BPOM dan Pemprov Riau Perkuat Pendampingan UMKM, Cetak Fasilitator Andal untuk Tingkatkan Daya Saing Produk Pangan
RAHMADNEWS. COM | PEKANBARU – Upaya meningkatkan kualitas, keamanan, dan legalitas produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terus diperkuat melalui sinergi lintas instansi. Salah satu langkah konkret dilakukan melalui pelaksanaan bimbingan teknis yang digelar di Kantor Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) KUMKM Provinsi Riau pada Senin (15/6/2026).
Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Kepala PLUT KUMKM Provinsi Riau, Tresiana, dan diikuti oleh 20 peserta yang berasal dari PLUT KUMKM serta UPT Inkubator Pengembangan Olahan Kreatif (IPOK) Provinsi Riau. Bimbingan teknis ini bertujuan meningkatkan kapasitas para fasilitator pendamping UMKM agar mampu memberikan pendampingan yang komprehensif kepada pelaku usaha, khususnya di sektor pangan olahan.
Dalam kegiatan tersebut, para peserta mendapatkan materi langsung dari instruktur Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Pekanbaru. Materi yang disampaikan meliputi proses pendampingan UMKM mulai dari Registrasi Pangan Olahan, pemahaman aspek-aspek Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB), hingga simulasi pendaftaran izin penerapan CPPOB.
Para peserta juga diberikan pemahaman teknis mengenai standar keamanan pangan yang harus dipenuhi oleh pelaku usaha agar produknya dapat bersaing di pasar yang semakin kompetitif. Selain itu, simulasi yang dilakukan bertujuan memberikan pengalaman praktis kepada fasilitator dalam mendampingi UMKM mengurus berbagai persyaratan perizinan dan legalitas produk.
Kepala PLUT KUMKM Provinsi Riau, Tresiana, menyampaikan bahwa peningkatan kompetensi pendamping menjadi salah satu kunci keberhasilan pengembangan UMKM di daerah. Menurutnya, keberadaan fasilitator yang memahami regulasi dan proses perizinan akan sangat membantu pelaku usaha dalam mengatasi berbagai kendala yang dihadapi.
“Pendamping yang kompeten akan menjadi ujung tombak dalam membantu UMKM meningkatkan kualitas produk sekaligus mempercepat proses legalitas usaha. Dengan demikian, produk-produk lokal dapat memiliki daya saing yang lebih tinggi dan mampu menembus pasar yang lebih luas,” ujarnya.
Kolaborasi antara BBPOM di Pekanbaru dan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Provinsi Riau dinilai sebagai wujud nyata komitmen pemerintah dalam mendukung pertumbuhan UMKM. Kerja sama tersebut tidak hanya berfokus pada aspek pengawasan, tetapi juga pembinaan dan pendampingan secara berkelanjutan.
Melalui program ini, para fasilitator pendamping dipersiapkan untuk membantu UMKM mulai dari penataan sarana produksi, penyusunan dokumen yang diperlukan, hingga proses pendaftaran produk guna memperoleh izin edar. Pendampingan yang terstruktur diharapkan dapat mempercepat lahirnya produk-produk UMKM yang memenuhi standar keamanan pangan dan memiliki legalitas yang lengkap.
BBPOM di Pekanbaru menegaskan bahwa dukungan terhadap UMKM merupakan bagian dari upaya memperkuat ekosistem pangan yang aman dan berkualitas. Dengan semakin banyak produk UMKM yang memenuhi standar dan memiliki izin edar, kepercayaan konsumen akan meningkat sehingga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Kegiatan bimbingan teknis ini sekaligus menjadi bukti bahwa pemerintah terus hadir memberikan berbagai kemudahan bagi pelaku UMKM. Tidak hanya membantu proses perizinan, tetapi juga memastikan produk yang dihasilkan aman dikonsumsi, berkualitas, dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
Melalui penguatan kapasitas fasilitator pendamping, diharapkan UMKM di Provinsi Riau semakin siap menghadapi tantangan pasar serta mampu menjadi motor penggerak perekonomian daerah yang berkelanjutan.**
What's Your Reaction?




