan, dengan menjadikan perempuan sebagai pilar utama,” tutup Fahrougi.

Dengan keberhasilan pelaksanaan program ini, Desa Kabalutan tidak hanya menjadi pionir dalam pemberdayaan perempuan di pesisir, tetapi juga simbol dari sinergi multipihak yang berkomitmen menciptakan perubahan positif dan berkelanjutan.**

Editor  :  Ricky Sambari

(Redaksi/RH) 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow