Partai PPP Cari Ketum Baru, Anies Baswedan dan Amran Sulaiman Muncul di Bursa Jelang Muktamar 2025

Jun 1, 2025 - 01:03
 0  30
Partai PPP Cari Ketum Baru, Anies Baswedan dan Amran Sulaiman Muncul di Bursa Jelang Muktamar 2025
Logo partai PPP

RAHMADNEWS. COM | JAKARTA — Menjelang gelaran Muktamar Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang dijadwalkan berlangsung sekitar Agustus hingga September 2025, bursa calon Ketua Umum (Ketum) partai berlambang Ka'bah itu mulai memanas. Sejumlah nama dari kalangan eksternal mulai disebut-sebut, termasuk mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.

Kedua tokoh tersebut, menurut Wakil Ketua DPW PPP DKI Jakarta, Belly Bilalusalam, kerap menjadi bahan perbincangan positif di kalangan internal kader partai. Belly menyebut, nama-nama ini dinilai mampu membawa harapan baru dan semangat transformasi di tubuh PPP.

"Nama caketum PPP dari eksternal yang sering menjadi perbincangan positif oleh kader PPP Jakarta adalah Amran Sulaiman dan Anies Baswedan," ujar Belly dalam siaran pers resmi pada Sabtu (31/5/2025).

Menurutnya, PPP saat ini membutuhkan sosok ketua umum yang memiliki karakteristik "paket komplet"—yakni religius, memiliki kedekatan dengan kalangan ulama dan santri, mampu diterima oleh semua kelompok masyarakat termasuk generasi muda, serta terbuka dan kreatif dalam membangun komunikasi internal maupun eksternal partai.

“Dan tentu, harus kuat serta loyal secara finansial untuk mendukung program-program perjuangan PPP yang menyentuh langsung kepentingan masyarakat,” tambahnya.

Belly menegaskan bahwa sudah waktunya PPP membuka diri dan membangun jejaring lebih luas, baik dengan kalangan sipil maupun tokoh-tokoh nasional lintas latar belakang. Ia berharap ketua umum mendatang dapat membangun PPP menjadi partai yang lebih inklusif, tanpa meninggalkan khittoh dan jati diri perjuangan partai yang telah diwariskan sejak awal berdiri.

Sementara itu, pengurus DPW PPP DKI Jakarta lainnya, Dedy Kurnyawan, mengingatkan agar seluruh elemen partai berhenti larut dalam kegagalan pada Pemilu 2024 lalu, di mana PPP gagal melampaui ambang batas parlemen (parliamentary threshold) sehingga tidak memiliki wakil di DPR RI.

"PPP seharusnya tidak lagi berdebat soal kegagalan kemarin. Saat ini, yang paling penting adalah bagaimana partai ini bisa merebut kembali hati dan suara rakyat,” tegas Dedy.

Menurut Dedy, momentum muktamar harus dimanfaatkan untuk mencari figur pemimpin baru yang tidak hanya memiliki pengaruh kuat, tapi juga memiliki ‘amunisi’ baik dalam bentuk gagasan, relasi, maupun sumber daya, untuk menyongsong Pemilu 2029.

Sebelumnya, sejumlah nama juga sempat masuk radar bursa calon ketua umum PPP. Ketua Majelis Pertimbangan PPP, Romahurmuziy alias Rommy, sempat menyebut beberapa tokoh nasional seperti mantan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal (Purn) Dudung Abdurachman, Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul), Menteri Pertanian Amran Sulaiman, dan mantan Menteri Perdagangan Agus Suparmanto.

Namun, beberapa nama yang disebut Rommy langsung memberikan pernyataan tegas bahwa mereka tidak berminat untuk memimpin PPP.

Jenderal (Purn) Dudung Abdurachman menegaskan dirinya tidak pernah memiliki rencana untuk memimpin partai politik. "Waduh, saya enggak tahu. Itu yang bilang siapa? Oh Pak Rommy? Saya tidak (berminat)," katanya kepada wartawan.

Penolakan juga datang dari Mensos Saifullah Yusuf. Di hadapan awak media di Bandung pada Kamis (29/5/2025), Gus Ipul mengaku tidak sanggup memikul tanggung jawab sebesar itu. “Pertanggungjawabannya banyak. Oleh karena itu, saya enggak sanggup,” ujarnya singkat.

Seiring dengan mencuatnya nama-nama eksternal, termasuk Anies Baswedan yang dikenal dengan basis pendukung luas dan rekam jejak kepemimpinan di Jakarta serta Pilpres 2024 lalu, dinamika menjelang muktamar PPP diprediksi akan semakin menarik untuk diikuti. Terlebih, partai yang lahir dari fusi partai-partai Islam ini kini dihadapkan pada tantangan serius untuk bangkit dari kegagalan dan mengembalikan marwahnya sebagai kekuatan politik umat. **

Editor  :  Ricky Sambari

(Redaksi/RH) 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow