Dari Lemari ke Harapan: PDC Gerakkan Ekonomi Sirkular Lewat Program Tangan Kedua

Feb 28, 2026 - 17:55
 0  3
Dari Lemari ke Harapan: PDC Gerakkan Ekonomi Sirkular Lewat Program Tangan Kedua

RAHMADNEWS. COM | JAKARTA – Lemari pakaian di setiap rumah kerap menyimpan lebih dari sekadar kain dan benang. Ada kenangan hari pertama bekerja, perjalanan dinas penuh cerita, hingga seragam lama yang tak lagi terpakai. Di balik setiap helai tersebut, tersimpan peluang untuk berbagi sekaligus menghadirkan perubahan nyata bagi lingkungan dan masyarakat.

Semangat itulah yang diusung PT Patra Drilling Contractor (PDC) melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) tahun 2026 bertajuk “Tangan Kedua: Setiap Jahitan, Ada Harapan.” Program ini menjadi gerakan kolektif yang mengajak seluruh perwira PDC membawa pakaian bekas tidak terpakai dari rumah ke kantor untuk kemudian dikelola secara bertanggung jawab.

Corporate Secretary PDC, Ani Aryani, menegaskan bahwa inisiatif tersebut bukan sekadar kegiatan pengumpulan pakaian, melainkan bagian dari komitmen perusahaan dalam memperluas makna tanggung jawab sosial dan lingkungan.

“Program Tangan Kedua bukan hanya aktivitas donasi, tetapi wujud kepedulian kolektif perwira PDC terhadap isu lingkungan dan sosial. Kami ingin menghadirkan inovasi dalam budaya berbagi sekaligus memperkuat kesadaran akan pentingnya pengelolaan limbah tekstil secara berkelanjutan,” ujar Ani.

Dalam pelaksanaannya, PDC berkolaborasi dengan Rumah Pilah Teratai Putih, komunitas pengelola sampah dan daur ulang yang berbasis di Duren Sawit, Jakarta Timur. Melalui kemitraan ini, pakaian yang terkumpul akan dipilah, didaur ulang, dan dimanfaatkan kembali sesuai prinsip keberlanjutan. Proses tersebut tidak hanya mengurangi beban limbah tekstil, tetapi juga menciptakan nilai tambah secara sosial, lingkungan, dan ekonomi.

Founder Rumah Pilah Teratai Putih, Chevie “Arnetta Craft”, menyambut baik kolaborasi lintas sektor tersebut sebagai langkah konkret dalam mendorong penerapan ekonomi sirkular di tingkat komunitas.

“Setiap pakaian yang terkumpul memiliki potensi untuk ‘hidup kembali’, baik melalui pemanfaatan ulang maupun proses daur ulang. Kolaborasi seperti ini sangat berarti karena melibatkan sektor korporasi dalam gerakan pengurangan limbah dari sumbernya,” ungkap Chevie.

Jr. Analyst CSR & Stakeholder PDC, Harun, menambahkan bahwa partisipasi aktif para pekerja menjadi faktor penentu keberhasilan program.

“Kami ingin mengajak seluruh perwira PDC menyadari bahwa kontribusi kecil, seperti membawa satu atau dua pakaian bekas, dapat menciptakan dampak besar jika dilakukan bersama. Harapannya, program ini menjadi gerakan berkelanjutan, bukan sekadar kegiatan sesaat,” jelasnya.

Pada kegiatan pengumpulan yang dilaksanakan 13 Februari 2026 di PDC Tower, tercatat sebanyak 154 potong pakaian berhasil dihimpun. Koleksi tersebut terdiri atas kemeja, kaus, celana, jaket, hingga outer. Seluruh pakaian selanjutnya menjalani proses pemilahan dan pengolahan agar dapat dimanfaatkan secara optimal, baik melalui distribusi ulang maupun pengolahan menjadi produk baru bernilai guna.

Program “Tangan Kedua” menjadi refleksi bahwa keberlanjutan dapat dimulai dari langkah sederhana. Dari lemari di rumah, menuju ruang kerja, hingga akhirnya memberi manfaat yang lebih luas bagi lingkungan dan masyarakat. Inisiatif ini sekaligus memperkuat komitmen perusahaan dalam menerapkan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam operasional bisnisnya.

Karena pada akhirnya, kebaikan tidak selalu harus dimulai dari hal besar. Cukup dari satu pakaian, satu kontribusi, dan satu niat untuk peduli—hingga setiap jahitan benar-benar menghadirkan harapan baru.

Tentang PT Patra Drilling Contractor

PT Patra Drilling Contractor merupakan perusahaan penyedia jasa penunjang di sektor energi yang berkomitmen menjalankan praktik bisnis berkelanjutan melalui penerapan prinsip ESG dalam setiap kegiatan operasionalnya, sekaligus berupaya menciptakan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow