Ace Hasan Syadzily: Penguatan Ekonomi dan Hukum Kunci Ketahanan Nasional Berkelanjutan

Jan 31, 2026 - 18:36
 0  11
Ace Hasan Syadzily: Penguatan Ekonomi dan Hukum Kunci Ketahanan Nasional Berkelanjutan

RAHMADNEWS. COM | BINJAI – Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhannas RI), Dr. H. TB. Ace Hasan Syadzily, M.Si., menegaskan bahwa ketahanan nasional Indonesia akan sulit diwujudkan secara berkelanjutan tanpa penguatan fundamental pada sektor ekonomi dan hukum.

Hal tersebut disampaikan Ace Hasan saat memberikan Kuliah Umum dalam kegiatan Lemhannas Goes to Campus yang digelar di Institut Syekh Abdul Halim Hasan (INSAN) Binjai, Jumat (30/1).

“Tanpa ekonomi dan hukum yang kuat, ketahanan nasional akan sulit dicapai secara berkelanjutan,” tegas Ace Hasan di hadapan civitas akademika INSAN Binjai.

Menurutnya, ketahanan nasional tidak hanya dipahami dalam konteks pertahanan dan keamanan, tetapi juga mencakup ketahanan ekonomi, hukum, sosial, dan politik yang saling berkaitan. Untuk itu, penguatan ekonomi dan hukum menjadi dua pilar utama yang harus berjalan beriringan.

Stabilitas dan Kemandirian Ekonomi

Pada sektor ekonomi, Ace Hasan menjelaskan terdapat dua faktor krusial yang sangat mempengaruhi ketahanan nasional bangsa, yakni stabilitas ekonomi dan kemandirian ekonomi.

Ekonomi yang stabil, kata Ace, memungkinkan negara tetap tangguh meskipun menghadapi tekanan global dan krisis ekonomi.

“Ekonomi yang kuat memungkinkan negara tetap bertahan dan adaptif di tengah krisis ekonomi global,” ujarnya.

Sementara itu, kemandirian ekonomi berperan penting dalam mengurangi ketergantungan terhadap impor, khususnya pada sektor strategis seperti pangan dan energi. Ketergantungan yang tinggi, lanjutnya, dapat membuka celah intervensi dari negara lain dan melemahkan posisi tawar Indonesia di kancah global.

Kepastian Hukum dan Diplomasi Multilateral

Selain ekonomi, Ace Hasan menekankan bahwa kepastian hukum dan hukum serta diplomasi multilateral merupakan syarat mutlak dalam membangun ketahanan nasional yang berkelanjutan.

“Kepastian hukum adalah prasyarat mutlak untuk menarik investasi asing, menjamin keberlanjutan pembangunan ekonomi, memastikan pengelolaan sumber daya alam yang adil, serta menegakkan HAM secara terpercaya,” jelasnya.

Di sisi lain, penguatan hukum dan diplomasi multilateral dinilai mampu memperkuat legitimasi Indonesia di arena internasional, sekaligus mencegah Indonesia terjebak dalam dominasi kekuatan besar dunia.

Tantangan Ekonomi dan Hukum Nasional

Ace Hasan juga menguraikan sejumlah tantangan besar yang dihadapi Indonesia dalam memperkuat sektor ekonomi dan hukum di tengah dinamika geopolitik global yang terus berubah.

Beberapa tantangan tersebut meliputi korupsi, iklim investasi asing, kualitas sumber daya manusia, serta keterbukaan perdagangan.

Ia memaparkan bahwa berdasarkan data tahun 2023, angka Incremental Capital Output Ratio (ICOR) Indonesia berada pada level 6,33 persen, tergolong tinggi dibandingkan negara-negara Asia Tenggara lainnya. Tingginya angka ICOR ini menunjukkan adanya inefisiensi ekonomi serta mahalnya biaya investasi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.

Kondisi tersebut, lanjut Ace, dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain birokrasi yang berbelit, ketidakpastian regulasi, pembangunan infrastruktur yang belum merata, korupsi dan lemahnya penegakan hukum, kualitas SDM, hingga iklim politik dan stabilitas sosial.

“Data ini menunjukkan betapa eratnya keterkaitan antara sektor ekonomi dan hukum dalam mewujudkan ketahanan nasional yang berkelanjutan menuju Indonesia Maju 2045,” ujarnya.

Peran Strategis Pemuda

Dalam paparannya, Ace Hasan juga menegaskan pentingnya peran generasi muda bersama pemerintah dalam menghadapi berbagai ancaman, tantangan, hambatan, dan gangguan, baik dari dalam maupun luar negeri.

Peran tersebut dinilai krusial untuk menjamin eksistensi, integritas, dan keberlanjutan kehidupan berbangsa dan bernegara, sekaligus memperkuat ketahanan nasional.

Sebagai salah satu program strategis Lemhannas RI, kegiatan Lemhannas Goes to Campus diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran generasi muda—sebagai bonus demografi—akan pentingnya wawasan kebangsaan dan ketahanan nasional, serta mendorong keterlibatan aktif mereka dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.

Tokoh dan Pejabat Hadir

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh sejumlah tokoh dan pejabat, di antaranya Wali Kota Binjai Drs. H. Amir Hamzah, M.AP., Sekretaris Utama Lemhannas RI Komjen Pol. Drs. R.Z. Panca Putra S., M.Si., Ketua Pembina Yayasan Al-Ishlahiyah Binjai Afril Djoelianti, Ketua Al-Ishlahiyah Binjai Putri Susi Meilani Daulay, S.E., serta Rektor INSAN Binjai Prof. Dr. Muhammad Ramadhan, M.A.

Hadir pula Plt. Deputi Kebangsaan Lemhannas RI Mayjen TNI Raden Djaenudin Selamet, S.E., Kaban Kesbangpol Provinsi Sumatera Utara Mulyono, S.T., M.Si., pimpinan perguruan tinggi, jajaran pejabat INSAN, serta perwakilan tenaga ahli pengajar dan pengkaji Lemhannas RI.**

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow