Dua Pertiga Jemaah Haji Indonesia Sudah Kembali ke Tanah Air, Proses Pemulangan Berjalan Lancar

Jun 22, 2026 - 17:15
 0  13
Dua Pertiga Jemaah Haji Indonesia Sudah Kembali ke Tanah Air, Proses Pemulangan Berjalan Lancar

RAHMADNEWS. COM | JAKARTA – Proses pemulangan jemaah haji Indonesia dari Arab Saudi terus menunjukkan perkembangan signifikan. Hingga Minggu (21/6) atau memasuki hari ke-20 fase pemulangan, sebanyak 135.872 jemaah dan petugas haji Indonesia telah tiba kembali di Tanah Air. Jumlah tersebut setara dengan sekitar 66 persen dari total jemaah dan petugas haji Indonesia yang diberangkatkan pada musim haji 1447 Hijriah/2026 Masehi.

Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia, Maria Assegaff, mengatakan bahwa operasional penyelenggaraan ibadah haji tahun ini telah memasuki hari ke-62 dan secara umum berlangsung dengan baik, termasuk pada fase kepulangan jemaah.

“Alhamdulillah, proses pemulangan jemaah dari Arab Saudi menuju Indonesia terus berlangsung dengan baik. Hingga hari ini, sebanyak 347 kloter telah tiba di Tanah Air dengan membawa 134.484 jemaah dan 1.388 petugas. Total kedatangan mencapai 135.872 orang atau sekitar 66 persen,” ujar Maria dalam keterangan resmi, Senin (22/6/2026).

Menurutnya, mayoritas jemaah yang telah kembali merupakan bagian dari gelombang pertama yang diberangkatkan melalui Bandara Internasional King Abdulaziz, Jeddah. Tercatat sebanyak 267 kelompok terbang (kloter) telah mendarat di berbagai embarkasi Indonesia dengan membawa 103.687 jemaah dan 1.066 petugas.

Dengan demikian, total kepulangan gelombang pertama mencapai 104.753 orang. Sementara itu, pemulangan gelombang kedua yang dilakukan melalui Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz, Madinah, juga terus berlangsung.

Hingga saat ini, sebanyak 87 kloter telah diberangkatkan dari Madinah menuju Indonesia dengan membawa 33.297 jemaah dan 349 petugas. Total kepulangan pada gelombang kedua tercatat mencapai 33.646 orang.

Pergerakan Jemaah dari Makkah ke Madinah Tuntas

Selain proses kepulangan ke Indonesia, pergerakan jemaah gelombang kedua dari Kota Makkah menuju Madinah juga hampir selesai. Data terbaru menunjukkan sebanyak 244 kloter yang mengangkut 92.861 jemaah dan 976 petugas telah diberangkatkan menuju Kota Nabi tersebut.

Secara keseluruhan, jumlah jemaah dan petugas yang telah bergerak dari Makkah ke Madinah mencapai 93.837 orang. Proses ini menjadi tahapan penting sebelum para jemaah kembali ke Indonesia melalui Bandara Madinah.

Maria menjelaskan bahwa pendorongan terakhir jemaah dari Makkah menuju Madinah dijadwalkan berlangsung pada Senin pagi waktu setempat. Dengan berakhirnya proses tersebut, sejumlah layanan transportasi khusus bagi jemaah di Makkah juga akan dihentikan.

“Pendorongan terakhir jemaah haji Indonesia dari Makkah menuju Madinah dijadwalkan berlangsung pada 22 Juni 2026 pukul 08.00 Waktu Arab Saudi. Seiring dengan berakhirnya pergerakan tersebut, layanan Bus Shalawat juga akan dihentikan pada hari yang sama pukul 12.00 Waktu Arab Saudi,” jelasnya.

Bus Shalawat selama ini menjadi sarana transportasi utama yang melayani mobilitas jemaah dari hotel menuju Masjidil Haram dan sebaliknya selama berada di Kota Makkah.

Haji Khusus Capai Lebih dari 15 Ribu Orang

Selain jemaah reguler, pemerintah juga mencatat kepulangan jemaah haji khusus yang terus bertambah setiap harinya. Hingga saat ini, sebanyak 15.802 jemaah haji khusus telah kembali ke Indonesia.

Jumlah tersebut terdiri atas 15.066 jemaah dan 736 petugas yang mendampingi pelaksanaan ibadah mereka selama di Tanah Suci.

Pemerintah memastikan seluruh proses pemulangan dilakukan sesuai jadwal dengan koordinasi intensif antara otoritas Arab Saudi, maskapai penerbangan, petugas haji, serta berbagai pihak terkait guna menjamin kenyamanan dan keselamatan jemaah.

Jemaah Diminta Jaga Kesehatan dan Kelengkapan Dokumen

Menjelang fase akhir operasional haji, pemerintah kembali mengingatkan para jemaah agar memperhatikan kondisi kesehatan dan memastikan seluruh dokumen perjalanan tersimpan dengan aman.

Maria meminta jemaah yang masih berada di Makkah untuk mempersiapkan keberangkatan menuju Madinah dengan baik, termasuk menyiapkan koper serta barang bawaan sejak dini.

“Kami meminta seluruh jemaah yang masih berada di Makkah agar menyesuaikan aktivitas dengan jadwal keberangkatan menuju Madinah, mempersiapkan koper dan barang bawaan lebih awal, memastikan dokumen perjalanan tersimpan dengan aman, serta tetap berada dalam koordinasi ketua kloter dan petugas,” katanya.

Sementara bagi jemaah yang telah berada di Madinah, ia mengimbau agar memanfaatkan waktu yang tersisa untuk memperbanyak ibadah dengan tetap memperhatikan kondisi fisik.

Menurutnya, cuaca panas dan aktivitas yang padat berpotensi memengaruhi kesehatan jemaah, terutama kelompok lanjut usia dan mereka yang memiliki penyakit penyerta.

“Pilih aktivitas sesuai kemampuan tubuh, cukup beristirahat, menjaga pola makan dan kebutuhan cairan, serta mengonsumsi obat secara teratur sesuai anjuran tenaga kesehatan. Jika mengalami keluhan kesehatan atau membutuhkan bantuan, segera hubungi petugas haji Indonesia,” ujarnya.

Larangan Membawa Air Zamzam dalam Koper

Pemerintah juga kembali menegaskan larangan memasukkan air zamzam ke dalam koper bagasi maupun tas kabin. Aturan tersebut diberlakukan demi menjaga kelancaran proses pemeriksaan keamanan di bandara Arab Saudi dan Indonesia.

Maria menegaskan bahwa seluruh jemaah tidak perlu khawatir karena air zamzam telah disiapkan secara resmi dan akan dibagikan kepada jemaah setibanya di debarkasi masing-masing.

“Kami kembali mengingatkan agar jemaah tidak memasukkan air zamzam ke dalam koper bagasi maupun tas kabin. Air zamzam telah disiapkan dan akan dibagikan secara resmi di debarkasi masing-masing,” tegasnya.

Selain itu, jemaah juga diminta memastikan paspor, kartu identitas haji, boarding pass, serta barang berharga lainnya berada dalam pengawasan pribadi. Koper dan tas kabin disarankan diberi identitas yang jelas guna menghindari tertukar atau tertinggal selama perjalanan pulang.

Apresiasi untuk Jemaah dan Petugas Haji

Dalam kesempatan tersebut, Maria menyampaikan apresiasi kepada seluruh jemaah Indonesia yang dinilai telah menunjukkan kedisiplinan dan kepatuhan selama menjalankan rangkaian ibadah haji tahun ini.

Ucapan terima kasih juga diberikan kepada seluruh petugas haji, tenaga kesehatan, petugas keamanan, serta berbagai unsur pendukung lainnya yang terus bekerja memberikan pelayanan terbaik bagi para tamu Allah.

Tak hanya itu, pemerintah Indonesia juga menyampaikan penghargaan kepada Pemerintah Kerajaan Arab Saudi beserta seluruh otoritas terkait atas dukungan dan kerja sama yang diberikan selama penyelenggaraan ibadah haji 1447 Hijriah.

Menutup keterangannya, Maria mengajak seluruh jemaah untuk menjaga kemabruran haji setelah kembali ke Tanah Air serta menjadikan pengalaman spiritual selama di Tanah Suci sebagai bekal dalam kehidupan bermasyarakat.

“Kami mengajak seluruh jemaah untuk terus menjaga kesehatan serta mempertahankan nilai-nilai kemabruran yang telah ditempa selama berada di Tanah Suci. Kesabaran, kedisiplinan, kepedulian, persaudaraan, dan keikhlasan hendaknya menjadi bekal untuk menghadirkan manfaat bagi keluarga, masyarakat, bangsa, dan umat. Dari Tanah Suci untuk Negeri, membawa pulang kemabruran dan menebarkan manfaat bagi peradaban,” pungkasnya.**

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow